Dosen Khawatir AI Bikin Mahasiswa Kehilangan Kemampuan Berpikir

Penggunaan AI untuk tugas kuliah memicu kekhawatiran dosen karena dinilai bisa mengikis kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Diterbitkan 22 Agustus 2026, 09:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kecerdasan buatan (AI) semakin banyak digunakan mahasiswa untuk membantu mengerjakan tugas kuliah. Namun, kemudahan tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan dosen karena mahasiswa dinilai berisiko kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Fenomena ini diungkap dalam laporan Futurism, dikutip Sabtu (22/8/2026), yang mengumpulkan keluhan sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi. Para pengajar mengaku semakin sering menemukan tugas mahasiswa yang terlihat rapi, tetapi penulisnya justru kesulitan menjelaskan isi tulisan atau mempertahankan argumennya ketika berdiskusi di kelas.

Kekhawatiran tersebut salah satunya disampaikan profesor filsafat dari University of Central Arkansas, Kevin Gary. Ia mengingatkan bahwa menulis bukan sekadar menghasilkan sebuah teks, tetapi juga merupakan bagian dari proses seseorang membangun pola pikir.

"Jika menulis adalah berpikir, maka setiap bagian dari perjuangan yang dialihkan ke teknologi berarti melepaskan sebagian kebebasan untuk memahami," ujarnya.

Menurut sejumlah dosen, penggunaan AI oleh mahasiswa kini tidak sebatas membantu memperbaiki tata bahasa atau menemukan referensi.

AI juga mulai digunakan untuk membuat kerangka tulisan, menyusun esai hingga merangkum bahan bacaan. Akibatnya, mahasiswa berisiko melewatkan proses intelektual yang seharusnya menjadi bagian penting dalam pembelajaran di perguruan tinggi.

 

Tantangan Terbesar

Meski demikian, laporan tersebut tidak menyimpulkan bahwa AI sepenuhnya menjadi penyebab menurunnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Sejumlah penelitian menunjukkan AI tetap dapat memberikan manfaat dalam proses belajar apabila digunakan sebagai pendamping, bukan menggantikan proses berpikir mahasiswa.

Tantangan utamanya adalah bagaimana mahasiswa menentukan batas penggunaan teknologi. AI dapat membantu memberikan ide, menjelaskan materi atau memberikan masukan, tetapi mahasiswa tetap perlu memahami, mengolah, dan mengembangkan informasi tersebut secara mandiri.

Perdebatan mengenai dampak AI terhadap dunia pendidikan pun terus berkembang. Berbagai survei dan penelitian menunjukkan kekhawatiran pendidik terhadap ketergantungan berlebihan pada AI, terutama karena dapat memengaruhi kemampuan dasar seperti menulis, menganalisis, dan memecahkan masalah.

Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu memiliki aturan yang lebih jelas mengenai penggunaan AI dalam kegiatan akademik.

Tujuannya bukan melarang teknologi tersebut, melainkan memastikan AI menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.