Sukses

Jakarta Buka Kompetisi Balet Internasional Asian Grand Prix

Liputan6.com, Jakarta Jakarta menjadi kota pembuka kejuaraan balet bergengsi taraf internasional Asian Grand Prix (AGP) dari kompetisi regional di 10 kita di Asia Pasifik. Rangkaian kompetisi regional ini akan dimulai pada 3-4 Maret 2018 di Taman Ismail Marzuki.

Setelah itu berturut-turut diikuti kota lain seperti Singapura, Taipei, Bangkok, Tokyo, Hong Kong, Manila, Sydney, Seoul, dan Auckland. Secara otomatis, menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota tersebut yang terkenal dengan seni pertunjukan baletnya.

Para pemenang kompetisi balet dari tiap kota, akan bertanding di final internasional yang diadakan di Hong Kong pada Agustus 2018. Pada AGP 2018 yang bekerja sama dengan Ballet.it, peserta dibagi menjadi 6 kategori, 3 pre-kompetitif (7-13 tahun) dan 3 kategori kompetitif (usia 13-19 tahun).

 

 

1 dari 3 halaman

Juri Unggulan

Juri pada kompetisi AGP regional Jakarta adalah mantan penari profesional unggulan, yaitu Anna Serafinas mantan soloist Essen Ballet Company, Mike Wang dan So Hon Wah mantan Principal Hong Kong Ballet.

Berbeda dari kompetisi balet lain yang biasa digelar di Indonesia, AGO menggunakan sistem penjurial seperti kejuatan balet internasional lain. Di mana peserta bukan hanya dinilai saat menari variation di atas panggung, tapi juga saat mengikuti kelas teknik wajib.

2 dari 3 halaman

Beda dari Kompetisi Balet di Indonesia

Para orangtua, guru, teman-teman, dan para penikmat seni juga boleh melihat secara langsung adu tari. Baik saat di kelas atau saat menari di atas panggung.

Kompetisi Asian Grand Prix (AGP) yang sudah digelar sejak tahun 2011 ini sudah menelurkan banyak nama besar di dunia balet Asia.

Di antaranya Joy Womack pemenang AGP yang saat ini menjadi penari utama di Universal Ballet. Atau ballerina Indonesia Resti Oktaviani, finalis AGP 2016 yang saat ini menari untuk Ballet Manila.

Indonesia sendiri aktif mengikuti pertandingan balet AGP di Hong Kong sejak 2014. Prestasi di AGP ditorehkan ballerina cilik Indonesia Rebecca Hadibroto dari Marlupi Dance Academy yang memboyong medali emas pada 2017.