Sukses

Belajar Seluk-Beluk Kopi Bali Sambil Menikmati Keindahan Alam

Liputan6.com, Jakarta Belum lengkap rasanya jika ke Bali tapi tidak menyicip kenikmatan kopinya. Kopi Bali dikenal sebagai salah satu varian kopi terbaik Nusantara, selain kopi Toraja, kopi Aceh, dan kopi Flores.

Jika Anda sedang berada di Bali dan ingin menikmati sambil belajar kopi Bali, mampirlah ke Kopi Satria Batu Bulan yang ada di kawasan Gianyar, tepatnya berada di Jalan Kintamani, Tampaksiring.

Dewa Gede Asmaraguna, Founder Agrowisata Satria Coffee kepada Liputan6.com, Kamis (6/9/2018) menceritakan, Tampaksiring ke Kintamani merupakan salah satu jalur kopi di Bali. Munculnya agrowisata ini bermula di sekitar tahun 80-an saat wisman yang berkunjung ke Bali secara tak sengaja melihat jalur kopi.

“Awalnya wisman ke Kintamani hanya ingin makan dan melihat view, karena ditemukan banyak cengkeh, kopi, ada kebun cokelat. Dari sana barulah dikemas agrowisata ini. Awalnya kan tamu stop dan melihat, tapi ada yang mengusulkan, untuk yang punya lahan agar bisa mengemas ini menjadi agrowisata,” ungkap Dewa Gede.

 

2 dari 3 halaman

Beragam jenis kopi tersedia di sini

Dewa Gede menjelaskan, di tempat ini dikembangkan kopi Bali dari jenis arabika dan robusta. Bahkan Satria Coffee memiliki 5 hektar lahan kopi luwak dengan 3 varian yang berbeda, yaitu luwak ketan, luwak pandan, dan luwak injin. Tak hanya kopi, kawasan agrowisata ini juga mengembangkan aneka rempah, bumbu dapur, dan biji-bijian lain.

“Biar tak hanya melihat, kami buka paket wisatanya, kalau mau coba kopi luwak itu Rp 50 ribu per pack, dapat kopi luwak satu cup sama 12 tester cup aneka minuman rempah lainnya. Dan kami juga ada edukasi, ada lahan edukasi 1,5 hektare. Yang di sini hanya untuk edukasi saja,” kata Dewa Gede.

 

 

3 dari 3 halaman

Agrowisata Berkonsep Modern

Agrowisata Satria Coffee menjadi tempat yang tepat bagi Anda yang ingin mencari tahu seluk-beluk kopi Bali. Konsepnya yang dikemas secara modern, namun tidak meninggalkan sisi tradisional, seperti cara memasak kopi yang masih dilakukan dengan cara disangrai menggunakan kayu bakar, menciptakan daya tarik sendiri, yang mungkin belum ditemukan di tempat lain.

Artikel Selanjutnya
Gangguan di PLTU Paiton, Listrik di Bali Padam Total
Artikel Selanjutnya
Usai Liburan di Bali, Pria Australia Derita Kelumpuhan