Liputan6.com, Jakarta - Glory Lu, seorang ibu tiga anak berusia 36 tahun dan pendiri jenama kecantikan Myalu Beauty, awalnya tidak pernah terterik untuk melakukan operasi plastik. Namun, pandangannya berubah drastis setelah ia menjadi seorang ibu.
Lu menyambut kelahiran anak pertamanya pada 2020 dan melahirkan dua anak lainnya dalam waktu yang berdekatan. Seiring berjalannya waktu, ia mulai merasakan perubahan emosional saat melihat pantulan dirinya di cermin.
Ia mengaku merasakan sedih karena merasa penampilan wajah dan tubuhnya telah berubah setelah proses persalinan. "Ya ampun. Saya tidak terlihat seperti diri saya lagi," ungkapnya mengenang momen tersebut, dikutip dari People, Selasa, 16 Desember 2025.
Advertisement
Perasaan inilah yang mendorongnya untuk memulai perjalanan perawatan mommy makeover. Lu menjelaskan bahwa keputusan ini diambil murni untuk dirinya sendiri.Â
"Rasanya benar untuk melakukannya, karena itulah saya sebagai pribadi. Saya menginginkan perbaikan diri setelah memiliki anak," ujarnya.
Tujuan utama Lu bukanlah untuk mengubah penampilannya secara total hingga tak dikenali, melainkan untuk memutar waktu agar terlihat seperti versi dirinya yang lebih muda. Lu memilih terbang ke Korea Selatan dari New York karena merasa lebih familiar dengan praktik estetika di negara tersebut dibandingkan di Amerika Serikat.
Perjalanan transformasi Glory Lu dimulai tiga tahun lalu di FacePlus Clinic, Seoul. Saat itu, ia berkomitmen untuk menjalani tahap pertama perubahan penampilan yang berfokus pada perbaikan penampilan wajah. Ia memutuskan untuk tidak mengoperasi seluruh tubuhnya sampai ia benar-benar yakin sudah selesai memiliki anak.Â
Prosedur Wajah dan Kembalinya Rasa Percaya Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446463/original/093644600_1765890562-Screenshot_20251216-194526.jpg)
Pada tahap awal ini, Lu menjalani beberapa prosedur sekaligus, termasuk pelurusan hidung dan facelift bagian tengah dengan transfer lemak pada garis senyum seharga USD 4 ribu dollar (sekitar Rp 66 juta). Ia juga melakukan operasi reposisi lemak di area bawah mata dengan biaya USD 2.700 (sekitar Rp 45 juta).Â
Lu menggambarkan prosedur mata tersebut tidak menyakitkan dan justru heran mengapa ia membiarkan dirinya berjuang dengan kantung mata yang membengkak selama satu dekade. Hasil dari rangkaian operasi pertama ini berdampak psikologis yang signifikan baginya.
"Setelah putaran itu, saya merasa banyak kepercayaan diri saya kembali," kata Lu. Ia menekankan bahwa perubahan cara orang memperlakukannya bukan semata karena fisik barunya, melainkan karena aura percaya diri yang ia pancarkan.
"Cara saya memperlakukan orang berbeda. Cara orang memperlakukan saya berbeda... Begitu banyak kepercayaan diri saya kembali," tambahnya.
Tahun ini, setelah anak ketiganya menginjak usia 1 tahun, Lu siap melanjutkan ke tahap kedua perawatan kecantikannya yang lebih intensif. Ia kembali ke Seoul, kali ini di Pitangui Medical & Beauty Clinic.
Advertisement
Biaya Fantastis dan Rangkaian Operasi Tubuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446464/original/032610600_1765890563-Screenshot_20251216-194506.jpg)
Total biaya yang ia keluarkan untuk perjalanan operasi tersebut mencapai sekitar USD 21 ribu (sekitar Rp 350 juta), menjadikan total pengeluarannya selama bertahun-tahun mendekati angka USD 28 ribu (sekitar Rp 467 juta).
Rincian prosedurnya meliputi mini tummy tuck seharga USD 3.500 (sekitar Rp 58,3 juta) untuk perut bagian bawah, Liposuction 360 pada tubuh bagian atas dan paha dengan biaya total USD 12.240 (sekitar Rp 204 juta), serta pembesaran payudara melalui transfer lemak seharga USD 2.400 (sekitar Rp 40 juta).
Ia juga melakukan vaginoplasti reparatif seharga USD 3.100 (sekitar Rp 51,6 juta). Di saat yang sama, ia menambahkan sentuhan akhir pada wajahnya dengan pencangkokan lemak di dahi dan perawatan laser. Meskipun Lu menggambarkan pemulihan sedot lemak sebagai proses yang menyakitkan di Instagram-nya, ia merasa prosedur lainnya hanya memberikan rasa sakit minimal.
Ia pulih dalam waktu sekitar seminggu dan bahkan sempat berlibur di kota tersebut. Namun, ia kemudian mengungkapkan di Instagram Stories bahwa ia sempat mengalami emboli paru kecil atau gumpalan darah di paru-paru kanannya akibat operasi tersebut.
Respons Netizen dan Pandangan Tentang Penuaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446465/original/070140500_1765890563-Screenshot_20251216-194451.jpg)
Sejak terbuka soal rangkaian operasi yang jalaninya di media sosial, ia mengaku menerima banyak kebencian dari warganet. Banyak komentar negatif yang menyerang keputusannya untuk mengubah tubuh pasca melahirkan melalui jalan medis. Kritik tersebut sering kali menyinggung soal penerimaan diri secara alami.
"Orang-orang akan berkomentar di media sosial saya, mengatakan bahwa saya harus menerima tubuh dan wajah pemberian Tuhan, serta menerima penuaan dan kerusakan yang terjadi akibat kelahiran. Tapi, sangat sulit untuk setuju," ujar Lu kepada PEOPLE.
Ia menekankan bahwa di luar negeri, normalisasi estetika dan perbaikan kosmetik sudah menjadi hal yang lumrah dalam budaya mereka. Komentar pedas lainnya menuduh Lu memberikan contoh buruk bagi kaum wanita.
"Ada banyak wanita yang hanya berkata, Anda mendistorsi gambaran tentang seperti apa penuaan seharusnya atau Anda menghancurkan apa yang diperjuangkan wanita," ceritanya menirukan komentar para pengkritik. Ia pun menanggapinya dengan berusaha memahami sudut pandang pengkritiknya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2374718/original/052188900_1538656986-Infografis_Fenomena_Operasi_Plastik.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5446462/original/050257900_1765890562-1765889041749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259237/original/020699900_1781492590-charles-chen-hDkEPjvY4lE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5310039/original/090428800_1754652469-Upbit_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256941/original/035574200_1781177622-IMG_1647.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555481/original/007026600_1776159118-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369206/original/047420200_1759458941-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046085/original/053383100_1581323844-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4575133/original/042307900_1694670021-kereta_kim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315879/original/074035200_1785900473-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)