Sukses

Bangun Bisnis yang Bawa Perubahan, Nggak Cuma Cuan, Ini Strategi Merumuskannya

Liputan6.com, Jakarta Dari sekian banyak celah untuk berbisnis, membangun sebuah usaha itu nggak cuma ngomongin modal dalam bentuk materi. Ada hal lain yang juga penting jadi pertimbangan yaitu brand purpose

Ya, kebanyakan orang berbisnis untuk mencari cuan alias untung. Padahal, brand purpose nggak bisa dipandang sebelah mata karena dapat menjadi pondasi esensial yang mampu mengarahkan dan mendorong sebuah bisnis untuk terus berkembang. 

Dengan adanya brand purpose, seorang pebisnis dapat memberi dampak positif bagi masyarakat dengan cara ‘memengaruhi’ keputusan konsumen terhadap sebuah brand

Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari yang biasa disapa Lala menjelaskan, di tengah era digital, persaingan bisnis dalam meraih perhatian konsumen kini menjadi semakin ketat. Tidak lagi terpusat pada fungsi sebuah produk maupun jasa. 

Namun salah satu hal terpenting yang mempengaruhi cara pandang konsumen adalah konsistensi bisnis dalam mewujudkan brand purpose yang bermakna dan dapat membawa perubahan bagi masyarakat secara jangka panjang.

Dalam Shopeepay Talk yang mengangkat tema Gak Cuma Cuan, Bisnis Juga Bisa Bawa Perubahan, Lala berharap agar para pebisnis di Tanah Air dapat mulai mengembangkan bisnis, dengan melihat brand purpose yang memberikan perubahan signifikan ke masyarakat. 

"Kami harap ShopeePay Talk kali ini dapat membangkitkan gelora semangat pelaku bisnis tanah air untuk bersama-sama memulai dan mengembangkan bisnis bermakna sebagai upaya pemulihan perekonomian Indonesia menyambut tahun 2022," ujar Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam Dari dalam acara virtual ShopeePay Talk ke-15, Jumat (17/12). 

Tujuan akhir yang ingin dicapai brand purpose sebenarnya nggak cuma berfokus pada profit bisnis, tapi bagaimana sebuah bisnis juga dapat mengemban tujuan mulianya sehingga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Oleh karena itu, Shopeepay Talk menghadirkan tiga narasumber inspiratif, antara lain Audrey Maximillian Herli (Co-Founder & CEO of Riliv), dr. Shirley Oslan (Co-Founder of Mad for Makeup), dan Wendy Pratama (Founder & CEO of Lingkaran) untuk berbagi insights. Mereka adalah orang-orang yang berhasil membangun dan mengembangkan bisnisnya hingga hari ini, dengan memberikan social impact

2 dari 3 halaman

Brand Purpose Membawa Perubahan

Membangun brand purpose memang nggak mudah. Butuh waktu yang nggak sebentar, agar sebuah brand bisa diingat konsumennya. 

Menurut Wendy Pratama, brand purpose adalah alasan di balik seseorang membangun bisnis yang lebih dari sekadar mencari cuan. Sebuah brand purpose, menurut Wendy, harus berperan sebagai problem solving atau pemecahan masalah. 

"Kalau berbisnis, pastinya memang harus ada revenue yang dihasilkan. Tapi bagi seorang founder, penting juga bagi mereka untuk harus tahu problem apa yang ingin diselesaikan," jelas Wendy yang membangun platform Lingkaran dan fokus pada pendidikan kreatif bagi para wirausahawan. 

Berkaitan dengan problem solving dari sebuah brand purpose, dr. Shirley misalnya. Di akhir 2017, dia mulai memperkenalkan produk perawatan kecantikan, dengan membawa issue yang berkaitan dengan standar kecantikan. 

dr Shirley menjelaskan, brand-nya hadir untuk mengingatkan kembali seluruh perempuan di Indonesia kalau mereka cantik tanpa syarat, mengajak perempuan Indonesia untuk lebih menerima, dan mencintai diri sendiri.

"Jadi brand purpose kami bukan sekadar jualan produk, tapi bagaimana relationship antar brand dengan customer bisa stay long," katanya. 

Jika Wendy fokus pada perubahan di dunia pendidikan, dr. Shirley mengembangkan bisnis di industri kecantikan, berbeda halnya dengan Audrey Maximillian Herli. Lewat platform Riliv, Maximillian berusaha melawan stigma negatif  kesehatan mental. 

"Kami membangun layanan yang berfokus pada isu kesehatan mental. Meski nggak kasat mata, isu tersebut kerap mendapat stigma negatif. Misalnya, orang yang depresi jadi takut datang ke psikolog karena dianggap orang dengan gangguan Kejiwaan. Oleh karena itu, kami hadir untuk menjadi safe place untuk masyarakat Indonesia yang mau konseling dan kami bekerja sama juga dengan Pemerintah yang menyuarakan kesehatan mental," kata Maximillian. 

"Lebih dari sekadar menciptakan bisnis, jadilah sebuah bisnis yang dapat menghadirkan solusi bagi masalah yang ada. Ketika kita berhasil memecahkan masalah yang ada, bisnis kita akan menjadi semakin sustainable dan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat sekitar," kata Maximillian sejalan dengan Wendy. 

3 dari 3 halaman

Strategi Ideal Brand Purpose Untuk Pemula

Brand purpose memang menjadi hal penting dalam membangun sebuah bisnis. Tujuannya tak lain, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap brand tersebut. Itu artinya, brand purpose menjadi investasi berharga untuk membantu bisnis berumur panjang. 

Nah, bagi kamu yang akan memulai bisnis, ada beberapa strategi ideal membangun brand purpose menurut pengalaman dari Maximillian, dr Shirley, dan Wendy berikut ini: 

  1. Seorang founder bisa memulai dari isu apa yang memang ia pedulikan secara pribadi.
  2. Founder harus mampu menciptakan ikatan emosional dengan konsumen melalui brand purpose sehingga tercipta konsumen yang loyal. Nggak cuma cuan, value yang ada dalam brand purpose juga dapat menarik minat calon tim yang ingin bergabung dengan bisnis tersebut.
  3. Konsisten mengomunikasikan brand purpose melalui strategi marketing.

Untuk diketahui, ShopeePay Talk akan terus dihadirkan setiap bulan dengan tema-tema yang menarik, untuk berdiskusi dan berbagi informasi dari perspektif bisnis secara ringan, trendy, dan insightful

Nantikan ShopeePay Talk episode berikut dengan tema dan narasumber menarik lainnya. Jangan lupa unduh aplikasi Shopee secara gratis melalui App Store atau Google Play dan segera aktifkan ShopeePay.

 

(*)