Liputan6.com, Jakarta - Masak daging sapi memang gampang-gampang susah karena seringkali teksturnya jadi keras atau alot setelah matang. Padahal, masakan rumah yang enak harusnya punya tekstur lembut dengan bumbu yang meresap sampai ke dalam. Cukup dengan teknik potong yang pas dan cara marinasi yang benar, membuat menu spesial yang menggugah selera di dapur sendiri kini jadi lebih simpel.
Berikut Liputan6.com ini akan membagikan resep tumis daging anti alot beserta tips rahasia agar hasil masakan tetap juicy, empuk, dan memiliki cita rasa restoran bintang lima. Baca selengkapnya di bawah ini!
Cara Membuat Tumis Daging Anti Alot
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4597467/original/008413900_1696350151-WhatsApp_Image_2023-10-03_at_23.15.35.jpeg)
Bahan Utama:
- 500 gram daging sapi (iris tipis melawan serat)
- 1 buah bawang bombay (iris memanjang)
- 3 siung bawang putih (cincang halus)
- 2 buah cabai merah besar (iris serong)
- 2 batang daun bawang (potong ukuran 3 cm)
- 100 ml air panas
- 3 sdm minyak goreng
Â
Bahan Marinasi:
- 1 sdm tepung maizena
- 2 sdm saus tiram
- 1 sdm kecap manis
- 1 sdm kecap asin
- ½ sdt lada hitam atau lada putih bubuk
- ¼ sdt baking soda (opsional)
Â
Langkah-Langkah Memasak:
1. Campurkan irisan daging sapi dengan semua bahan marinasi dalam wadah. Aduk rata hingga seluruh permukaan daging terselimuti bumbu. Diamkan selama 20-30 menit di dalam suhu ruang atau kulkas agar bumbu meresap dan tekstur daging melunak.
2. Panaskan minyak dalam wajan dengan api besar. Masukkan bawang putih cincang dan bawang bombay. Tumis hingga keluar aroma harum dan bawang bombay sedikit layu.
3. Masukkan daging yang telah dimarinasi. Jangan diaduk terlalu sering pada 30 detik pertama agar mendapatkan efek kecoklatan. Setelah itu, aduk cepat dengan api besar hingga daging berubah warna secara merata.
4. Tuangkan sedikit air panas jika tumisan dirasa terlalu kering. Penggunaan air panas ini sangat penting agar suhu daging tidak drop yang bisa memicu otot daging mengeras kembali.
5. Masukkan irisan cabai merah dan daun bawang. Aduk rata selama kurang lebih 1 menit. Lakukan koreksi rasa dengan menambahkan garam atau gula jika diperlukan. Segera angkat setelah daging matang sempurna. Pastikan juga untuk tidak memasak daging terlalu l
Advertisement
4 Tips Agar Tumis Daging Juicy dan Empuk Ala Restoran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241766/original/028996900_1749008877-sapi1.jpg)
1. Pemilihan dan Pemotongan Daging
Pilihlah bagian daging has dalam atau tenderloin karena tidak banyak jaringan ikatnya. Rahasia penting lainnya ada di cara memotong yaitu mengiris daging secara melintang atau lawan arah serat otot. Tujuannya supaya serat dagingnya putus, sehingga ketika sudah matang akan terasa lebih lembut dan tidak alot saat dimakan
2. Teknik Marinasi
Proses marinasi menggunakan campuran tepung maizena dan sedikit minyak berfungsi untuk mengunci cairan alami di dalam daging. Selain itu, penambahan sedikit baking soda juga sering dilakukan oleh koki profesional untuk memecah ikatan protein pada permukaan daging agar teksturnya tetap lunak. Diamkan daging selama minimal 20 menit agar bumbu meresap sempurna sekaligus menciptakan lapisan pelindung.
3. Masak dengan Suhu Panas
Memasak daging dalam jumlah banyak sekaligus pada suhu rendah akan membuat air keluar dari serat dan mengakibatkan tekstur menjadi keras seperti direbus. Pastikan wajan sudah benar-benar panas dan berasap sebelum daging dimasukkan untuk menciptakan efek karamelisasi yang cepat di permukaan luar. Suhu panas ini sangat efektif untuk mengunci sari daging sehingga bagian dalamnya tetap juicy sementara bagian luarnya berwarna coklat yang menggugah selera.
4. Durasi Memasak
Kesalahan paling umum dalam membuat tumisan adalah memasak daging terlalu lama hingga cairan alaminya habis menguap. Daging yang sudah diiris tipis hanya membutuhkan waktu sekitar 2 - 3 menit di atas api besar untuk mencapai tingkat kematangan sempurna. Segera angkat daging begitu warnanya berubah merata untuk mencegah serat otot mengerut dan berubah menjadi alot akibat paparan panas yang berlebihan.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Bolehkah mencuci daging sapi sebelum ditumis?
Daging sapi sebaiknya tidak perlu dicuci karena air justru dapat menyebabkan daging menjadi lembap dan sulit mendapatkan efek kecoklatan yang kering saat ditumis. Jika ada kotoran, cukup tepuk-tepuk permukaan daging menggunakan tisu dapur hingga bersih dan kering.
2. Bagaimana cara menangani daging beku agar tidak alot saat ditumis?
Daging beku harus melalui proses thawing atau dicairkan dengan sempurna di dalam kulkas (bukan suhu ruang) sampai benar-benar lunak. Jika daging masih setengah beku saat masuk ke wajan panas, bagian luarnya akan matang berlebih dan menjadi keras sementara bagian dalamnya belum matang sempurna.
3. Kenapa daging justru jadi keras saat ditambahkan air dingin di wajan?
Menambahkan air dingin saat proses menumis akan menyebabkan suhu wajan turun drastis secara tiba-tiba. Hal ini mengakibatkan serat otot daging mengerut seketika dan teksturnya akan berubah menjadi alot. Oleh karena itu, sangat disarankan menggunakan air panas jika ingin menambahkan kuah.
4. Apa kegunaan baking soda dalam proses pengempukan daging?
Baking soda bekerja dengan cara menaikkan tingkat keasaman pada permukaan daging, sehingga ikatan protein di dalamnya melemah dan tidak mudah mengerut saat terkena panas. Penggunaan dalam jumlah yang sangat sedikit sudah cukup untuk mengubah tekstur daging yang keras menjadi jauh lebih lembut.
5. Apakah buah nanas bisa digunakan untuk melembutkan daging tumis?
Nanas mengandung enzim bromelin yang sangat kuat dalam menghancurkan protein, namun untuk tumisan harus digunakan dengan sangat hati-hati. Jika marinasi dengan nanas terlalu lama, daging justru bisa menjadi terlalu hancur atau bertekstur seperti bubur. Maka dari itu, sebaiknya gunakan nanas hanya jika daging dipotong agak tebal.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3226358/original/037478600_1599037074-20200901-BPS-Lakukan-Sensus-Penduduk-Secara-Tatap-Muka-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260138/original/072176600_1781577859-Tugas__36_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4512411/original/053308500_1690191036-20230724_153839__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923461/original/ACg8ocLAePyHM4ktNNjVGCkbzP1ayB9wVyJVCu6KhlRUjokBaJirQBUF%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232438/original/063853000_1748237422-WhatsApp_Image_2025-05-26_at_12.20.07_553709d7.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262546/original/008930600_1781836184-063_2282273523.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411046/original/046902000_1782294947-000_B83G9YJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263356/original/061813100_1781903816-AP26170714954300-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458114/original/001317800_1782356893-000_B88W362.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259075/original/006227600_1781447167-Turki_vs_Australia-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450278/original/065503300_1782346556-vini.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8463410/original/055570200_1782363951-2172548214653296817.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8460074/original/088908600_1782359300-15021055947514109969.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8457416/original/015984700_1782355895-10427703899873442055.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458279/original/078184200_1782357143-HL_kue_mandi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562560/original/041100800_1776832617-Screenshot_2026-04-22_113133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392797/original/057395000_1782273205-3874162212393549821__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8404456/original/018853300_1782286996-4292563408598724799.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5046399/original/038771500_1733912546-45.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518634/original/048686400_1772514269-unnamed__54_.jpg)