Liputan6.com, Jakarta - Doa Maulid Nabi menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan kelahiran Rasulullah SAW yang umumnya digelar setiap 12 Rabiul Awal. Doa dan shalawat biasanya dibacakan dalam berbagai kegiatan, mulai dari pengajian, pembacaan kitab maulid, hingga doa bersama di masjid dan majelis taklim.
Bagi umat Islam yang memperingatinya, membaca shalawat dan doa menjadi salah satu bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus ungkapan syukur atas diutusnya beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam.
Rasulullah SAW menjelaskan alasan beliau berpuasa pada hari Senin karena pada hari tersebut beliau dilahirkan. Dalil-dalil tersebut kerap dijadikan pijakan untuk memperbanyak shalawat, doa, dan amal kebaikan, khususnya ketika memasuki bulan Rabiul Awal.
Advertisement
Syaikh Muhammad Aman Al-Jami dalam Perayaan Maulid Nabi dalam Perspektif Islam menjelaskan bahwa tradisi tersebut tidak dikenal pada masa generasi salaf. Peringatan Maulid Nabi mulai dikenal pada masa Dinasti Fatimiyah di Mesir sekitar abad ke-4 Hijriah. Hal tersebut antara lain dicatat Al-Maqrizi dalam kitab Al-Khuthath.
Pembacaan doa dan shalawat dalam momentum Maulid Nabi perlu ditempatkan dalam konteks penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Momentum tersebut dapat diisi dengan shalawat, doa, sedekah, pengajian, serta kajian sirah Nabi.
Kumpulan Doa dan Shalawat Maulid Nabi
Berikut ini berbagai doa dan shalawat yang biasa dibaca dalam peringatan Maulid Nabi, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya.
1. Doa Menyambut Bulan Maulid
Doa ini dibaca saat memasuki bulan Rabiul Awal sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan kelahiran Rasulullah.
Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي خَاتِمَةِ شَهْرِنَا هَذَا، وَأَقْدِمْ عَلَيْنَا رَبِيعَ الأَوَّلِ بِصَلَاحِ الْبِلَادِ وَالْعِبَادِ، وَدَفْعِ الْبَلَاءِ وَالْفَسَادِ، وَتَفْرِيحِ كُرَبِ أُمَّةِ حَبِيبِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَافِي وَالْبَادِ، يَا كَرِيمُ يَا جَوَادُ
Latin: Allaahumma baariklanaa fii khaatimati syahrinaa hadzaa, wa aqdim 'alainaa rabi'il awwali bishalaahil bilaadi wal' ibaad, wa daf'il balaa'i wal fasaad, wa tafriiji kurabi ummati habiibika muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama fil khaafii wal baad, yaa kariimu yaa jawwaad.
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di penghujung bulan (Safar) kami ini dan datangkanlah kepada kami bulan Rabiul Awal dengan diberi kebaikan untuk negara serta orang-orang di dalamnya, dihindarkan dari bahaya ataupun kerusakan bencana, dan dihilangkannya kesusahan umat Nabi Muhammad SAW baik yang tersembunyi maupun yang terlihat, wahai Dzat yang Maha Mulia lagi Maha Dermawan.”
2. Shalawat Maulid Barzanji
Kitab Barzanji dikarang oleh Syekh Ja’far bin Hasan al-Barzanji, seorang ulama besar yang lahir di Madinah pada tahun 1690 M. Kitab ini berisi doa-doa, puji-pujian, dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad SAW, mulai dari silsilah hingga perjalanan hidup beliau.
Saat pembacaan maulid, jemaah berdiri dan membaca shalawat bersama-sama.
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ,مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا يَا مَرْحَبًا، مَرْحَبًا جَدَّ الْحُسَيْنِ مَرْحَبًا.
Latin: Shallallāhu ‘alā Muhammad, shāllallāhu ‘alayhi wasallam Marhaban yā marhaban yā marhaban, marhaban jaddal Husaini marhaban.
Artinya: “Allah bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW, Allah bershalawat dan mengucap salam sejahtera untuknya. Selamat datang, selamat datang, selamat datang, selamat datang kakek dari Husain, selamat datang.”
Arab: يَا نَبِيْ سَــــلَامٌ عَلَيْكَ ۞ يَا رَسُوْلْ سَــلَامٌ عَلَيْكَ
Latin: Yā nabī salāmun ‘alayka, yā rasūl salāmun ‘alayka
Artinya: “Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu. Wahai Rasul, salam sejahtera untukmu.”
3. Doa Maulid Ad-Diba’
Kitab Maulid Ad-Diba’ dikarang oleh Syaikh Abdurrahman ibn Ali al-Yamani, yang dikenal dengan Ibnu Al-Diba’i (866-944 H). Kitab ini berisi syair dan hadis-hadis tentang kelahiran Nabi Muhammad dan gambaran pribadinya. Di akhir kitab, Syaikh Abdurrahman menuliskan doa bagi muslim yang selesai membaca Diba’.
Arab: اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ۞ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلىٰ اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ أَجْمَعِيْن ۞ جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَاكُمْ مِمَّنْ يَسْتَوْجِبُ شَفَاعَتَهُ ۞ وَيَرْجُوْ بِذٰلِكَ رَحْمَتَهُ وَرَأْفَتَهُ
Latin: Alhamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Allāhumma shalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa ṣaḥbihī ajma‘īn. Ja‘alanā Allāhu wa iyyākum mimman yastawjibu syafā‘atah, wa yarjū bi-dzālika raḥmatah wa ra’fatah.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarganya, dan para sahabatnya semuanya. Semoga Allah menjadikan kami dan kalian termasuk orang-orang yang berhak mendapatkan syafaatnya, dan mengharapkan rahmat dan kasih sayangnya karenanya.”
Arab: أَللّٰهُمَّ بِحُرْمَةِ هٰذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ ۞ وَاٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ السَّالِكِيْنَ عَلىٰ مَنْهَجِهِ الْقَوِيْمِ ۞ إِجْعَلْنَا مِنْ خِيَارِ أُمَّتِهٖ ۞ وَاسْتُرْنَا بِذَيْلِ حُرْمَتِهِ ۞ وَاحْشُـرْنَا غَدًا فِيْ زُمْرَتِهِ
Artinya: “Ya Allah, dengan kehormatan Nabi yang mulia ini, keluarganya, dan para sahabatnya yang menempuh jalan yang lurus, jadikanlah kami termasuk pilihan umatnya, tutupilah kami dengan kehormatannya, dan kumpulkanlah kami besok (hari kiamat) dalam rombongannya.”
Arab: أَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا زِيَارَتَهٗ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ۞ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنْ الْغَافِلِيْنَ عَنْكَ وَلاَ عَنْهُ قَدْرَ سَنَةٍ
Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah kepada kami ziarah ke makamnya setiap tahun, dan janganlah Engkau jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai dari-Mu dan darinya meskipun hanya setahun.”
4. Shalawat Nariyah
Shalawat Nariyah atau Shalawat Tafrijiyyah sangat populer dibaca dalam peringatan Maulid Nabi sebagai doa pembuka maupun penutup acara.
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ
Latin: Allāhumma shalli shalātan kāmilatan wa sallim salāman tāmmān ‘alā sayyidinā Muhammadinil-ladzī tanhallu bihil-‘uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdhā bihil-ḥawā’iju wa tunālu bihir-raghā’ibu wa ḥusnul khawātimi wa yustasqa-l-ghamāmu biwajhihil-karīmi wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi fī kulli lamḥatin wa nafasin bi‘adadi kulli ma‘lūmin laka.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salam keselamatan penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau segala simpul terurai, segala kesulitan terpecahkan, segala hajat terkabul, segala keinginan tercapai beserta husnul khatimah (akhir yang baik), dan awan menurunkan hujan berkat wajahnya yang mulia, demikian pula kepada keluarga dan para sahabatnya, dalam setiap kedipan mata dan setiap hembusan napas, sebanyak bilangan segala sesuatu yang Engkau ketahui.”
5. Shalawat Fatih
Shalawat Fatih biasa dibacakan sebagai doa pembuka acara Maulid Nabi.
Arab: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، وَ النَّاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِيْ إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلٰى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ
Latin: Allahumma shalli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammadinil Fatihi lima ughliqo, wal khatimi lima sabaqa, wan nashiril haqqa bil haqqi, wal hadi ila shiratin mustaqim. Shallallahu ‘alayhi, wa ‘ala ālihi, wa ashabihi haqqa qadrihi wal miqdari hill ‘azhim.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadanya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”
6. Doa Pembuka Acara Maulid
Doa pembuka ini biasa dibacakan sebelum acara peringatan Maulid Nabi dimulai.
Arab: نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِا اللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ أَمَّا بَعْدُ
Latin: Nahmaduhu wanasta’inu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Min yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa haadiyalahu. Allohumma solli wasalim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa‘alaa alihi wasohbihi ajma’ina amma ba’du.
Artinya: “Kami panjatkan segala puji kepada-Nya dan kami mohon pertolongan-Nya. Seraya memohon ampun dan perlindungan-Nya dari segala keburukan jiwa-ku dan kejelekan amaliahku. Barang siapa telah Yang Maha Kuasa berikan petunjuk jalan baginya, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang telah Yang Maha Kuasa sesatkan jalannya, maka tiada yang bisa memberinya petunjuk. Ya Yang Maha Kuasa, limpahkanlah shalawat dan salam bagi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.”
7. Doa untuk Kubur Nabi Muhammad
Doa ini berisi permohonan agar Allah memberikan wewangian pada kubur Nabi Muhammad SAW.
Arab: أَعْطِرِ اللَّهُمَّ قَبْرَهُ كَرِيْمًا، بِأَرْفَعِ شَذِيٍّ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيْمٍ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ
Latin: Attirillahumma qobrohu kariim, biarfin syadiyin min solatin wa tasliim. Allahuma sholi wasallim wa barik alaiih.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah wewangian pada kuburnya yang mulia, dengan wangian dari shalawat dan salam. Ya Allah, berilah shalawat, salam, dan keberkahan kepadanya.”
8. Doa Memohon Syafaat
Doa ini biasa dibaca dalam Mahalul Qiyam (saat berdiri) dalam pembacaan maulid, sebagai permohonan agar mendapatkan syafaat Nabi.
Arab: يَا رَبِّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّد، يَا رَبِّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ
Latin: Ya rabbi shalli ‘ala Muhammad, ya rabbi shalli ‘alayhi wasallim
Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, tetapkanlah limpahan rahmat dan salam kepadanya.”
Hikmah Doa Maulid Nabi
1. Mendekatkan Diri kepada Allah dan Rasulullah
Membaca doa dan shalawat saat Maulid merupakan bentuk pendekatan diri (taqarrub) kepada Allah melalui kecintaan kepada Rasulullah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 56, Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi, dan umat Islam diperintahkan untuk bershalawat kepadanya.
2. Mendapatkan Syafaat Nabi di Hari Kiamat
Dalam berbagai doa maulid, terdapat permohonan agar mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Rasulullah sendiri menjanjikan syafaat bagi umatnya yang mencintai dan mengikuti ajarannya.
3. Meningkatkan Kecintaan dan Penghormatan kepada Nabi
Membaca doa dan shalawat secara rutin, terutama dalam momentum Maulid, menumbuhkan rasa cinta yang mendalam kepada Rasulullah. Kecintaan ini merupakan bagian dari kesempurnaan iman.
4. Mendapatkan Keberkahan dan Rahmat Allah
Doa-doa Maulid berisi permohonan keberkahan, keselamatan, dan rahmat Allah. Dengan memanjatkan doa-doa ini, seorang muslim berharap mendapatkan limpahan kebaikan di dunia dan akhirat.
5. Menjaga Persatuan dan Ukhuwah Islamiyah
Kegiatan doa bersama dalam peringatan Maulid menjadi ajang berkumpulnya umat Islam dari berbagai kalangan. Hal ini mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan sesama muslim.
Pertanyaan Seputar Doa Maulid Nabi
1. Apa itu doa maulid nabi?
Doa maulid nabi adalah kumpulan doa dan shalawat yang dipanjatkan umat Islam dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Doa-doa ini dibaca dalam berbagai rangkaian acara Maulid, seperti pembacaan kitab Barzanji, Diba’, Simtudduror, serta doa pembuka dan penutup acara.
2. Apa saja bacaan doa yang dibaca saat Maulid Nabi?
Beberapa bacaan doa yang biasa dibaca saat Maulid Nabi antara lain: doa menyambut bulan Maulid (diijazahkan Habib Umar bin Hafidz), shalawat Barzanji, doa Maulid Ad-Diba’, shalawat Nariyah, shalawat Fatih, doa pembuka acara, dan doa untuk kubur Nabi Muhammad.
3. Apa itu Maulid Barzanji?
Maulid Barzanji adalah kitab yang dikarang oleh Syekh Ja’far bin Hasan al-Barzanji (lahir di Madinah tahun 1690 M). Kitab ini berisi doa-doa, puji-pujian, dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad SAW, mulai dari silsilah hingga perjalanan hidup beliau. Pembacaan Barzanji menjadi tradisi utama dalam peringatan Maulid di berbagai daerah.
4. Siapa pengarang Maulid Diba’i?
Maulid Diba’i dikarang oleh Syaikh Abdurrahman ibn Ali al-Yamani, yang dikenal dengan Ibn Al-Diba’i (866-944 H). Kitab ini berisi syair dan hadis-hadis tentang kelahiran Nabi Muhammad dan gambaran pribadinya, serta diakhiri dengan doa panjang bagi pembacanya.
5. Bagaimana hukum membaca doa dan shalawat saat Maulid Nabi?
Membaca doa dan shalawat kepada Nabi adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam kapan pun dan di mana pun. Mayoritas ulama dari empat mazhab menyatakan bahwa peringatan Maulid dengan pembacaan doa dan shalawat diperbolehkan, bahkan disunnahkan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah. Sebagian ulama lainnya menghukuminya sebagai bid’ah, namun tetap mengakui bahwa membaca shalawat adalah ibadah yang utama.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4712284/original/099342900_1704930645-cek_fakta_stiker_atm.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330222/original/010598200_1787352046-IMG-20260821-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330226/original/009669000_1787352745-433207.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3231236/original/089760500_1599485103-20200907_180426.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330203/original/040505900_1787334537-20260821_141319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/182005/original/img_insiden-dejong-alonso.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330122/original/019749300_1787323834-432623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5058256/original/080036400_1734653794-thai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4792067/original/066661700_1712056860-Piala_Asia_U-23_-_Ilustrasi_Australia_copy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330106/original/003340700_1787318292-IMG_2069.jpg)