Sukses

Usai Libur Lebaran, TMII Tutup Lagi untuk Sementara

Liputan6.com, Jakarta - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur, termasuk salah satu destinasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Jakarta di masa libur Lebaran. Meski begitu, TMII yang masih dalam tahap renovasi untuk menyambut acara G20 membatasi jumlah kapasitas wisatawan hanya 50 persen.

Kini usai masa libur Lebaran, TMII kembali tutup mulai hari ini, Selasa (17/5/2022). Mereka tutup sementara untuk melanjutkan proses renovasi. Informasi itu diumumkan di akun Instagram resmi mereka.

"Mohon Maaf, kami TUTUP SEMENTARA mulai dari tanggal 17 Mei 2022 - Dalam rangka Revitalisasi TMII 🙏🏼," tulis pengumuman di akun Instagram @tmiiofficial pada Senin, 16 Mei 2022.

"Nantikan TMII yang jauh lebih menarik, dengan beragam fasilitas dan hiburan  Sampai berjumpa lagi di lain kesempatan!" sambung pengumuman tersebut.

Selama proses revitalisasi, TMII sudah beberapa kali tutup dan kembali buka secara terbatas pada 9--16 Mei 2022 untuk menampung minat masyarakat yang ingin berkunjung terutama di masa libu Lebaran 2022. Revitalisasi TMII ditargetkan rampung pada Oktober 2022, seiring dengan event G20 di Indonesia.

Pada bulan lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan TMII akan mengalami mobilisasi masyarakat yang meningkat pada libur Lebaran 2022. Bagi masyarakat Indonesia yang tidak mudik dan masyarakat Jakarta yang berada di Jabodetabek, Taman Mini merupakan tujuan wisata favorit.

"Hari pertama ditargetkan 50 ribu (pengunjung) yang akan mengunjungi Taman Mini dengan protokol kesehatan yang ketat. Karena masih dalam proses pembangunan dan renovasi, maka pengunjung dibatasi hanya 50 ribu," ucap Sandiaga.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Sangat Dekat dengan TMII

Sandiaga mengatakan hatinya sangat dekat dengan TMII karena ia besar di sana karena ibundanya pernah punya usaha kerajinan tangan. Sementara itu, Taman Burung merupakan hasil desain pamannya, Ir. Zain Rahman.

Kata Sandi, Kemenparekraf ingin terus menyiapkan aktivitas yang menarik di Taman Mini. Mereka yang ingin foto seperti pernikahan di Sumatera Barat, di sini juga disediakan. "Mereka bisa foto-foto dan ada tari talempong. Kami juga mengajak masyarakat yang break Ramadhan untuk mengunjungi Taman Mini Indonesia Indah," ujar Sandiaga

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Andhika Permata mengatakan, TMII adalah salah satu unggulan kawasan wisata yang berada di Jakarta. "Jika mas Menteri punya histori dengan Taman Mini Indonesia Indah, kami pun begitu. Kami sempat lomba tata upacara bendera di Tugu Api Pancasila sehingga kami punya histori sendiri," ucap Andhika. "Saya mengajak masyarakat untuk liburan di Jakarta," tambahnya.

Beberapa hari lalu, Direktur Eksekutif TMII, I Gusti Putu Ngurah Sedana mengatakan, sebanyak 19.449 orang mengunjungi TMII pada hari kedua Idul Fitri 1443 Hijriah, atau pada 3 Mei 2022. Jumlah itu berdasarkan penjualan tiket masuk hingga pukul 18.00 WIB.

3 dari 4 halaman

Ruang Terbuka Hijau

Sedana menambahkan, jumlah kunjungan wisatawan pada H+1 Lebaran jauh meningkat dibandingkan dengan hari sebelumnya sejak TMII dibuka kembali pada 30 April 2022. "Peningkatan hampir 95 persen," ungkap Sedana.

TMII yang masih dalam tahap renovasi membatasi jumlah kapasitas wisatawan hanya 50 persen. "Pembatasan kunjungan 50 persen atau 30.000 orang untuk umum," tutur Sedana.

Mengenai revitalisasi, Yori Antar, arsitek yang bertanggung jawab atas desain baru TMII, menyebut bahwa transformasi TMII justru bermaksud mengembalikan roh objek wisata itu sebagai "taman." Artinya, ruang terbuka hijau dirancang lebih dominan di kawasan objek wisata di bilangan Jakarta Timur tersebut. Selain, ia juga menyisipkan unsur-unsur budaya Indonesia untuk seleras dengan identitas ikonis TMII.

"Desainnya akan memperkuat narasi 'The Ultimate Showcase of Indonesia,'" katanya dalam press tour di TMII, beberapa waktu lalu. Rancangan baru objek wisata ini, Yori menjelaskan, terbagi dalam empat bagian utama.

Pertama, "Indonesia Klasik" yang didominasi nuansa elegan dan geometris di koridor utama. "Pedestrian (di pintu masuk utama TMII) akan dipindahkan ke tengah, sekarang kan masih di kanan kiri jalan," ia menuturkan.

4 dari 4 halaman

Material Alam

Visualnya akan menghormati kejayaan kerajaan masa lalu yang menginspirasi dunia, seperti Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Mataram. Karena itu, dominasi warnanya akan berupa terracotta dengan material serupa batu-batu candi. "Tugu Api Pancasila juga akan direvitalisasi. Keramiknya diubah supaya kalau siang tidak terasa panas," ujarnya. "Di kanan-kirinya juga akan ditambah ruang teduh, karena biasanya di tempat ini masyarakat duduk-duduk."

Rancangan utama selanjutnya akan merombak area danau archipelago. Yori menyebut, dalam rancangannya, area ini akan didominasi material alam, seperti kayu dan batu. "Padahal ini main attraction, tapi selama ini terlewat begitu saja. Jadi, akan dilakukan penguatan," pungkasnya.

Yori menyebut, selain perawatan yang membuat air danau nantinya bening, desain pulau-pulau juga akan dibuat lebih nyata. "Misalnya di Sumatra ada Bukti Barisan, itu harus kelihatan. Kemudian, gunung berapi mana yang masih aktif, bisa diberikan obor dan nantinya jadi pertunjukan 'ring of fire,'" jelasnya.

Akan ada banyak pertunjukan yang dijadwalkan di area ini, termasuk air mancur menari. Kawasan ini juga akan bebas kendaraan motor, hanya ada transportasi listrik untuk menjemput dan mengantar penunjung, pembuatan teras-teras untuk bersantai, fasilitas bangku di sana-sini, serta jogging track.