Kenaikan Pajak Barang Mewah Tak Mempengaruhi Investasi

Kepala BKPM M. Lutfi mengatakan minat investor di bidang otomotif tak akan terpengaruh rencana kenaikan tarif bea masuk dan PPnBM. Belum ada investor yang keberatan atas rencana kebijakan pemerintah itu.

Diterbitkan 22 Juli 2005, 09:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Rencana kenaikan tarif bea masuk dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) sebagai tindak lanjut langkah penghematan bahan bakar minyak tak akan mempengaruhi minat investasi di bidang otomotif. Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal M. Lutfi di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Lutfi, para investor masih memiliki minat yang tinggi terhadap industri otomotif di Tanah Air. Apalagi mengingat pertumbuhan penjualan mobil pada kuartal pertama 2005 ini mencapai 40 persen dan sepeda motor 35 persen. Hingga kini, pihaknya belum menerima keberatan kalangan investor di bidang otomotif atas rencana kebijakan pemerintah tersebut.

Sementara itu, Masyarakat Profesional Madani memperkirakan carut-marutnya kondisi bank pelat merah akan membuat sejumlah debitor besar beralih ke bank swasta asing. Pasalnya, para debitor itu mendapat rasa aman meski bunga pinjaman jauh lebih besar. Bank swasta asing yang banyak diburu para debitor besar nasional adalah Bank Danamon, Bank International Indonesia, Bank Central Asia, Bank Niaga, dan Bank Nisp.

Hingga kini, kemampuan pemerintah menyediakan fasilitas perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah masih terbatas. Akibatnya, belasan juta penduduk Indonesia masih tinggal di berbagai perkampungan kumuh. Harga tanah yang tinggi dan cepatnya pertumbuhan masyarakat miskin serta kurangnya partisipasi pengembang dalam penyediaan rumah sangat sederhana menjadi persoalan serius dalam penyediaan rumah sangat sederhana yang tahun ini ditargetkan mencapai 255 ribu rumah. Saat ini, keluarga miskin mencapai 17,2 juta. Sekitar 13,5 juta di antaranya berada di perkotaan.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6