Sukses

Pentingnya Orangtua Mengajak Anak-Anak untuk Bermain Bersama

Liputan6.com, Jakarta - Bermain jadi salah satu aktivitas penting dalam proses tumbuh kembang anak-anak. Hal ini dikarenakan, bermain berkontribusi pada perkembangan kemampuan kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak-anak.

Bagi para orangtua yang bekerja, tidak punya cukup waktu untuk menjalin bonding yang erat dengan buah hati. Kegiatan bermain dapat memiliki sebuah situasi ideal bagi orangtua untuk terlibat penuh dalam mengamati perkembangan si kecil.

Berdasarkan keterangan yang diterima Liputan6.com, Early Learning Centre (ELC) melalui kampanye teranyar, Main Sama Anak, mengajak orangtua agar dapat meluangkan waktu bermain bersama anak menggunakan jenis mainan nyata dan mengurangi penggunaan gawai.

"Bermain merupakan dunia yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak-anak. Namun, kesibukan terkadang membuat kita, orangtua, lupa bahwa anak membutuhkan waktu bermain bersama orang tuanya," kata Mohit Nigam, Brand General Manager ELC Indonesia.

"Selain itu, kami juga ingin mengingatkan bahwa bermain menggunakan physical toys (mainan yang nyata) dapat membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak, serta mempererat kedekatan antara anak dan orangtua," tambahnya.

Berbagi momen bersama anak menjadi hal yang penting, terutama di masa perkembangannya. Bermain dengan anak dapat mempererat ikatan emosional yang lebih dalam antara orangtua dan anak.

2 dari 3 halaman

Batas Penggunaan Screentime untuk Anak-Anak

Ikatan ini dapat menjadikan anak lebih nyaman dengan lingkungannya dan juga menjadi modal bagi anak untuk melatih kemampuan sosial dan emosi ketika besar nanti. Saat ini, banyak sekali orangtua yang memberi kelonggaran bagi anak untuk bermain gawai, baik untuk bermain game atau menonton video.

Namun tak jarang, masih banyak orangtua yang belum mengetahui batasan penggunaan screentime untuk anak-anak, yakni bayi usia di bawah 18 bulan, tidak dianjurkan untuk menggunakan gawai kecuali untuk videocall ketika orangtua sedang bekerja atau tidak berada di rumah.

Kemudian bayi usia 18 bulan hingga 24 bulan, diperbolehkan menggunakan gawai kurang dari 1 jam. Namun orangtua harus mendampingi dan memilihkan konten yang sesuai untuk usia anak. Peran orangtua juga sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada anak terkait konten yang sedang mereka lihat.

Anak usia 2--5 tahun, diperbolehkah untuk menggunakan gawai selama 1 jam dan orangtua juga masih harus tetap mendampingi untuk membantu memilihkan program dan memberikan pemahaman kepada anak terkait program yang sedang mereka lihat.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Cegah Corona, Begini Cara Sterilkan Pesawat dengan Sinar UV