Ajarkan Anak Mengatur Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan

Mengatur uang sejak dini membantu anak memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan sebelum belajar menentukan prioritas dalam menggunakan uang.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mengatur uang sejak dini dapat dimulai dari hal sederhana. Salah satunya adalah membantu anak memahami bahwa tidak semua barang yang ingin dibeli memiliki tingkat kepentingan yang sama.

Konsep membedakan kebutuhan dan keinginan menjadi dasar yang dapat membantu anak memahami bagaimana uang digunakan serta mengapa seseorang perlu menentukan prioritas sebelum berbelanja. Orangtua sebaiknya mengajarkan perbedaan antara pengeluaran yang memang diperlukan, seperti kebutuhan sehari-hari, dan pembelian yang muncul karena ketertarikan terhadap suatu barang.

Pemahaman tersebut dapat menjadi dasar bagi anak untuk belajar mengatur pengeluaran sesuai kemampuan, bukan sekadar membeli sesuatu karena sedang menginginkannya, melansir Parents, Kamis (1/10/2026).

Orangtua dapat memulai melalui penjelasan finansial yang sederhana, seperti mengenalkan konsep uang melalui pengalaman nyata sejak anak masih kecil. Uang fisik dapat digunakan terlebih dahulu agar anak memahami hubungan antara uang dan barang yang dibeli sebelum beralih ke bentuk uang digital.

Aktivitas sederhana seperti menghitung uang atau memberi label harga pada barang dapat membantu anak memahami bahwa setiap pembelian membutuhkan sejumlah uang. Percakapan mengenai kebutuhan dan keinginan dapat dilanjutkan ketika anak mulai memiliki lebih banyak pilihan untuk membelanjakan uangnya.

Orangtua dapat mengajak anak mempertanyakan fungsi suatu barang, tingkat kebutuhannya, serta alasan di balik keinginan membeli sebelum keputusan dibuat. Kebiasaan tersebut membantu anak memahami bahwa setiap pengeluaran perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.

Uang Saku Jadi Latihan Mengambil Keputusan

Uang saku dapat menjadi sarana bagi anak untuk belajar mengelola uang melalui keputusan yang benar-benar mereka buat. Pemberian sejumlah uang secara rutin dapat dilakukan agar anak memiliki kesempatan untuk menentukan sendiri bagaimana uang tersebut digunakan.

Bentuknya dapat berupa uang tunai maupun alat pembayaran digital yang sesuai dengan usia anak. Pengalaman tersebut membuat konsep kebutuhan dan keinginan terasa lebih nyata. Anak dapat melihat bahwa jumlah uang yang dimiliki terbatas, sementara pilihan untuk membelanjakannya bisa sangat banyak.

Transaksi digital dapat diajarkan kepada anak yang lebih besar secara bertahap. Penggunaan kartu debit, misalnya, dapat membantu remaja memahami bahwa pembayaran digital tetap menggunakan uang yang tersedia dalam rekening, bukan sumber uang tanpa batas.

Ajarkan Anak Menunda Pembelian yang Tidak Mendesak

Kebiasaan membedakan kebutuhan dan keinginan dapat diperkuat dengan mengajarkan anak untuk tidak selalu membeli barang segera setelah muncul keinginan. Anak dapat diajarkan untuk mengambil jeda hingga dua minggu sebelum membeli barang yang tergolong mahal.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk mengajak anak mencari informasi mengenai barang yang diinginkan, membandingkan pilihan, membaca ulasan, serta mempertimbangkan apakah masih ada barang serupa yang sudah dimiliki.

Kebiasaan menunda dapat diterapkan dalam situasi sederhana, misalnya ketika anak melihat mainan baru, pakaian yang sedang tren, atau aksesori yang menarik di toko. Orangtua dapat bertanya apakah barang tersebut memang dibutuhkan saat itu, apakah ada pilihan lain yang bisa digunakan, serta apakah anak masih menginginkannya setelah beberapa hari.

Bekali Anak dengan Kebiasaan Finansial untuk Dewasa

Pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan menjadi salah satu bagian dari keterampilan finansial yang lebih luas ketika anak mulai mendekati usia dewasa. Orangtua sebaiknya memperkenalkan konsep lain secara bertahap, termasuk membuat anggaran, memahami kredit dan utang, mengenal investasi, serta belajar memperoleh penghasilan sendiri ketika sudah siap.

Pembahasan anggaran dapat dilakukan dengan memperlihatkan hubungan antara pemasukan dan berbagai pengeluaran. Anak dapat diajak memahami bahwa kehidupan mandiri memiliki kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, komunikasi, hingga hiburan yang harus disesuaikan dengan penghasilan.

Kebiasaan berbicara tentang uang secara terbuka turut membantu anak memahami bahwa keputusan finansial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Percakapan mengenai uang sebaiknya dilakukan secara rutin dan tidak hanya saat terjadi masalah agar anak terbiasa melihat keuangan sebagai sesuatu yang dapat dibicarakan dan dipelajari.