Grebeg Maulud 2026 Yogyakarta Bernuansa Beda, Simak Jadwalnya

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menyelenggarakan Hajad Dalem Sekaten dan Grebeg Maulud Be 1960 atau Grebeg Maulud 2026

Diterbitkan 22 Agustus 2026, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kembali menyelenggarakan Hajad Dalem Sekaten dan Grebeg Maulud Be 1960 atau Grebeg Maulud 2026, dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan agung yang memadukan kebudayaan dan keagamaan ini digelar dengan nuansa yang lebih sederhana, tanpa diwarnai arak-arakan gunungan yang biasanya menjadi ikon utama perayaan.

Keputusan penyederhanaan prosesi adat ini didasarkan pada Dhawuh Dalem (titah) Sri Sultan Hamengku Buwono X. Kendati digelar tanpa kemeriahan gunungan yang biasanya menjadi pusaran antusiasme masyarakat luas, esensi dan nilai filosofi dari tradisi yang telah diwariskan sejak era Sultan Agung Hanyakrakusuma ini dipastikan tetap lestari dan terjaga.

Wakil Penghageng II Kawedanan Sri Wandawa Keraton Yogyakarta, KRT Sindurejo, menjelaskan bahwa Grebeg Maulud 2026 tidak menghadirkan arak-arakan prajurit maupun gunungan hasil bumi yang dibawa keluar dari area keraton. Selain itu, beberapa rangkaian prosesi pendahulu seperti Gladhi Resik Prajurit dan Numplak Wajik juga ditiadakan pada tahun ini.

Sebagai gantinya, prosesi sedekah raja kepada rakyat direpresentasikan melalui pembagian ubarampe pareden yang dibagikan secara internal kepada para Abdi Dalem di Bangsal Srimanganti. Konsep kesederhanaan ini sejalan dengan pelaksanaan Grebeg Besar sebelumnya.

Bentuk upacara di Keraton memang bersifat dinamis dan adaptif menyesuaikan dengan situasi maupun zaman, tanpa pernah melepaskan inti dari nilai spiritualitasnya.

Tradisi Miyos Gangsa

Meski puncak Grebeg digelar secara tertutup, Keraton tetap memberikan ruang istimewa bagi masyarakat umum untuk menyaksikan langsung magisnya prosesi Miyos Gangsa, penanda sakral dimulainya rangkaian tradisi Sekaten.

Prosesi ini ditandai dengan dikeluarkannya dua gamelan pusaka, yakni Kangjeng Kyai Guntur Madu dan Kangjeng Kyai Nagawilaga, dari Bangsal Pancaniti menuju Pagongan di Kompleks Masjid Gedhe Kauman. Rombongan pusaka dikawal ketat oleh bregada prajurit Keraton, termasuk Langenkusuma, Suranata, Jagakarya, dan Prawiratama.

Kemagisan suasana semakin terasa ketika pusaka menuruni Siti Hinggil; masyarakat yang hadir menyalakan pendar lilin untuk mengiringi perjalanan gamelan tersebut. Tak hanya itu, prosesi ini juga diwarnai dengan tradisi penyebaran udhik-udhik berupa beras, biji-bijian, uang logam, dan bunga, sebagai simbol permohonan kemakmuran, kesejahteraan, dan keberkahan dari sang raja untuk rakyatnya.

Jadwal Lengkap Rangkaian Sekaten dan Grebeg Maulud 2026

Bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin meresapi atmosfer perayaan Sekaten di Keraton Yogyakarta tahun ini, berikut adalah jadwal lengkap rangkaian Hajad Dalem:

Miyos Gangsa

· Tanggal: Rabu, 19 Agustus 2026

· Waktu: 19.30 WIB – Selesai

· Lokasi: Kagungan Dalem Pagelaran (Bangsal Pancaniti) menuju Masjid Gedhe

Tabuh Gangsa Sekaten

· Tanggal: 20 - 25 Agustus 2026

· Lokasi: Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe Kauman

Rincian Waktu Penabuhan:

· Kamis, 20 Agustus 2026: 08.00–11.00 WIB & 14.00–17.00 WIB

· Jumat, 21 Agustus 2026: 20.00–23.00 WIB

· Sabtu - Senin, 22–24 Agustus 2026: 08.00–11.00 WIB, 14.00–17.00 WIB, & 20.00–23.00 WIB

· Selasa, 25 Agustus 2026: 08.00–11.00 WIB & 14.00–17.00 WIB

Kondur Gangsa

· Tanggal: Selasa, 25 Agustus 2026

· Waktu: Selepas Isya (Rangkaian diperkirakan selesai sebelum pukul 23.00 WIB)

· Lokasi: Masjid Gedhe menuju Keraton

Berbeda dari biasanya, gamelan akan langsung dibawa masuk kembali ke dalam keraton begitu Sri Sultan meninggalkan area Masjid Gedhe.

Garebeg Mulud (Puncak Acara)

· Tanggal: Rabu, 26 Agustus 2026

· Lokasi: Bangsal Srimanganti (Digelar secara internal dan tertutup dengan pembagian ubarampe pareden kepada para Abdi Dalem).

Untuk memfasilitasi masyarakat luas yang tidak dapat hadir ke area keraton secara langsung, pihak Keraton Yogyakarta akan menyiarkan seluruh rangkaian Hajad Dalem Sekaten dan Grebeg Maulud Be 1960/2026 secara live melalui kanal media sosial resmi Kraton Jogja di platform Instagram dan TikTok. Sementara itu, untuk pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kraton Jogja.

Melalui penyederhanaan upacara agung ini, Keraton Yogyakarta kembali membuktikan kemampuannya untuk terus melestarikan warisan peradaban dengan cara yang khidmat, elegan, serta adaptif di tengah perputaran dinamika zaman.