Liputan6.com, Jakarta - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat hujan abu vulkanik menyebar hingga Serang, Depok, dan Bintaro pada Sabtu, 5 September 2026 malam. Banyak warga mencari cara hadapi abu vulkanik Anak Krakatau agar tetap aman beraktivitas dan terhindar dari gangguan kesehatan akibat abu vulkanik berbahaya.
Dokter Tirta, yang pernah merasakan dampak abu Gunung Kelud dan Merapi, membagikan sejumlah langkah praktis lewat unggahan video di akun media sosial pribadinya. Tips ini mencakup penggunaan masker, cara membersihkan abu di rumah dan halaman, hingga penanganan wajah yang terkena debu vulkanik.
Selain menjaga kesehatan pernapasan, tips dari Dokter Tirta juga membantu warga tetap tenang menghadapi situasi darurat vulkanik ini. Dengan mengikuti langkah sederhana tersebut, risiko iritasi mata, kulit, dan gangguan saluran napas akibat abu vulkanik dapat ditekan seminimal mungkin.
Advertisement
Berikut lima cara hadapi abu vulkanik Anak Krakatau dari Dokter Tirta yang bisa langsung dipraktikkan di rumah, dihimpun Liputan6.com dari laman TikTok @tirtacipeng, Minggu (6/9/2026).
1. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Ruangan
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/9341535/original/093524500_1788657620-0L5A9537.jpg)
Poin pertama yang ditekankan Dokter Tirta adalah kewajiban memakai masker setiap kali beraktivitas di luar rumah, bahkan jika abu yang terlihat di sekitar masih tergolong tipis. Ia mengingatkan bahwa partikel abu vulkanik berukuran sangat halus sehingga mudah lolos masuk ke saluran pernapasan tanpa disadari.
Jika terus-menerus terhirup, paparan ini berpotensi memicu reaksi alergi dan gangguan pada saluran pernapasan bagian atas. Dalam kondisi yang lebih parah, paparan berkepanjangan bahkan bisa berkembang menjadi bronkitis.
Karena itu, masker bukan sekadar aksesori tambahan, melainkan alat pelindung utama yang wajib digunakan selama masa erupsi berlangsung, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan seperti asma.
Advertisement
2. Jangan Menyapu Abu Vulkanik Secara Langsung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341563/original/020823600_1788661921-7b3bccd7-5c1b-4271-b425-9afbfcc9dd6c.jpg)
Tips kedua berkaitan dengan cara membersihkan abu yang menempel di rumah maupun halaman. Dokter Tirta mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menyapu abu vulkanik karena tindakan ini justru akan membuat partikel abu kembali beterbangan ke udara. Akibatnya, risiko abu terhirup justru meningkat dan bisa memicu sesak napas serta batuk-batuk yang lebih parah.
Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk membersihkan permukaan yang terkena abu menggunakan air, misalnya dengan menyiram halaman atau mengelap permukaan benda menggunakan lap basah. Cara ini dinilai lebih aman karena abu langsung mengendap dan tidak kembali menyebar ke udara sekitar rumah.
3. Segera Bersihkan Wajah dengan Facial Wash yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301378/original/035802200_1784453558-de6f8039-9eb9-4e11-ae0b-53a5ae5dbae8.jpg)
Ketika abu vulkanik mengenai wajah secara langsung, Dokter Tirta menyarankan agar segera dibersihkan menggunakan pembersih wajah atau facial wash yang sesuai. Ia menegaskan pentingnya tidak langsung menggosok wajah dengan kasar, karena tekstur abu vulkanik yang cenderung tajam dapat menyebabkan goresan halus pada kulit wajah jika digosok sembarangan.
Penggunaan facial wash yang lembut namun efektif dapat membantu mengangkat partikel abu tanpa merusak lapisan kulit. Langkah ini penting dilakukan sesegera mungkin setelah terpapar untuk mencegah iritasi, kemerahan, atau rasa perih yang biasanya muncul akibat sifat abrasif dari abu vulkanik.
Advertisement
4. Jangan Panik dengan Bau Tak Sedap di Sekitar Lingkungan
Selain penanganan fisik, Dokter Tirta juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik apabila mencium aroma yang tidak biasa di lingkungan sekitar selama masa erupsi berlangsung. Bau khas seperti belerang memang lazim muncul ketika terjadi aktivitas vulkanik, sehingga hal ini dianggap wajar dan tidak perlu menimbulkan kepanikan berlebihan.
Meski begitu, jika bau tersebut disertai gejala kesehatan seperti sesak napas berat, pusing hebat, atau iritasi yang tidak kunjung reda, masyarakat tetap disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat.
5. Alihkan Sementara Olahraga ke Dalam Ruangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262147/original/045313300_1781773072-pexels-karola-g-4498603.jpg)
Cara terakhir yang disarankan Dokter Tirta adalah mengalihkan sementara aktivitas olahraga dari luar ruangan (outdoor) ke dalam ruangan (indoor) selama abu vulkanik masih menyelimuti wilayah tempat tinggal. Aktivitas fisik yang dilakukan di luar ruangan cenderung membuat seseorang bernapas lebih cepat dan dalam, sehingga risiko abu vulkanik terhirup ke saluran pernapasan pun semakin besar.
Bagi yang tetap ingin berolahraga di luar ruangan karena keterbatasan tempat, penggunaan masker yang memadai tetap menjadi syarat wajib agar tubuh tidak terlalu banyak terpapar partikel abu selama beraktivitas.
Advertisement
Penerapan Tips Aman dari Abu Vulkanik
Kelima cara hadapi abu vulkanik anak krakatau dari Dokter Tirta di atas menunjukkan bahwa penanganan dampak erupsi sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana namun tepat sasaran.
Mulai dari disiplin memakai masker, membersihkan abu dengan cara yang benar, merawat wajah yang terpapar, tetap tenang menghadapi perubahan lingkungan, hingga menyesuaikan pola olahraga.
Selama status Gunung Anak Krakatau masih berada pada level siaga, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang seperti PVMBG dan BMKG, sekaligus menerapkan tips kesehatan ini demi menjaga diri dan keluarga tetap aman.
Pertanyaan Seputar Abu Vulkanik Anak Krakatau
Apakah abu vulkanik Anak Krakatau berbahaya bagi kesehatan?
Ya, abu vulkanik dapat mengganggu saluran pernapasan, memicu iritasi mata dan kulit, bahkan dapat menyebabkan bronkitis jika terhirup secara terus-menerus dalam jangka waktu lama.
Bolehkah membersihkan abu vulkanik dengan cara disapu?
Sebaiknya tidak. Menyapu abu justru membuat partikelnya kembali beterbangan ke udara sehingga risiko terhirup semakin tinggi. Gunakan air untuk membersihkannya agar abu langsung mengendap.
Masker jenis apa yang disarankan saat hujan abu vulkanik?
Masker yang mampu menyaring partikel halus seperti N95 atau KN95 lebih dianjurkan dibandingkan masker kain biasa, karena partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil dan mudah menembus masker tipis.
Apakah aman berolahraga di luar ruangan saat abu vulkanik masih turun?
Sebaiknya olahraga outdoor dialihkan sementara ke dalam ruangan. Jika terpaksa berolahraga di luar, gunakan masker yang memadai untuk mengurangi risiko abu vulkanik terhirup ke saluran pernapasan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341562/original/013951900_1788661921-68b11a22-5809-4a38-ad38-4325aab67d94.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4020660/original/071120100_1652344939-shawnanggg-j7bPYcOYJJs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341540/original/019135300_1788657624-0L5A9606.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341541/original/045601400_1788658206-charlie-orellana-uD7249zhTNc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341532/original/072243200_1788657618-0L5A9625.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4865556/original/048300800_1718592680-WhatsApp_Image_2024-06-17_at_09.46.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336506/original/069520900_1788163619-Abu_vulkanik_selimuti_Kota_Berastagi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326717/original/093601300_1787034267-1001569232.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020010/original/093445400_1578891600-20200113-Gunung-Taal-Filipina-Meletus-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559802/original/076108700_1776642162-WhatsApp_Image_2026-04-20_at_06.08.55.jpeg)