Liputan6.com, Jakarta - Polusi udara ternyata tak hanya berdampak buruk terhadap sistem pernapasan dan kardiovaskular, tetapi juga organ terbesar tubuh, yakni kulit manusia. Dalam studi populasi terbesar di Asia, para peneliti di Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) dan Institut Kesehatan Nasional menemukan hubungan yang kuat antara partikel debu di udara dan psoriasis, suatu kondisi peradangan kulit kronis yang melemahkan.
Menganalisis basis data kesehatan nasional yang besar yang mencakup sekitar 8,4 juta orang dewasa selama rata-rata 13,6 tahun, studi ini menggarisbawahi betapa dalamnya degradasi lingkungan mengubah patologi manusia. Angka-angka tersebut menggambarkan gambaran yang mengkhawatirkan tentang paparan di perkotaan.
Mengutip Korea Times, Rabu (24/6/2026), menurut temuan yang dipublikasikan di The Journal of Dermatology, paparan jangka panjang terhadap partikel debu halus, yang dikenal sebagai PM2.5, meningkatkan risiko terkena psoriasis 19 persen untuk setiap peningkatan 10 mikrogram per meter kubik dalam konsentrasi tahunan. Untuk partikel yang lebih kasar, atau PM10, risikonya meningkat lebih dramatis lagi, melonjak sebesar 27 persen per peningkatan 10 mikrogram.
Advertisement
Bahayanya tidak terbatas pada awal timbulnya penyakit. Bagi 68.000 individu dalam kohort yang sudah menderita psoriasis, lonjakan mendadak dalam tingkat polusi harian memicu penurunan kondisi medis secara langsung.
“Studi ini menunjukkan bahwa mengurangi polusi udara merupakan masalah yang mendesak dalam bidang dermatologi,” kata Kim Won-ho, direktur Departemen Penelitian Konvergensi Penyakit Kronis di KDCA.
Perawatan Kulit Makin Penting
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566404/original/068008200_1694056115-gregor-vand-ZCje6tk0_nE-unsplash.jpg)
Lonjakan jangka pendek sebesar 10 mikrogram per meter kubik dalam konsentrasi PM2.5 dan PM10 harian dikaitkan dengan peningkatan masing-masing sebesar 3 persen dan 1 persen dalam eksaserbasi gejala akut. Itu memaksa pasien untuk meningkatkan perawatan medis mereka ke obat-obatan sistemik atau terapi cahaya.
Para ahli mencatat bahwa racun mikroskopis mengganggu penghalang kulit, menyebabkan stres oksidatif yang parah, dan memicu kaskade inflamasi sistemik. Risiko tersebut sangat terasa di kalangan penduduk kota, individu di bawah 60 tahun, perokok, dan mereka yang memiliki alergi bawaan.
Seiring dengan semakin tebalnya kabut asap secara global, para pejabat kesehatan masyarakat kini sangat menekankan pentingnya menerapkan perawatan kulit yang ketat, termasuk pembersihan menyeluruh dan pelembapan untuk memperbaiki lapisan pelindung kulit segera setelah beraktivitas di luar ruangan.
Advertisement
Anak-anak Paling Rentan Terdapak Polusi Udara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3604030/original/022652200_1634352320-WhatsApp_Image_2021-10-12_at_12.20.26.jpeg)
Paparan polusi udara juga menyebabkan sekitar tujuh juta orang meninggal lebih cepat. Dari angka itu, anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak seperti disampaikan Anggota Satuan Tugas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim (KLPI) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Riyadi, Sp.A. Subsp.Inf.P.T(K), M.Kes.
"Kalau kita lihat, tujuh juta manusia meninggal lebih cepat dari seharusnya karena ada polusi udara. Anak termasuk yang sangat rentan," kata Riyadi, dikutip dari kanal Health Liputan6.com.
Anak-anak berisiko lebih tinggi karena saluran pernapasan masih berkembang dan sistem kekebalan tubuh belum matang sehingga lebih mudah terpengaruh oleh paparan polutan. "Anak menjadi rentan pada polutan karena saluran udaranya lebih sempit dan sistem imunnya masih dalam proses perkembangan," tuturnya dalam dalam seminar media IDAI memperingati Hari Lingkungan Hidup pada Selasa, 9 Juni 2026.
Polusi udara dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, kebakaran hutan, hingga pembakaran bahan bakar dan sampah.
Janin Juga Terdampak Polusi Udara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3582328/original/018711700_1632480390-industry-1752876_1280.jpg)
Paparan polusi udara dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, alergi, hingga penyakit kronis lainnya. Dalam jangka panjang, paparan polutan juga dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh sehingga anak lebih mudah terserang penyakit seperti mengutip Antara.
Selain berdampak pada anak, polusi udara juga berisiko mengganggu kesehatan ibu hamil dan perkembangan janin. Paparan zat pencemar, termasuk logam berat dan partikel halus, dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan sejak dalam kandungan.
Perubahan iklim dan polusi udara saling berkaitan karena aktivitas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara. Riyadi menilai pengendalian polusi perlu dilakukan melalui berbagai langkah, antara lain mengurangi emisi kendaraan, meningkatkan penggunaan transportasi ramah lingkungan, menghindari pembakaran sampah, serta memperluas ruang hijau di kawasan perkotaan.
"Bumi yang sehat artinya kita juga sehat. Dampak lingkungan yang tidak baik akan dirasakan oleh seluruh kelompok usia, termasuk anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan," katanya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5515623/original/045243200_1772182225-dinas_perhubungan_-_klaim_facebook_cpns.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4551845/original/081723400_1692959966-amir-hosseini-pITRdF0c6rg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8377926/original/005752900_1782255969-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2997702/original/070140200_1576490822-20191216-Polusi-Jakarta-4.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 5 Hal tentang Polusi Udara](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/LinHeMuBcaOmAEgmm7lCI-xMC0s=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5456537/original/068575700_1766901692-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6251341/original/067935000_1779127612-55277487768_518ae352c5_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4962576/original/061641700_1728346148-WhatsApp_Image_2024-10-08_at_00.06.54_d92272c6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5128050/original/004943200_1739200995-WhatsApp_Image_2025-02-10_at_21.58.49_becf29dd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4985692/original/085037000_1730288575-WhatsApp_Image_2024-10-30_at_18.37.24_c3e54f86.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4912716/original/011897900_1723108000-WhatsApp_Image_2024-08-08_at_15.27.48_6a554f4f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943323/original/001359900_1726172304-WhatsApp_Image_2024-09-13_at_03.11.23_cd0937be.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137026/original/045285600_1739902028-WhatsApp_Image_2025-02-19_at_00.56.20_676482dc.jpg)