Keliling Asia Lewat Satu Meja, Jelajahi Cita Rasa Kuliner India hingga Jepang

Menu baru East Quarter mengajak pengunjung menyusuri kekayaan kuliner enam negara Asia melalui interpretasi modern yang tetap menghormati karakter aslinya.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jakarta selalu punya cara untuk mempertemukan banyak budaya dalam satu ruang. Di balik deretan gedung pencakar langit dan ritme kota yang nyaris tak pernah berhenti, ibu kota juga menyimpan perjalanan rasa kuliner lintas negara.

Menikmati makanan pun tak lagi sekadar mengisi perut, melainkan cara sederhana mengenal tradisi, sejarah, dan kebiasaan masyarakat dari berbagai belahan benua. Perjalanan lintas rasa itu kembali mendapat warna baru melalui kampanye "A Journey Through Asia" yang menghadirkan sederet menu terbaru di East Quarter, Grand Indonesia.

Menu ini mengajak pengunjung menyusuri kekayaan kuliner enam negara Asia melalui interpretasi modern yang tetap menghormati karakter asli setiap hidangan. Chef Owner TOMA Group, Alnico Andreas, mengatakan setiap menu dipilih bukan hanya karena rasanya, tapi juga karena cerita budaya yang dibawanya.

"Melalui 'A Journey Through Asia,' kami ingin menunjukkan bahwa Pan Asian bukan sekadar menggabungkan berbagai masakan Asia. Bagi kami, Pan Asian adalah tentang menghormati karakter setiap hidangan, lalu menginterpretasikannya kembali melalui perspektif East Quarter," katanya melalui rilis pada Lifestyle Liputan6.com, Kamis, 16 Juli 2026.

Perjalanan dimulai dari India melalui Prawn Butter Masala. Tiger prawn panggang berpadu dengan saus butter masala berbasis tomat yang kaya rempah, menghasilkan rasa gurih, creamy, sekaligus hangat di lidah.

Paratha, acar bawang merah, ceciwis, dan fried cauliflower melengkapi sajian ini sehingga setiap suapan menghadirkan keseimbangan rasa yang akrab bagi pencinta masakan India. Aroma rempah yang menguar perlahan menghadirkan kesan seolah sedang menikmati makan malam di sudut kota New Delhi.

Filipina sampai Thailand

Langkah berikutnya membawa lidah singgah ke Filipina lewat Beef Sisig. Hidangan ikonis tersebut diolah menggunakan kombinasi beef cheek, minced beef, tendon, dan roasted bone marrow sehingga menghasilkan lapisan tekstur yang lebih kaya.

Spicy sisig soy sauce, calamansi, bawang merah, cilantro, serta beef chicharon menghadirkan perpaduan rasa gurih, pedas, segar, dan sedikit asam yang menjadi identitas sisig. Sentuhan modern membuat hidangan ini terasa lebih kompleks tanpa kehilangan jati dirinya.

Thailand hadir melalui Beef Cheek Massaman Curry, sajian yang memperlihatkan kesabaran dalam setiap proses memasak. Beef cheek terlebih dahulu menjalani proses wet brining selama 24 jam, kemudian dimasak menggunakan teknik sous vide selama 36 jam agar teksturnya tetap lembut, sekaligus mempertahankan cita rasa alami daging.

Saus Massaman Curry yang kaya rempah berpadu dengan kentang, terong, kacang mede, dan daun ketumbar, menciptakan rasa hangat yang perlahan memenuhi setiap suapan.

Serba Jepang

Perjalanan berlanjut ke Jepang melalui Nori Butter Udon yang menawarkan pendekatan berbeda. Inspirasi dari pasta vongole khas Italia diterjemahkan menjadi hidangan Pan Asian dengan memadukan dashi broth, brown butter, nori, dan udon.

Tiger prawn, crab, shimeji, zucchini, serta kenari menambah dimensi rasa sekaligus tekstur. Umami dari nori dan dashi bertemu aroma brown butter yang lembut, menghadirkan pengalaman bersantap yang ringan, namun tetap kaya karakter.

Nuansa Jepang juga terasa pada Avocado Tempura, hidangan pembuka yang mengolah alpukat dengan balutan tempura renyah. Tekstur lembut di bagian dalam berpadu dengan lapisan luar yang garing, menciptakan kontras sederhana yang memikat.

Smoked jalapeño aioli, perasan jeruk limau, dan taburan togarashi memberikan sentuhan pedas, segar, sekaligus smoky yang membuat setiap gigitan meninggalkan kesan berbeda.

Kuliner Tiongkok

Persinggahan berikutnya membawa perjalanan menuju Tiongkok lewat Five Spices Smoked Duck. Bebek diasapi bersama perpaduan rempah five spices sehingga menghasilkan aroma yang kuat dengan karakter rasa yang kompleks.

Teknik pengasapan membantu menjaga kelembutan daging, sementara racikan rempah menghadirkan kedalaman rasa yang selama ini menjadi ciri khas kuliner Tiongkok.

Perjalanan rasa itu ditutup dengan Banoffee, dessert yang memadukan pisang segar, sable, caramel namelaka, whipped ganache, dan toffee sauce dalam satu sajian. Tekstur renyah, lembut, dan creamy berpadu bersama manis yang terasa seimbang.

Co-Founder TOMA Group, Hartono Moe, menilai setiap hidangan memiliki kemampuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya melalui pengalaman bersantap. "Melalui koleksi menu terbaru ini, kami berharap setiap tamu tidak hanya menemukan hidangan favorit baru, tapi juga semakin mengenal keberagaman cita rasa Asia melalui pengalaman bersantap di East Quarter," katanya.