Potret Angga The Potters Raih Gelar Doktor, Buktikan Musisi Juga Bisa Berprestasi Akademik

Angga The Potters Raih Gelar Doktor, Buktikan Musisi Juga Bisa Berprestasi Akademik

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 10:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Angga Rinzani, gitaris The Potters, berhasil meraih gelar doktor.
  • Disertasinya membahas isu kompensasi royalti musik dengan pendekatan manajemen.
  • Pengalaman musisi dan dukungan tim membantu proses studi yang sulit.

Liputan6.com, Jakarta - Gitaris band The Potters, Angga Rinzani, resmi menyandang gelar doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka. Musisi yang akrab disapa Angga itu membuktikan bahwa karier di industri musik dapat berjalan beriringan dengan pendidikan akademik.

Angga mengungkapkan, keputusan menempuh pendidikan S3 bermula dari keresahannya terhadap persoalan yang terjadi di industri musik. Angga memilih mengangkat isu kompensasi dalam urusan royalti, dengan menggunakan pendekatan ilmu manajemen.

"Sebenarnya awal saya itu tidak ada niat mau tentang royalti. Awalnya, sesuai bidang keilmuan saya di ilmu manajemen, saya mau bicara tentang kompetensi. Kompetensinya siapa? Kompetensi seniman musik. Ternyata yang mengandung unsur urgensi adalah kompensasi royalti, dalam pendekatan ilmu manajemen, kita pakai teorinya kompensasi," jelas Angga usai sidang doktoral di Universitas Persada Indonesia (YAI), Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026)

"Sampai akhirnya saya mencoba mendekati fenomena ini dengan POV ilmu manajemen, sampai akhirnya terciptalah model produktivitas yang ditampilkan pada sidang. Seperti itu," Angga menyambung.

 

Kalau Bukan Seniman Musik...

Menurut Angga, proses penyusunan disertasi tersebut bukan perkara mudah. Ia harus memahami kondisi industri musik secara mendalam, tetapi pengalamannya sebagai musisi dan pencipta lagu justru menjadi bekal dalam menjalankan penelitian.

"Sangat sulit sekali karena syaratnya jadi hidup. Menulis disertasi itu artinya menguasai dulu medan pertempurannya. Kalau saya ini bukan seniman musik atau pencipta lagu, mungkin saya sudah dilarang sama pembimbing saya untuk menulis itu," tuturnya.

"Justru karena saya seniman musik, pencipta lagu, dan aktif juga di industri musik profesional, saya didorong untuk ikut serta dalam menulis ini," Angga melanjutkan.

Akui Angkat Isu Sensitif

Angga menyadari isu yang dibahas dalam disertasinya cukup sensitif dan kerap menimbulkan perdebatan di kalangan praktisi musik. Karena itu, ia berusaha melihat persoalan tersebut melalui pendekatan akademik yang netral dan sesuai dengan bidang keilmuannya.

"Semua orang pasti nggak suka dengan tulisan-tulisan seperti ini, tapi kita coba mendekatinya lewat sudut pandang akademik, sudut pandang yang benar-benar netral, sesuai dengan norma-norma yang ada. Artinya, pendekatan ini tergantung dari POV saja, POV ilmu manajemen," jelasnya. 

"Kesulitan pasti ada. Untungnya dibantu dan dibimbing para profesor dibantu teman-teman, asosiasi komposer dan lain-lain. Kalo tidak dibantu mungkin tidak pernah terjadi juga tulisan ini," tuturnya lagi.

Dukungan The Potters

Sama seperti bermusik, bagj Angga, belajar merupakan salah satu hobinya. Ia berkomitmen untuk terus menjalankan kedua hobinya tersebut secara beriringan, dengan dukungan dari seluruh personel The Potter.

"Tadi pada saat sidang saya sempat bilang, saya itu hobi, Mas. Hobi saya bermusik. Belajar ini juga salah satu hobi saya. Jadi gimana pun caranya tetap kita jalanin deh gitu. Dan teman-teman The Potters sangat support saya, banget-banget gitu," pungkas Angga The Potters.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Zahra DA7 & Eby Rizta Rilis Single 'Saat Bahagia' Berbalut Dangdut

M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan