Sukses

Berbagi Isi Pantry, Cara Warga Thailand Peduli yang Kelaparan akibat Corona

Liputan6.com, Jakarta - Dampak pandemi corona Covid-19 dialami merata nyaris oleh semua warga dunia. Sebagian masih bisa hidup tenang dengan cukup persediaan makanan, lainnya harus was-was karena bayangan kelaparan di depan mata. Hal itu juga dirasakan oleh sebagian warga Thailand.

Sejumlah gerakan spontan yang diinisiasi warga mampu bermunculan. Mereka berempati pada kondisi sesama dengan berusaha menyediakan kebutuhan pangan warga. Salah satu yang naik daun adalah sebuah gerakan yang disebut Pantry of Sharing alias berbagi isi pantry.

Dikutip dari The Thaiger, Selasa (12/5/2020), pantry dadakan bermunculan di berbagai tempat. Warga menaruh lemari dapur di depan rumah dekat pinggir jalan. Warga yang mampu menaruh kelebihan stok makanannya di lemari itu, sementara yang tidak mampu mengambil persediaan sesuai kebutuhan.

Di antara deretan produk, terdapat mi instan, saus, bumbu-bumbu, ikan kalengan, botol air kemasan, telur, dan obat-obatan. Di dekat lemari itu ditaruh spanduk bertuliskan, "Silakan ambil gratis apapun yang Anda butuhkan dan tinggalkan apapun yang bisa dibagi." Tanda lain bertuliskan, "Memberi Lebih. Lebih Cinta."

Hanya dalam beberapa minggu, pantry tersebut terlihat di berbagai wilayah di Thailand, mulai dari Chiang Mai hingga selatan Thailand seperti Surat Thani dan Nakhon Si Thammarat. Gerakan makin meluas setelah banyak warganet mengunggahnya ke media sosial. 

2 dari 3 halaman

Sempat Khawatir

Sang penggagas gerakan adalah Supakit Kulchartvijit. Ia mengaku mendapat ide membuat program Pantry of Sharing setelah terinspirasi dari proyek berbagi makanan dari berbagai belahan dunia, seperti Bank Makanan Australia dan Little Free Pantry Movement di AS.

"Ketika pertama kali mengutarakan ide ini kepada yang lain, mereka khawatir bila orang-orang akan mengambil semua isi kabinet atau bahkan mencuri lemarinya sekalian," kata dia kepada The Nation Thailand.

"Kami lalu membuat empat kabinet di Bangkok dan satu lagi di Provinsi Rayong," sambung dia.

"Selama dua minggu terakhir, orang-orang mulai menaruh banyak barang di rak-rak, sementara yang terdampak akibat wabah mengambil barang sesuai kebutuhan," lanjut Supakit.

Kulchartvijit membuktikan orang-orang justru makin dermawan meski sebelumnya disangsikan oleh teman-temannya. Bahkan, gerakan itu direplikasi oleh warga lain. Di Khon Kaen misalnya, warga lokal memulai berbagi isi pantry di Isan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Unik, Potret Kompakan Baju Lebaran Ala Netizen