Liputan6.com, Jakarta - Kapan waktu terbaik mengerjakan salat qobliyah subuh kerap menjadi pertanyaan bagi yang ingin meraih keutamaan luar biasa dari salat sunnah dua rakaat sebelum Subuh ini. Salat qobliyah subuh, yang juga dikenal sebagai salat sunnah fajar, adalah amalan yang sangat istimewa hingga Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya, baik dalam keadaan mukim maupun safar.
Keutamaan salat ini sangat agung. Rasulullah SAW bersabda: “Dua rakaat fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Muslim no. 725). Dalam riwayat lain disebutkan: “Kedua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” Ini menunjukkan betapa besarnya pahala yang Allah sediakan bagi mereka yang melaksanakan salat dua rakaat ringan ini.
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zadul Ma’ad menegaskan bahwa tidak pernah dinukil dari beliau salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib dalam perjalanan kecuali hanya salat witir dan sunnah fajar.
Advertisement
Namun begitu, waktu pelaksanaan sholat subuh juga harus dipahami dengan jelas. Sebab, waktu sebelumnya adalah sepertiga malam yang juga penuh keutamaan. Berikut ulasannya.
Waktu Terbaik Mengerjakan Salat Qobliyah Subuh
1. Dimulai Setelah Terbit Fajar Shadiq
Waktu pelaksanaan salat qobliyah subuh dimulai sejak masuknya waktu Subuh, yakni sejak terbitnya fajar shadiq (fajar yang sebenarnya) hingga sebelum iqamah salat Subuh dikumandangkan. Salat ini dikerjakan di antara waktu azan Subuh dan iqamah.
Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (6:3) menyatakan salat sunah Subuh tidaklah dilakukan melainkan setelah terbit fajar Subuh. Dan dianjurkan salat tersebut dilakukan di awal waktunya dan dilakukan dengan diperingan. Demikian pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i dan jumhur (mayoritas) ulama.
2. Dianjurkan di Awal Waktu
Waktu terbaik untuk mengerjakan salat qobliyah subuh adalah di awal waktu, yaitu segera setelah azan Subuh berkumandang dan setelah menjawab azan. Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan:
“Dua rakaat fajar seperti salat fajar, maka jangan engkau salat sunnah fajar kecuali setelah terbitnya fajar.” (Majmu’ Fatawa, 14/276)
Hal ini berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin Hafshah RA yang menyatakan: “Rasulullah SAW dahulu bila muadzin selesai mengumandangkan azan untuk salat Subuh dan telah masuk waktu Subuh, beliau mengerjakan dua rakaat ringan sebelum iqamah dikumandangkan.” (HR Bukhari no. 618 dan Muslim no. 723)
3. Dikerjakan dengan Ringan
Salat qobliyah subuh dikerjakan dengan ringan (tidak dipanjangkan). ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Adalah Rasulullah SAW meringankan dua rakaat ini sebelum salat Subuh hingga aku bertanya: Apakah Engkau membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah)?” (HR Bukhari no. 1165 dan Muslim no. 724).
Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “ringan” bukan berarti tidak membaca surat sama sekali, melainkan ringan dibandingkan dengan kebiasaan beliau yang biasa memanjangkan salat malam dan salat sunnah lainnya.
Tata Cara dan Bacaan Salat Qobliyah Subuh
1. Niat
Lafal niat salat qobliyah subuh:
أُصَلِّي سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Ushalli sunnatash shubhi rak‘ataini qabliyyatan lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Aku niat salat sunah qabliyah Subuh dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”
2. Bacaan Surat
Rasulullah SAW biasa membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah membaca Al-Fatihah.
3. Tempat Pelaksanaan
Salat sunnah fajar lebih utama dikerjakan di rumah, sebagaimana sabda Nabi SAW: “Wahai manusia, salatlah kalian di rumah-rumah kalian, sesungguhnya salat yang paling utama adalah salatnya seseorang yang dilakukannya di rumahnya, kecuali salat fardhu” (HR Bukhari no. 7290 dan Muslim no. 781).
Jika seseorang masuk masjid dan belum salat dua rakaat fajar, maka yang lebih utama adalah mengerjakan salat dua rakaat fajar dan itu sudah cukup menggugurkan salat tahiyyatul masjid. Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata: “Yang disyariatkan dalam kondisi seperti ini hendaknya salat sunnah rawatib (dua rakat fajar) dan itu cukup bagi tahiyyatul masjid” (Majmu’ Fatawa, 11/375).
Fadhilah (Keutamaan) Salat Qobliyah Subuh
1. Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
Rasulullah SAW bersabda: “Dua rakaat fajar (qobliyah subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya” (HR Muslim no. 725).
2. Salat yang Paling Dijaga oleh Rasulullah
‘Aisyah RA berkata: “Nabi SAW tidaklah menjaga salat sunnah yang lebih daripada menjaga salat sunnah dua rakaat sebelum Subuh” (HR Muslim no. 724).
3. Tidak Pernah Ditinggalkan dalam Safar
Rasulullah SAW tetap melaksanakan salat qobliyah subuh dalam perjalanan (safar).
4. Menyempurnakan Salat Fardhu
Salat sunnah rawatib akan menyempurnakan kekurangan yang mungkin terjadi dalam salat fardhu pada hari kiamat nanti.
Kondisi Khusus dan Qadha Salat Qobliyah Subuh
1. Jika Terlewat Sebelum Salat Subuh
Jika seseorang belum salat dua rakaat fajar dan iqamah sudah dikumandangkan, maka dianjurkan untuk mengqadhanya setelah salat Subuh. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan jika seorang muslim tidak mampu menunaikan sholat sunnah fajar sebelum penunaian sholat Shubuh, maka ia boleh memilih menunaikannya setelah sholat Shubuh atau menundanya sampai matahari meninggi.
Waktu yang utama untuk meng-qadha’ shalat sunnah qabliyah subuh adalah setelah matahari terbit.
2. Jika Masuk Masjid Saat Iqamah
Jika seseorang baru tiba di masjid sedangkan iqamah sudah dikumandangkan, maka ia dianjurkan untuk mengikuti salat berjamaah terlebih dahulu, kemudian mengqadha salat qobliyah subuh setelah salat Subuh. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Fathul Muin:
“Boleh mengakhiri shalat sunnah qabliyah setelah shalat wajib. Bahkan terkadang disunahkan, seperti ada orang yang baru tiba tapi shalat berjamaah mau dilaksanakan atau hampir dilaksanakan sehingga jika dia melaksanakan shalat qabliyah, maka dia akan ketinggalan takbiratul ihramnya imam.”
Pertanyaan Seputar Sholat Qobliyah Subuh
1. Kapan waktu yang tepat untuk mengerjakan salat qobliyah subuh?
Waktu yang tepat adalah setelah terbit fajar shadiq (masuk waktu Subuh) hingga sebelum iqamah salat Subuh, yaitu di antara azan dan iqamah. Waktu terbaik adalah segera setelah azan Subuh berkumandang dan setelah menjawab azan.
2. Apakah salat qobliyah subuh boleh dikerjakan sebelum azan Subuh?
Tidak boleh. Salat qobliyah subuh hanya sah jika dikerjakan setelah masuk waktu Subuh (terbit fajar). Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa salat sunah Subuh tidak dilakukan melainkan setelah terbit fajar Subuh.
3. Bagaimana jika iqamah sudah dikumandangkan tapi belum salat qobliyah subuh?
Jika iqamah sudah dikumandangkan, yang lebih utama adalah mengikuti salat Subuh berjamaah terlebih dahulu, kemudian mengqadha salat qobliyah subuh setelah salat Subuh atau menundanya sampai matahari terbit.
4. Apakah salat qobliyah subuh harus dikerjakan dengan ringan?
Ya, disunahkan untuk meringankan salat qobliyah subuh. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahkan pernah bertanya apakah Rasulullah membaca Al-Fatihah karena sangat ringannya salat tersebut. Namun yang dimaksud ringan bukan berarti tidak membaca Al-Fatihah sama sekali.
5. Apakah lebih baik salat qobliyah subuh di rumah atau di masjid?
Lebih utama dikerjakan di rumah, sebagaimana sabda Nabi SAW yang menganjurkan salat sunnah dikerjakan di rumah. Namun jika di masjid, dua rakaat qobliyah subuh sudah cukup menggugurkan salat tahiyyatul masjid.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180937/original/006715500_1743849574-20250405-Monas-HER_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6591576/original/029814400_1779430905-cek_fakta_-_sertifikat_tanah_gratis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328649/original/001837900_1787203589-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-20T122532.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318670/original/097009500_1786124467-efb30e6b-7dc4-4c13-a54b-d81aacb7f640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5134162/original/012917000_1739593072-1739590048291_arti-doa-sholat-dhuha.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321441/original/077954600_1786441575-masjid-pogung-dalangan-63DjDHXAA_c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461382/original/052979700_1767410633-newsCover_2026_1_3_1767407183694-ttdflh.webp)