Liputan6.com, Jakarta - Di antara beragam selawat, Sholawat Badar menjadi salah satu yang paling populer di Indonesia dan memiliki tempat tersendiri. Tak hanya berisi pujian kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga lekat dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Sholawat Badar kerap dilantunkan dalam berbagai acara keagamaan.
Sholawat Badar termasuk sholawat ghairu ma'tsurah, yaitu syair yang disusun oleh ulama sebagai ungkapan kecintaan kepada Nabi sekaligus doa untuk keselamatan umat. Liriknya memuat pujian kepada Allah dan Rasulullah SAW, penghormatan kepada para sahabat yang mengikuti Perang Badar, serta rangkaian doa agar umat dijauhkan dari kesulitan, bencana, dan berbagai ancaman.
Syair tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan sosial dan budaya masyarakat Muslim Indonesia. Karena itu, keberadaannya kini tidak hanya dapat dilihat dari sisi spiritual, tetapi juga sebagai bagian dari khazanah tradisi Islam Nusantara.
Advertisement
Dalam buku 70 Shalawat Pilihan karya Ustadz Mahmud Sami, sholawat dijelaskan sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Rasulullah SAW sekaligus pengakuan atas kedudukan beliau. Sementara itu, Qadhi 'Iyadh dalam Asy-Syifa' menjelaskan kaitan pembacaan sholawat dengan upaya memperoleh keberkahan atau tabarruk.
Lafal Sholawat Badar: Arab, Latin, dan Artinya
Berikut adalah bait-bait inti dari Sholawat Badar yang paling masyhur diamalkan oleh umat Islam.
Arab:
صَـلاَةُ اللهِ سَـلاَمُ اللهِ ، عَـلَى طٰـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
صَـلاَةُ اللهِ سَـلاَمُ اللهِ ، عَـلَى يـٰسٓ حَبِيْبِ اللهِ
تَوَسَّـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللهِ ، وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
وَ كُــلِّ مُجَـاهِـدٍ لِلّٰهِ ، بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ
اِلٰهِـى سَـلِّـمِ اْلاُمَّــةْ ، مِـنَ اْلاٰفَـاتِ وَالنِّـقْـمَةْ
وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةْ ، بِاَ هْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ
Latin:
Shalaatullaah Salaamullaah, ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah
Shalaatullaah Salaamullaah, ‘Alaa Yaasiin Habiibillaah
Tawassalnaa Bibismillaah, Wabil Haadi Rasuulillaah Wakulli Mujaahidin Lillaah, Bi Ahlil Badri Yaa Allah
Ilaahi Sallimil Ummah, Minal Aafaati Wanniqmah
Wamin Hammin Wamin Ghummah, Bi Ahlil Badri Yaa Allah
Artinya:
"Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi utusan Allah (Thaaha). Rahmat dan keselamatan Allah, semoga tetap untuk Nabi kekasih Allah (Yaasiin). Kami berwasilah dengan asma Allah, dan dengan petunjuk Rasulullah. Dan dengan semua pejuang di jalan Allah, yaitu para pahlawan Badar, Ya Allah. Ya Tuhanku, selamatkanlah umat ini, dari segala bencana dan siksa. Dan dari segala kesusahan dan kesempitan, dengan berkah para pahlawan Badar, Ya Allah."
Bacaan Lengkap Sholawat Badar Teks Arab, Latin dan Artinya
Shalawat Badar Lengkap: Teks Arab, Latin, dan Artinya
Teks Arab Shalawat Badar Lengkap:
صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى طهَ رَسُولِ اللهِ
صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى يٰس حَبِيبِ اللهِ
تَوَسَّلْنَا بِبِسْمِ اللهِ وَبِالْهَادِي رَسُولِ اللهِ
وَكُلِّ مُجَاهِدٍ لِلَّهِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 2
إِلٰهِي سَلِّمِ الْأُمَّةَ مِنَ الْآفَاتِ وَالنِّقْمَةِ
وَمِنْ هَمٍّ وَمِنْ غُمَّةٍ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 3
إِلٰهِي نَجِّنَا وَاكْشِفْ جَمِيعَ أَذِيَّةٍ
وَاصْرِفْ مَكَائِدَ الْعِدَا وَالْطُفْ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 4
إِلٰهِي نَفِّسِ الْكُرَبَا مِنَ الْعَاصِينَ وَالْعَطَبَا
وَكُلِّ بَلِيَّةٍ وَوَبَا بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 5
فَكَمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَمْ مِنْ ذِلَّةٍ فَصَلَتْ
وَكَمْ مِنْ نِعْمَةٍ وَصَلَتْ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 6
وَكَمْ أَغْنَيْتَ ذَا الْعُمْرِ وَكَمْ أَوْلَيْتَ ذَا الْفَقْرِ
وَكَمْ عَافَيْتَ ذَا الْوِزْرِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 7
لَقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَلْبِ جَمِيعُ الْأَرْضِ مَعْ رَحْبِ
فَأَنْجِ مِنَ الْبَلَاءِ الصَّعْبِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 8
أَتَيْنَا طَالِبِي الرِّفْقِ وَجُلِّ الْخَيْرِ وَالسَّعْدِ
فَوَسِّعْ مِنْحَةَ الْأَيْدِي بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 9
فَلَا تَرْدُدْ مَعَ الْخَيْبَةِ بَلِ اجْعَلْنَا عَلَى الطَّيْبَةِ
أَيَا ذَا الْعِزِّ وَالْهَيْبَةِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 10
وَإِنْ تَرْدُدْ فَمَنْ نَأْتِي بِنَيْلِ جَمِيعِ حَاجَاتِي
أَيَا جَالِيَ الْمُلِمَّاتِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 11
إِلٰهِي اغْفِرْ وَأَكْرِمْنَا بِنَيْلِ مَطَالِبٍ مِنَّا
وَدَفْعِ مَسَاءَةٍ عَنَّا بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 12
إِلٰهِي أَنْتَ ذُو لُطْفٍ وَذُو فَضْلٍ وَذُو عَطْفٍ
وَكَمْ مِنْ كُرْبَةٍ تَنْفِي بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Bait 13
وَصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ الْبَرِّ بِلَا عَدٍّ وَلَا حَصْرِ
وَآلِ سَادَةٍ غُرٍّ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ
Latin Shalawat Badar
Bait 1
Shalaatullaah salaamullaah 'alaa Thaahaa Rasuulillaah
Shalaatullaah salaamullaah 'alaa Yaa Siin Habiibillaah
Tawassalnaa bibismillaah wa bil-Haadii Rasuulillaah
wa kulli mujaahidin lillaah bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 2
Ilaahii sallimil-ummah minal-aafaati wan-niqmah
wa min hammin wa min ghummah bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 3
Ilaahii najjinaa waksyif jamii'a adziyyah
washrif makaa'idal-'adaa walthuf bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 4
Ilaahii naffisil-kurabaa minal-'aashiina wal-'athabaa
wa kulli baliyyatin wa wabaa bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 5
Fakam min rahmatin hashalat wa kam min dzillatin fashalat
wa kam min ni'matin washalat bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 6
Wa kam aghnaita dza al-'umri wa kam awlaita dza al-faqri
wa kam 'aafaita dza al-wizri bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 7
Laqad dhaaqat 'alal-qalbi jamii'ul-ardhi ma'a rahbi
fa anji minal-balaa ish-sha'bi bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 8
Atainaa thaalibir-rifqi wa jullil-khairi was-sa'di
fa wassii' minhat-al-aaydi bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 9
Falaa tardud ma'al-khaibah balij'alnaa 'alath-thaibah
ayaa dzal-'izzi wal-haibah bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 10
Wa in tardud faman na'tii binailli jamii'i haajaatii
ayaa jaaliy al-mulimmaati bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 11
Ilaahii ighfir wa akrimnaa binailli mathaalibin minnaa
wa daf'i masaa-atin 'annaa bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 12
Ilaahii anta dzuu luthfin wa dzuu fadhl-in wa dzuu 'athfin
wa kam min kurbatin tanfii bi ahlil-badri yaa Allaah
Bait 13
Wa shalli 'alan-nabiyyil-barri bila 'addin wa laa hashri
wa aali saadatin ghurri bi ahlil-badri yaa Allaah
Arti Shalawat Badar
Bait 1
Rahmat dan keselamatan Allah semoga tetap tercurah kepada Thaha, utusan Allah.
Rahmat dan keselamatan Allah semoga tetap tercurah kepada Yasin, kekasih Allah.
Kami bertawasul dengan menyebut nama Allah dan dengan Nabi pembawa petunjuk, Rasulullah.
Dan dengan seluruh orang yang berjuang karena Allah, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 2
Wahai Tuhanku, selamatkanlah umat dari berbagai bencana dan siksa.
Jauhkanlah mereka dari kegelisahan dan kesusahan, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 3
Wahai Tuhanku, selamatkanlah kami dan hilangkanlah segala sesuatu yang menyakiti.
Jauhkanlah tipu daya para musuh dan limpahkanlah kelembutan-Mu kepada kami, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 4
Wahai Tuhanku, hilangkanlah segala kesusahan dari orang-orang yang berbuat maksiat dan kerusakan.
Jauhkanlah segala bencana dan wabah penyakit, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 5
Betapa banyak rahmat yang telah diperoleh dan betapa banyak kehinaan yang telah disingkirkan.
Betapa banyak nikmat yang telah sampai, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 6
Betapa sering Engkau memberikan kecukupan kepada orang yang berada dalam kelapangan.
Betapa sering Engkau memberikan pertolongan kepada orang yang berada dalam kefakiran.
Dan betapa sering Engkau memberikan kesehatan serta mengampuni orang yang memiliki dosa, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 7
Sungguh, hati terasa sempit meskipun bumi ini begitu luas karena berbagai kesulitan.
Maka selamatkanlah kami dari bencana yang berat, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 8
Kami datang memohon kelembutan, kebaikan yang besar, dan kebahagiaan.
Maka luaskanlah anugerah dan pemberian-Mu kepada kami, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 9
Janganlah Engkau mengembalikan kami dalam keadaan kecewa.
Namun jadikanlah kami berada dalam kebaikan, wahai Zat Yang memiliki kemuliaan dan kewibawaan, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 10
Jika Engkau menolak kami, kepada siapa lagi kami akan datang untuk memperoleh seluruh kebutuhan kami?
Wahai Zat Yang menghilangkan berbagai kesulitan, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 11
Wahai Tuhanku, ampunilah kami dan muliakanlah kami dengan tercapainya berbagai permohonan kami.
Jauhkanlah segala keburukan dari kami, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 12
Wahai Tuhanku, Engkaulah Zat Yang mempunyai kelembutan, keutamaan, dan kasih sayang.
Betapa banyak kesusahan yang telah Engkau hilangkan, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Bait 13
Limpahkanlah rahmat kepada Nabi yang senantiasa berbuat kebajikan, tanpa batas dan tanpa terhitung.
Dan limpahkanlah rahmat kepada keluarga Nabi serta para pemimpin yang mulia dan bercahaya, dengan keberkahan Ahli Badar, wahai Allah.
Makna Mendalam Sholawat Badar
Secara teologis, Sholawat Badar menempati tingkatan Shalawat At-Tawassul (shalawat yang digunakan sebagai perantara doa) dan Shalawat Al-Hifzh (shalawat untuk perlindungan). Makna mendalam dari lantunan ini terletak pada integrasi antara kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan penghormatan terhadap Ahlul Badr (Pasukan Perang Badar).
Dalam Islam, pahlawan Badar adalah 313 sahabat Nabi yang memiliki derajat sangat mulia di sisi Allah SWT karena pengorbanan mereka di fase paling kritis sejarah Islam
Melalui Sholawat Badar, seorang Muslim diajak untuk menyelami spirit perjuangan (mujahid lillah) sekaligus memohon proteksi ilahi dari berbagai petaka (aafat), intrik (niqmah), dan kesedihan (ghummah).
Riwayat Sholawat Badar, Digubah di Masa Genting Jelang Revolusi 65
Berbeda dengan shalawat yang berasal dari Timur Tengah, Sholawat Badar adalah karya otentik ulama Nusantara. Shalawat ini digubah oleh KH Ali Manshur Shiddiq di Banyuwangi, Jawa Timur, sekitar tahun 1960.
Konteks historis penciptaannya sangat lekat dengan eskalasi politik masa itu. Menjelang tragedi 1965, ketegangan antara kelompok agamis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) berada di puncaknya. Umat Islam dan para kiai kerap mengalami intimidasi teror psikologis maupun fisik, salah satunya melalui lagu Genjer-Genjer yang dipolitisasi sebagai medium agitasi sayap kiri.
Dalam suasana batin yang kalut akan nasib umat, KH Ali Manshur tertidur dan bermimpi didatangi sosok manusia berjubah putih hijau yang diyakini sebagai para ahli Badar, serta mimpi dikunjungi Rasulullah SAW. Berbekal ilham spiritual tersebut, ia menorehkan syair Sholawat Badar.
Karya ini kemudian dibawa ke hadapan ulama yang lantas merestui dan menyerukan agar Sholawat Badar dibaca di seluruh masjid dan majelis taklim. Sejak saat itu, Sholawat Badar menjadi "lagu kebangsaan" spiritual bagi warga Nahdliyin dan umat Islam Indonesia untuk membangkitkan keberanian serta melawan teror ideologis hingga meletusnya peristiwa G30S/PKI 1965.
Hikmah Membaca Sholawat Badar
1. Perisai dari Fitnah dan Bahaya: Kandungan doa di dalamnya merupakan tameng spiritual yang secara historis dan teologis diyakini mampu menjauhkan umat dari ancaman sosial, politik, maupun bencana alam.
2. Membangkitkan Semangat Juang (Ghirah): Mengingat ahli Badar berarti menyerap energi keberanian dan keteguhan hati dalam membela kebenaran di tengah intimidasi atau kesulitan hidup.
3. Membuka Pintu Terkabulnya Hajat: Dengan bertawassul kepada nama Allah, Rasulullah, dan para syuhada Badar, doa yang dipanjatkan memiliki kedudukan yang sangat dekat dengan ijabah (pengabulan).
4. Penyembuh Keresahan Jiwa: Lantunan Wamin hammin wamin ghummah (dari kesusahan dan kesempitan) berfungsi sebagai terapi batin yang menenangkan jiwa dari depresi atau kecemasan.
5. Memperoleh Syafaat Tertinggi: Sebagaimana fadhilah shalawat pada umumnya, membacanya secara rutin menjanjikan syafaat dari Rasulullah SAW sekaligus kemuliaan berkat kecintaan kepada para sahabat Nabi.
Pertanyaan Seputar Sholawat Badar
1. Siapa pengarang Sholawat Badar?
Sholawat Badar dikarang oleh KH Ali Manshur Shiddiq, seorang ulama terkemuka dari Banyuwangi, Jawa Timur, yang juga cucu dari KH Muhammad Shiddiq Jember.
2. Kapan Sholawat Badar diciptakan?
Shalawat ini digubah pada tahun 1960 di Banyuwangi, pada era Demokrasi Terpimpin, ketika situasi sosial dan politik Indonesia sedang memanas menjelang peristiwa 1965.
3. Mengapa dinamakan Sholawat Badar?
Dinamakan Sholawat Badar karena bait-bait syairnya mengandung tawassul (perantara doa) yang menyebutkan kemuliaan Ahlil Badr, yakni 313 sahabat Nabi yang gugur dan berjuang dalam Perang Badar.
4. Apa kaitan Sholawat Badar dengan peristiwa PKI?
Sholawat Badar dipopulerkan secara masif oleh para ulama pada dekade 1960-an sebagai tandingan psikologis dan spiritual umat Islam untuk meredam agitasi propaganda politik dan lagu-lagu dari sayap komunis (PKI).
5. Apa keutamaan membaca Sholawat Badar? Selain mendapatkan pahala bershalawat, keutamaannya adalah mendapatkan perlindungan dari musibah, dijauhkan dari kedzaliman musuh, serta menjadi doa pembebas dari kesusahan hidup.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329887/original/014746300_1787301484-HOAX__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5397187/original/001577400_1761803406-ilustrasi_berdzikir.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5340055/original/073334400_1757142647-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339158/original/006999000_1757043421-Gemini_Generated_Image_1vqahx1vqahx1vqa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4783490/original/017319600_1711352573-Ilustrasi_bulan_purnama__masjid__Islami.jpg)