Proyek Bangunan Rumah Tiba-Tiba Longsor Timbun 2 Pekerja di Pemalang

Proyek pembangunan rumah di Pemalang tiba-tiba longsor dan mengubur hidup-hidup dua pekerja.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 22:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pemalang - Suasana Dusun Klesem, Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Selasa siang (6/10/2026). Dua pekerja bangunan ditemukan tewas usai tertimpa proyek pembangunan rumah. Tanah galian fondasi tiba-tiba longsor dan menimbun dua pekerja hingga tewas.

Jerit kepanikan dan kesedihan pecah, ketika warga Desa Tlagasana mengetahui dua pekerja yang berada di dasar galian tidak berhasil menyelamatkan diri.

Kedua korban yakni Tamrin (39) dan Ahmad Munir (43), warga RT 04/RW 02 Dusun Klesem, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material tanah.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, lima pekerja tengah melanjutkan penggalian calon fondasi rumah yang telah dikerjakan sehari sebelumnya.

Tamrin dan Ahmad berada bersebelahan di dalam lubang galian. Kedua korban sedang mempersiapkan bagian fondasi, sebelum pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan besi.

Namun, pekerjaan yang semula berlangsung seperti biasa, berubah menjadi petaka dalam hitungan detik. Tanah dari bagian atas galian tiba-tiba longsor. Material tersebut meluncur ke bawah, tepat ke arah kedua korban.

Kepala Desa Tlagasana, Ridwan, membenarkan bahwa kedua korban merupakan warga desa setempat, kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan.

“Sehari-hari memang kerja kuli bikin rumah. Sudah mau masuk lubang cakar ayam, mau pasang besi pondasi. Apesnya, tanah yang di atas longsor,” ujar Ridwan.

Ridwan mengakui bahwa kondisi kontur tanah di lokasi yang rencana dibangun memang cukup miring. Galian tersebut semula direncanakan memiliki kedalaman sekitar lima meter.

"Saat (penggalian) baru mencapai sekitar tiga meter, tanah di bagian atas mendadak ambruk. Tadinya rencana lima meter, baru tiga meter ambruk,” ungkap Ridwan.

Material tanah kemudian menimbun tubuh kedua pekerja. Diperkirakan, tanah yang menutup posisi korban mencapai sekitar satu meter.

Warga Desa Tlagasana yang berada di sekitar lokasi kejadian, bergeak cepat membantu proses evakuasi kedua korban yang tertimbun material bangunan.

Namun, upaya penyelamatan terhadap dua korban tidak mudah. Ketebalan timbunan tanah dan kondisi medan yang miring, membuat warga dan petugas harus bekerja ekstra hati-hati.

Waktu berjalan begitu panjang dalam suasana yang penuh kecemasan. Sekitar dua jam proses evakuasi dilakukan, hingga akhirnya kedua korban berhasil dikeluarkan dari dalam galian.

Sayangnya, nyawa Tamrin dan Ahmad tidak tertolong. Keduanya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kesedihan kemudian menyelimuti Dusun Klesem. Warga yang sebelumnya berkumpul dengan harapan kedua pekerja masih bisa diselamatkan, harus menerima kenyataan pahit bahwa dua warga mereka meninggal dalam kecelakaan kerja.

Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah langsung dibawa untuk dimakamkan. Prosesi pemakaman berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB di pemakaman umum Dusun Klesem.

Penanganan kejadian tersebut melibatkan sejumlah pihak. Yakni melibatkan aparat Polsek Watukumpul, pihak kecamatan, petugas kesehatan, dan Polres Pemalang.

Untuk kepentingan penanganan lebih lanjut, lokasi kejadian yang menewaskan dua korban juga telah dipasangi garis polisi.

Ridwan menegaskan bahwa persoalan kematian dua warga tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak-pihak terkait telah sepakat menyelesaikan peristiwa tersebut, tanpa memperpanjang persoalan secara hukum.

“Sudah damai secara kekeluargaan dan sudah dibuat surat pernyataan tidak menuntut,” tukas Ridwan.

Bagi warga Dusun Klesem, peristiwa itu meninggalkan duka mendalam. Pekerjaan membangun rumah yang semestinya menjadi bagian dari rutinitas mencari nafkah justru berakhir tragis. Kondisi itu setelah tanah yang mereka gali berubah menjadi timbunan maut.