Liputan6.com, Jakarta - Lontong merupakan salah satu hidangan khas Nusantara yang sangat akrab dengan berbagai sajian tradisional. Tips membuat lontong agar tidak berair sering dicari oleh banyak orang, terutama menjelang momen besar seperti Lebaran ketika lontong menjadi pelengkap berbagai masakan berkuah. Tekstur lontong yang padat, kenyal, dan tidak lembek menjadi kunci kelezatan hidangan ini.
Menurut laman TasteAtlas, lontong adalah kue beras tradisional Indonesia yang dibuat dengan cara merebus beras yang dipadatkan dalam gulungan daun pisang hingga menghasilkan tekstur yang kompak dan sedikit kenyal. Setelah matang, lontong biasanya dipotong-potong lalu disajikan sebagai sumber karbohidrat yang cocok dipadukan dengan berbagai lauk berkuah.
Berbeda dengan nasi putih biasa, lontong memiliki tekstur lebih menyatu sehingga sangat cocok menyerap kuah kental dan bumbu rempah. Tidak heran jika makanan ini menjadi bagian penting dari berbagai hidangan populer di Indonesia seperti sate, opor, dan sayur lodeh. Berikut ulasan Liputan6.com, Sabtu (14/3/2026).
Advertisement
Tips Membuat Lontong Agar Tidak Berair dan Lebih Padat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528755/original/018577500_1773294185-lontong_dari_nasi_aron_1.jpg)
Membuat lontong sebenarnya tidak terlalu sulit, namun ada beberapa teknik penting yang perlu diperhatikan agar hasilnya padat, tidak berair, dan tidak mudah hancur. Beberapa tips berikut dirangkum dari buku “Resep Andalan Resto Indonesia – Lontong & Ketupat” karya Wahyuni Mulyawati (PT Gramedia Pustaka Utama).
1. Gunakan Beras Berkualitas Baik
Kualitas beras sangat menentukan hasil lontong. Gunakan beras yang pulen dan tidak terlalu pera agar tekstur lontong tetap padat setelah dimasak.
Beberapa jenis beras yang sering direkomendasikan antara lain:
- IR 64
- Beras mentik
- Beras dengan tekstur pulen
Beras yang terlalu pera cenderung membuat lontong mudah hancur atau terurai saat dipotong. Oleh karena itu, memilih bahan dasar yang tepat menjadi langkah awal penting dalam tips membuat lontong agar tidak berair.
2. Aron Beras Terlebih Dahulu
Teknik aron merupakan metode tradisional yang sering digunakan dalam proses memasak beras sebelum diolah menjadi lontong atau ketupat.
Langkahnya sebagai berikut:
- Rendam beras dalam air beberapa saat.
- Kukus beras hingga setengah matang.
- Setelah itu, beras baru dimasukkan ke dalam gulungan daun pisang.
Menurut Wahyuni Mulyawati dalam bukunya, proses pengaronan membuat lontong lebih cepat matang ketika direbus serta menghasilkan tekstur yang lebih pulen dan tahan lama.
3. Jangan Mengisi Beras Terlalu Penuh
Kesalahan yang sering terjadi saat membuat lontong adalah mengisi beras terlalu banyak ke dalam daun pisang.
Padahal ketika dimasak, beras akan mengembang dan memadat. Jika diisi terlalu penuh, lontong bisa:
- Pecah
- Terlalu padat di luar namun lembek di dalam
- Bentuknya tidak rapi
Idealnya, isi beras hanya sekitar sepertiga hingga setengah bagian gulungan daun pisang.
Cara ini membantu beras memiliki ruang untuk mengembang sehingga menghasilkan lontong yang padat dan merata.
4. Rebus Lontong dengan Posisi Berdiri
Salah satu tips membuat lontong agar tidak berair yang sering diabaikan adalah posisi saat merebusnya.
Lontong sebaiknya direbus dengan posisi berdiri dan seluruh bagian terendam air. Tujuannya adalah:
- Memastikan panas merata
- Menghindari air masuk ke dalam lontong
- Mencegah lontong menjadi lembek
Selain itu, posisi berdiri juga membuat air tidak menggenang di bagian dalam lontong sehingga teksturnya tetap padat.
5. Rebus Hingga Benar-benar Matang
Proses perebusan lontong biasanya memakan waktu cukup lama, sekitar 4–5 jam tergantung ukuran dan jumlah lontong.
Selama proses ini, pastikan:
- Air selalu cukup untuk merendam lontong
- Api stabil
- Lontong dicek secara berkala
Setelah matang, tiriskan lontong dan biarkan dingin terlebih dahulu sebelum dipotong. Lontong yang dipotong saat masih panas berisiko hancur dan terlihat berair.
Advertisement
Trik Menyimpan Lontong Agar Lebih Tahan Lama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5175856/original/044221200_1743052874-Depositphotos_398890600_S.jpg)
Lontong dikenal lebih cepat basi dibandingkan ketupat. Hal ini disebabkan oleh kandungan air dan proses pembuatannya. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar lontong tetap awet.
1. Siram dengan Air Matang Dingin
Setelah lontong selesai direbus, tiriskan lalu siram dengan air matang suhu normal.
Tujuannya adalah:
- Membersihkan lendir dari daun pisang
- Menghilangkan kotoran sisa rebusan
- Menghambat pertumbuhan bakteri
Lendir dari daun pisang jika dibiarkan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri yang membuat lontong cepat basi.
2. Lepaskan Daun Pisang Sebelum Disimpan
Jika lontong ingin disimpan lebih lama, sebaiknya lepaskan bungkus daun pisangnya terlebih dahulu.
Langkah ini membantu:
- Mengurangi lendir dari daun pisang
- Menjaga lontong tetap kering
- Menghindari bau tidak sedap
Setelah itu, lontong bisa dipindahkan ke plastik atau wadah penyimpanan.
3. Simpan dalam Wadah Kedap Udara di Kulkas
Masukkan lontong ke dalam wadah tertutup atau plastik yang rapat sebelum disimpan di kulkas.
Manfaatnya antara lain:
- Mencegah kontaminasi bau dari makanan lain
- Menjaga tekstur tetap kenyal
- Mengurangi risiko basi
Sebelum dimasukkan ke kulkas, sebaiknya lontong diangin-anginkan terlebih dahulu sampai dingin.
4. Jangan Menyimpan di Freezer
Menyimpan lontong di freezer sebenarnya tidak disarankan.
Suhu beku dapat membuat struktur lontong berubah. Ketika dikeluarkan dari freezer, lontong biasanya menjadi:
- Lebih lembek
- Berair
- Kurang kenyal
Jika ingin memanaskan lontong dari kulkas, cukup kukus kembali hingga hangat sebelum disajikan.
Makanan yang Cocok Disajikan dengan Lontong
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3454626/original/078628700_1620726810-raphiell-alfaridzy-A3gSiQI6OPM-unsplash.jpg)
Lontong merupakan makanan yang sangat fleksibel karena cocok dipadukan dengan berbagai hidangan berkuah maupun berbumbu kental.
Beberapa makanan yang paling populer disajikan bersama lontong antara lain:
1. Lontong Sayur
Lontong sayur merupakan menu sarapan khas Indonesia yang sangat populer.
Biasanya terdiri dari:
- Lontong
- Sayur labu siam bersantan
- Telur rebus
- Sambal
- Kerupuk
Kuah santan yang gurih sangat cocok diserap oleh lontong yang padat.
2. Sate
Potongan lontong sering disajikan bersama sate ayam atau sate kambing.
Lontong berfungsi sebagai pengganti nasi yang menyerap bumbu kacang atau kecap pada sate.
3. Opor Ayam
Menu klasik Lebaran ini hampir selalu disajikan bersama lontong atau ketupat.
Kuah opor yang gurih dan kaya rempah terasa lebih nikmat ketika dipadukan dengan lontong.
4. Gado-gado
Gado-gado juga sering menggunakan lontong sebagai sumber karbohidrat.
Perpaduan sayuran segar, bumbu kacang, dan lontong menciptakan rasa yang seimbang.
5. Tahu Telur atau Lontong Balap
Di beberapa daerah seperti Jawa Timur, lontong menjadi bagian penting dari hidangan khas seperti lontong balap atau tahu telur.
Advertisement
FAQ Seputar Lontong
1. Mengapa lontong sering menjadi berair?
Lontong bisa berair karena beras terlalu banyak diisi, proses memasak tidak merata, atau lontong direbus dalam posisi tidur sehingga air masuk ke dalamnya.
2. Berapa lama waktu memasak lontong?
Biasanya lontong direbus selama sekitar 4–5 jam hingga benar-benar matang dan padat.
3. Apakah beras perlu direndam sebelum membuat lontong?
Tidak wajib, tetapi teknik aron atau mengukus beras setengah matang dapat membuat lontong lebih pulen dan tidak mudah hancur.
4. Berapa lama lontong bisa bertahan?
Jika disimpan di kulkas dalam wadah tertutup, lontong biasanya bisa bertahan sekitar 2–3 hari.
5. Bagaimana cara memanaskan lontong yang sudah disimpan?
Cara terbaik adalah mengukusnya kembali hingga hangat agar teksturnya kembali lembut dan tidak kering.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530710/original/009159700_1773471987-lontong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8396914/original/067259300_1782278056-obe.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262161/original/019844500_1781773154-11244512687103417298.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8270081/original/065529300_1782120556-13086905657809859094.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269617/original/097207700_1782120022-v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268288/original/079498100_1782117805-koridor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516724/original/086331000_1772341976-turkish-chig-kofte-with-meat-herbs.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265643/original/085179000_1782113461-11425184806389624689.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265451/original/068960400_1782112485-hl2.jpg)