Liputan6.com, Jakarta - Membayar penantian panjang selama 21 tahun, Catalina Duque mengembalikan mahkota Miss International ke Kolombia. Ratu kecantikan berusia 26 tahun itu dinobatkan sebagai pemenang edisi ke-63 yang malam finalnya berlangsung di Yoyogi National Gymnasium, Shibuya, Tokyo, Jepang, Kamis (27/11/2025).
Kemenangan ini merupakan gelar Miss International ke-4 bagi Kolombia, menyusul kejayaan sebelumnya yang diraih pada 1960, 1999, dan 2004. Kabar gembira ini disambut antusias oleh para penggemar pageant.
Kemenangan Duque tidak sekadar penambahan trofi, tapi simbol ketekunan dan kualitas perempuan Kolombia yang selalu tampil memukau di panggung internasional. Sementara itu, wakil Indonesia, Melliza Xaviera Putri Yulian, finis sebagai 3rd Runner Up.
Advertisement
Yollanda Chimbarami dari Zimbabwe dinobatkan sebagai runner-up pertama, diikuti Paola Guzmán Sanchez dari Bolivia (runner-up kedua), dan Myrna Esguerra dari Filipina yang finis sebagai runner-up keempat.
Duque, dengan latar belakang pendidikan dan profesional yang kuat, telah membuktikan bahwa kecantikan fisik harus diimbangi dengan kecerdasan, karisma, dan tujuan sosial yang jelas, prinsip yang telah lama ia junjung sejak masa pemilihan nasional.
Melansir ColombiaOne, Kamis (27/11/2025), Duque bukanlah sosok biasa. Ia lahir di Miami pada 20 September 1999 dari orangtua berkebangsaan Kolombia yang berasal dari Medellin. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat, memegang gelar komunikasi sosial dengan fokus pada pemasaran digital dari universitas terbaik di dunia: EAFIT Medellin.
Sebelum memasuki dunia kontes kecantikan, Catalina membangun karier profesionalnya di Argos, sebuah perusahaan Kolombia terkemuka. Kualitas akademis dan profesional ini memberikan nilai tambah yang signifikan pada pribadinya.
Ia pertama kali menarik perhatian nasional setelah dinobatkan sebagai Señorita Colombia 2024, mewakili departemen Antioquia.
Kemenangan Bersejarah Catalina Duque
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426054/original/018304200_1764251322-catalina_doque.jpeg)
Kemenangan Duque bersejarah karena ia menjadi wanita pertama dari Antioquia yang memenangkan gelar tersebut setelah 28 tahun. Sepanjang kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional, ia selalu menyoroti kualitas yang ia yakini mendefinisikan seorang pemimpin wanita.
Ia menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan dan menolak gagasan bahwa seorang ratu kecantikan hanya sebatas sosok yang cantik. "Siapa pun bisa menjadi cantik, tapi memiliki 'paket lengkap' adalah sesuatu yang penting dan membuat dampak," ujarnya.
Duque secara vokal menyuarakan dukungannya terhadap ibu tunggal yang menjadi pengusaha dan bertekad menggunakan platform-nya untuk memberikan visibilitas dan dukungan pada perempuan. Filosofi yang kuat, yang memadukan karisma, kecerdasan, dan tujuan sosial, tampaknya jadi kunci utama yang membuatnya berhasil memenangkan hati juri Miss International 2025.
Â
Advertisement
Pemimpin Perempuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426055/original/056532800_1764251322-catalina.jpeg)
Kemenangan Duque tidak hanya membawa kebanggaan nasional bagi Kolombia, tapi juga berdampak terhadap cara pandang mengenai peran seorang ratu kecantikan. Dalam perjalanannya, ia secara konsisten mengedepankan kualitas kepemimpinan yang karismatik dan rendah hati
"Seorang pemimpin perempuan karismatik selalu mencari kebaikan bersama, memperhatikan orang lain, dan rendah hati. Dia mau belajar, itulah yang membuat seorang pemimpin sejati. Señoritas Kolombia telah melakukan hal yang sama selama 90 tahun, mereka adalah wanita yang penuh kecerdasan, keberanian, dan tujuan sosial yang menyatukan negara kita," katanya selama upacara penobatan.
Kemenangan ini juga mengukuhkan prestasinya di tingkat nasional, di mana ia berhasil mengalahkan empat finalis kuat lainnya di Señorita Colombia 2024, termasuk Nicolle Ospina dari Atlántico yang dinobatkan sebagai virreina.
Jejak Kemenangan Kolombia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426056/original/095796800_1764251322-miss_5.jpeg)
Kemenangan Duque sebagai Miss International 2025 merupakan pencapaian historis bagi Kolombia. Sejarah panjang negara tersebut di kontes ini dimulai sangat awal dan diwarnai sosok-sosok ikonis yang berhasil meraih gelar tersebut. Mahkota pertama Kolombia direbut Stella Marquez pada 1960.
Setelah penantian yang cukup lama, mahkota kedua berhasil diraih Paulina Galvez tahun 1999. Galvez dikenal dengan simbol kecantikan klasik dan pembawaan yang elegan, semakin mengukuhkan reputasi Kolombia sebagai penghasil ratu kecantikan berkelas. Kemudian, hanya berselang lima tahun, kemenangan ketiga datang melalui Jeymmy Vargas pada 2004.
Kemenangan Vargas menjadi yang terakhir sebelum Duque berhasil memutus siklus penantian panjang selama 21 tahun. Jeda yang lama ini menjadikan kemenangannya terasa jauh lebih istimewa dan bernilai tinggi.
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-square-new.png,540,20,0)/kly-media-production/medias/5060784/original/095590100_1734774326-WhatsApp_Image_2024-12-21_at_16.33.40.jpeg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426129/original/044470300_1764259266-Miss_International.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102311/original/030973200_1783041297-063_2284405483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)