Cara Membuat Puding Telur Kukus agar Tidak Berongga, Lembut dan Mulus

Cara membuat puding telur kukus agar tidak berongga, lembut, halus, dan matang sempurna dengan beberapa langkah sederhana.

Diterbitkan 23 September 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat puding telur kukus agar tidak berongga sebenarnya tidak sulit. Kuncinya terletak pada cara mengocok telur, menyaring adonan, serta mengatur suhu kukusan agar permukaan puding tetap halus dan teksturnya lembut.

Puding telur kukus bisa menjadi camilan rumahan yang praktis karena bahan-bahannya sederhana. Namun, kesalahan kecil saat membuat adonan atau mengukus dapat menyebabkan munculnya banyak lubang pada bagian dalam puding sehingga hasilnya kurang mulus. Berikut ulasan selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (23/9/2026). 

Gunakan Telur Segar

Telur menjadi bahan utama yang menentukan tekstur puding. Sebaiknya gunakan telur yang masih segar agar aroma lebih ringan dan adonan menghasilkan tekstur yang lembut.

Pecahkan telur terlebih dahulu ke dalam wadah terpisah. Cara ini juga membantu memastikan tidak ada telur yang sudah rusak sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya.

Jangan Kocok Telur Terlalu Kuat

Salah satu penyebab puding telur kukus berongga adalah terlalu banyak udara yang masuk ke dalam adonan.

Campurkan telur secara perlahan menggunakan whisk atau garpu. Hindari mengocoknya sampai berbusa karena gelembung udara yang terperangkap dapat membentuk rongga ketika adonan terkena panas.

Aduk secukupnya hingga kuning dan putih telur tercampur rata.

Saring Adonan Sebelum Dikukus

Menyaring adonan menjadi langkah penting jika ingin mendapatkan puding dengan permukaan lebih halus.

Setelah semua bahan tercampur, tuangkan adonan melalui saringan. Proses ini membantu memisahkan bagian telur yang belum larut sekaligus mengurangi gelembung udara yang terbentuk saat pengadukan.

Jika masih terdapat banyak buih di permukaan, diamkan sebentar lalu ambil buih menggunakan sendok.

Tuangkan Adonan secara Perlahan

Jangan langsung menuangkan adonan dari ketinggian. Cara tersebut dapat membuat udara kembali masuk ke dalam campuran.

Tuangkan adonan secara perlahan ke dalam cetakan. Jika menggunakan beberapa cetakan kecil, bagi adonan dengan hati-hati agar teksturnya tetap merata.

Cetakan juga sebaiknya tidak diisi terlalu penuh karena adonan dapat mengembang ketika terkena panas.

Gunakan Api Kecil saat Mengukus

Suhu kukusan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir puding telur. Api yang terlalu besar membuat air menghasilkan uap berlebihan sehingga adonan menerima panas terlalu kuat.

Gunakan api kecil hingga sedang agar proses pematangan berlangsung perlahan. Dengan cara ini, tekstur puding dapat menjadi lebih lembut dan risiko terbentuknya rongga bisa dikurangi.

Pastikan air kukusan sudah panas sebelum cetakan dimasukkan.

Tutup Kukusan dengan Kain

Uap air yang berubah menjadi titik-titik air pada tutup kukusan dapat menetes ke permukaan puding.

Untuk mencegahnya, bungkus tutup kukusan menggunakan kain bersih sebelum digunakan. Kain akan membantu menyerap embun sehingga air tidak langsung jatuh ke adonan.

Pastikan kain terpasang dengan aman dan tidak menyentuh sumber api.

Jangan Terlalu Sering Membuka Tutup Kukusan

Keinginan untuk mengecek puding memang wajar, tetapi terlalu sering membuka tutup kukusan dapat mengganggu suhu selama proses pemasakan.

Sebaiknya tunggu sampai sebagian besar waktu pengukusan berlalu sebelum memeriksa kematangannya. Membuka tutup terlalu cepat juga dapat membuat proses pematangan menjadi tidak merata.

Resep Puding Telur Kukus

Berikut bahan sederhana yang bisa digunakan untuk membuat puding telur kukus:

  • 2 butir telur
  • 400 ml susu cair
  • 3–4 sendok makan gula pasir
  • 1/2 sendok teh vanili
  • Sejumput garam

Untuk membuatnya, campurkan telur, gula, vanili, dan garam secara perlahan. Jangan sampai adonan berbusa.

Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Setelah itu, saring adonan dan buang buih yang berada di permukaan.

Tuangkan ke dalam cetakan tahan panas. Masukkan ke kukusan yang sudah panas, kemudian kukus menggunakan api kecil hingga puding matang.

Waktu pengukusan dapat berbeda tergantung ukuran cetakan. Cetakan kecil umumnya lebih cepat matang dibandingkan satu cetakan besar.

Tanda Puding Telur Kukus Sudah Matang

Puding yang matang biasanya memiliki tekstur yang sudah set tetapi masih sedikit bergoyang ketika cetakan digerakkan.

Hindari mengukus terlalu lama karena panas berlebih dapat membuat teksturnya menjadi keras atau permukaannya kurang mulus.

Setelah matang, keluarkan cetakan dan biarkan suhunya turun sebelum disajikan. Puding juga dapat dimasukkan ke dalam lemari pendingin jika ingin mendapatkan tekstur yang lebih dingin dan padat.

Kesalahan yang Bikin Puding Berongga

Beberapa kesalahan sederhana dapat membuat hasil puding tidak sesuai harapan. Di antaranya adalah mengocok telur terlalu kuat, tidak menyaring adonan, menuangkan adonan dari tempat tinggi, serta menggunakan api terlalu besar.

Selain itu, tutup kukusan yang tidak dilapisi kain dapat menyebabkan air menetes ke permukaan puding. Kombinasi beberapa kesalahan tersebut dapat membuat tekstur puding penuh lubang dan permukaannya tidak rata.

Karena itu, proses membuat puding telur kukus sebaiknya dilakukan dengan perlahan, terutama sejak tahap mencampur bahan hingga mengatur panas kukusan.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Membuat Puding Telur Kukus agar Tidak Berongga

Kenapa puding telur kukus bisa berongga?

Puding dapat berongga karena terlalu banyak udara masuk ke dalam adonan atau suhu kukusan terlalu tinggi. Pengocokan telur yang terlalu kuat juga dapat menghasilkan banyak gelembung.

Bagaimana cara membuat puding telur kukus yang lembut?

Gunakan telur segar, aduk bahan secara perlahan, saring adonan, dan kukus dengan api kecil hingga sedang. Hindari memasak terlalu lama.

Apakah adonan puding telur harus disaring?

Sebaiknya iya. Penyaringan membantu membuat adonan lebih halus dan mengurangi bagian telur yang menggumpal atau belum tercampur rata.

Apakah tutup kukusan perlu diberi kain?

Ya. Kain pada tutup kukusan membantu menyerap uap air yang mengembun sehingga tidak menetes langsung ke permukaan puding.

Berapa lama puding telur dikukus?

Waktunya bergantung pada ukuran dan jenis cetakan. Cetakan kecil biasanya lebih cepat matang, sedangkan cetakan besar membutuhkan waktu lebih lama. Gunakan tekstur puding sebagai patokan kematangan.