Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kolam lele dari terpal bisa dilakukan, tanpa harus membuat kolam permanen semen. Cara ini bisa menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mencoba budidaya lele sebagai sampingan. Ikan lele sendiri memang bisa dibudidayakan dengan baik, meski di lahan terbatas dan dengan sumber air yang terbatas.
Kolam terpal tanpa cor bisa dibuat dengan mudah menggunakan rangka kayu atau bambu, kemudian dilapisi terpal yang menahan air. PR-nya, pemilik harus mengatur ukuran kolam agar sesuai dengan tempat yang tersedia serta mempermudah saat memberi pakan, mengganti air, dan memanen ikan. Model ini juga memungkinkan kolam dipindahkan jika lokasi rumah berubah atau halaman ingin digunakan untuk kebutuhan lain.
Bagi pemula, berikut Liputan6 memberikan panduan untuk membuat kolam ikan lele dari terpal tanpa cor, yang bisa dioperasikan dengan mudah, Kamis (10/9).Â
Advertisement
1. Pilih Lokasi yang Mudah Dirawat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572152/original/094330100_1777775997-Gemini_Generated_Image_sehctrsehctrsehc.jpeg)
Lokasi menjadi bagian pertama yang perlu ditentukan sebelum kolam dibuat. Pilih tempat yang tidak mengganggu aktivitas rumah dan memiliki akses air. Permukaan tanah sebaiknya rata agar rangka tidak mudah bergeser ketika kolam sudah terisi air. Hindari lokasi yang menjadi tempat aliran air hujan dari atap karena air yang masuk tanpa kendali bisa membuat kolam meluap.
Sisakan ruang di sekitar kolam untuk berjalan dan melakukan perawatan. Jangan menempatkan kolam terlalu dekat dengan saluran pembuangan rumah. Air dari kolam nantinya perlu dikeluarkan secara berkala sehingga jalur pembuangan harus mudah digunakan.
Kolam terpal juga bisa ditempatkan di pekarangan dengan luas terbatas. KKP menyebut kolam terpal dapat digunakan pada lahan terbatas dan menjadi salah satu pilihan budidaya lele masyarakat.
Advertisement
2. Tentukan Ukuran Kolam Sesuai Pekarangan
Ukuran kolam tidak perlu mengikuti ukuran tertentu jika budidaya baru dimulai. Untuk rumah, kolam sekitar 2 x 3 meter bisa menjadi pilihan untuk belajar mengelola ikan. Panduan dari Kementerian Pertanian juga mencantumkan ukuran 2 x 3 meter hingga 3 x 5 meter untuk kolam pekarangan.
Setelah ukuran ditentukan, ukur panjang dan lebar tempat yang tersedia. Sisakan ruang untuk rangka dan lipatan terpal. Pastikan ukuran terpal lebih besar daripada bagian yang akan menjadi ruang air karena sisi terpal perlu dinaikkan dan diikat pada rangka.
Jangan langsung membuat kolam dalam jumlah banyak. Satu kolam bisa digunakan untuk mempelajari pemberian pakan, kondisi air, dan pertumbuhan ikan. Setelah terbiasa, jumlah kolam bisa ditambah sesuai kemampuan mengelolanya.
3. Buat Rangka Kayu atau Bambu Tanpa Cor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497065/original/013954400_1770615343-Ide_Usaha_Ternak_Lele_Kolam_Terpal.jpg)
Rangka menjadi penahan terpal sehingga tidak perlu menggunakan semen. Kayu atau bambu dapat digunakan sebagai tiang dan penghubung bagian atas. Setiap bagian perlu dipasang dengan kuat agar rangka tidak berubah ketika mendapat tekanan dari air.
Pasang tiang pada setiap sudut kolam, kemudian hubungkan bagian atas dan bawahnya. Jika kolam berukuran panjang, tambahkan tiang pada bagian tengah agar sisi kolam tidak mudah melengkung. Pastikan tidak ada bagian kayu atau bambu yang tajam dan bisa merusak terpal.
Cara membuat kolam lele dari terpal tanpa cor seperti ini memungkinkan kolam dibuat tanpa pekerjaan pengecoran. Rangka juga bisa dibongkar ketika kolam tidak digunakan sehingga halaman rumah tetap bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lain.
Advertisement
4. Pasang Terpal dan Isi Air Bertahap
Setelah rangka selesai, bentangkan terpal ke seluruh bagian dalam kolam. Atur bagian sudut agar tidak terlipat terlalu tajam. Sisi terpal kemudian dinaikkan melewati rangka dan diikat supaya tidak turun saat terkena tekanan air.
Sebelum digunakan, periksa bagian dasar dan sisi kolam. Pastikan tidak ada paku, serpihan bambu, atau ujung kayu yang bisa membuat terpal berlubang. Pemeriksaan ini perlu dilakukan sebelum air dimasukkan karena kebocoran akan lebih sulit ditemukan setelah kolam penuh.
Isi air secara bertahap dan periksa apakah ada bagian yang bocor. Jangan langsung memasukkan benih setelah kolam selesai dibuat. Air perlu disiapkan terlebih dahulu agar ikan tidak langsung berada dalam kondisi air yang baru dimasukkan.
5. Siapkan Kolam Sebelum Benih Ditebar
Kolam yang sudah berisi air perlu dibiarkan sebelum benih dimasukkan. Tujuannya memberi waktu agar kondisi air berubah dari air baru menjadi air yang bisa digunakan untuk pemeliharaan ikan. Lama persiapan dapat disesuaikan dengan kondisi air dan cara budidaya yang digunakan.
Benih sebaiknya berasal dari tempat pembenihan yang dapat dipercaya dan memiliki ukuran yang relatif sama. Perbedaan ukuran bisa membuat ikan yang lebih besar mengambil pakan lebih banyak dibandingkan ikan yang lebih kecil.
Saat benih tiba, jangan langsung menuangkannya ke kolam. Masukkan wadah berisi benih ke air kolam selama beberapa saat agar ikan menyesuaikan diri. Setelah itu, keluarkan benih secara perlahan dan biarkan ikan masuk ke kolam.
Advertisement
6. Atur Pakan dan Perhatikan Kondisi Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514576/original/082449300_1772095176-unnamed.jpg)
Pakan diberikan sesuai ukuran ikan dan jumlah ikan yang dipelihara. Hindari memberikan pakan terlalu banyak karena sisa pakan bisa mengotori air. Pemberian pakan juga perlu dilakukan pada waktu yang sama agar kebiasaan ikan lebih mudah diamati.
Perhatikan perubahan air setiap hari. Jika air mulai terlalu kotor atau menimbulkan masalah, lakukan penggantian sebagian air. Air jangan langsung dikuras seluruhnya karena perubahan mendadak bisa membuat ikan mengalami masalah.
Selain pakan, perhatikan ikan yang bergerak tidak seperti biasanya. Ikan yang terlihat lemah, berkumpul di satu tempat, atau tidak mau makan perlu diamati lebih lanjut. Pengelolaan pakan dan air menjadi bagian penting dalam budidaya lele di kolam terpal.
7. Rawat Kolam Sampai Waktu Panen
Perawatan dilakukan dengan memeriksa terpal, rangka, air, dan kondisi ikan. Bagian terpal yang mulai kendur perlu diperbaiki agar tidak tertarik oleh tekanan air. Rangka juga perlu diperiksa setelah hujan atau ketika kolam terkena benturan.
Jumlah ikan dalam kolam sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan pengelolaan. Pemula tidak perlu mengejar jumlah tebar yang tinggi sejak awal. KKP menjelaskan bahwa kemampuan kolam dalam menampung ikan berkaitan dengan ketersediaan pakan dan kondisi pemeliharaan.
Saat ikan sudah mencapai ukuran yang sesuai kebutuhan, panen bisa dilakukan secara bertahap atau sekaligus. Setelah panen, kolam dikosongkan dan dibersihkan sebelum digunakan kembali. Dengan cara ini, cara membuat kolam lele dari terpal tidak berhenti pada pembuatan wadah, tetapi menjadi rangkaian kegiatan dari persiapan hingga panen.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Kolam Lele dari Terpal Tanpa Cor
1. Apakah kolam lele dari terpal harus dicor?
Tidak. Kolam bisa dibuat menggunakan rangka kayu atau bambu sebagai penahan terpal tanpa pengecoran.
2. Berapa ukuran kolam terpal untuk pemula?
Ukuran bisa disesuaikan dengan pekarangan. Kolam 2 x 3 meter dapat menjadi salah satu pilihan untuk memulai.
3. Apakah kolam terpal bisa dibuat di halaman rumah?
Bisa. Kolam terpal dapat digunakan pada pekarangan dengan lahan terbatas.
4. Berapa lama lele bisa dipanen?
Waktu panen bergantung pada ukuran benih, pakan, kondisi air, dan target ukuran ikan sehingga tidak sama untuk setiap pemeliharaan.
5. Apa yang harus diperhatikan dalam budidaya lele di kolam terpal?
Pakan, kondisi air, jumlah ikan, kondisi terpal, dan kesehatan ikan perlu diperhatikan secara rutin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260845/original/013183500_1781665170-Wapres_Gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5403043/original/060099800_1762315300-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-05T105827.468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5514575/original/008264000_1772095176-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344789/original/010457100_1789004835-77f1ce0c-630c-448e-b269-447dbca5e0d2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344506/original/074905700_1788947713-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342857/original/053563700_1788834950-Cara_membuat_kolam_lele_hemat_tempat_dengan_memanfaatkan_kandang_bekas_yang_bisa_bantu_ketahanan_pangan_keluarga_di_masa_krisis.jpg)