Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan mengenai apakah ada doa khusus setelah mandi junub kerap muncul, terutama ketika seseorang ingin memastikan bahwa rangkaian ibadah bersuci yang dijalankannya telah sempurna. Terlebih doa sangat dianjurkan dalam berbagai aktivitas agar menambah nilai pahala dan kebaikan.
Mandi junub adalah mandi yang diwajibkan atas orang mukalaf, baik laki-laki maupun wanita, untuk membersihkan diri dari hadas besar. Dalam kitab Bulughul Maram bab Thaharah, disebutkan bahwa mandi junub memiliki sebab-sebab tertentu, antara lain keluarnya mani, hubungan intim, haid, nifas, dan masuk Islam.
Hadis dari Abu Sa'id Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Muslim menegaskan prinsip "al-maa'u min al-maa'" (air itu dari air), yang menjadi dasar kewajiban mandi. Imam al-Nawawi dalam Majmu' Syarah al-Muhazzab menegaskan bahwa para ulama telah berijmak tentang wajibnya mandi bila seseorang mengeluarkan mani, tanpa perbedaan pendapat apakah keluarnya karena jima', ihtilam, onani, atau sebab lainnya.
Advertisement
Dalam Jurnal FITUA karya Ana Cahayani Fatimah mengutip hadis riwayat Ahmad bin Hanbal bahwa kualitas hadis tentang wajibnya mandi bagi perempuan yang mimpi basah berkualitas shahih. Namun, ketika membahas tentang doa setelah mandi junub, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama menganjurkan pembacaan doa tertentu sebagai bentuk kesunnahan, sementara sebagian lainnya menyatakan bahwa tidak ada doa khusus yang secara spesifik diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca setelah mandi junub.
Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan mengenai ada dan tidaknya doa khusus setelah mandi junub.
Apakah Ada Doa Khusus Setelah Mandi Junub?
Berdasarkan penelusuran terhadap berbagai sumber otoritatif, jawabannya adalah tidak ada doa khusus yang secara spesifik dan khusus diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca setelah mandi junub.
Imam al-Nawawi dalam al-Majmu' Syarah al-Muhazzab dan al-Azkar menyatakan bahwa dianjurkan bagi orang yang mandi junub untuk membaca doa setelah selesai mandi, sebagaimana doa yang dibaca setelah wudhu.
Imam al-Nawawi menyebutkan doa: "Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu, Allahumma-j'alni minat-tawwabina waj-'alni minal-mutathahhirin."
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa seorang hamba membutuhkan dua macam penyucian: penyucian lahir dan penyucian batin. Oleh karena itu, setelah bersuci, dianjurkan untuk membaca doa yang mencakup permohonan penyucian hati dan amal, seperti "Allahumma thahhir qalbi wa taqabbal sa'yi..."
Kitab Bidâyatul Hidâyah karya Imam al-Ghazali menjelaskan adab mandi junub secara rinci, mulai dari masuk kamar mandi hingga keluar, namun tidak menyebutkan doa khusus setelah mandi junub selain doa-doa yang dibaca saat wudhu yang merupakan bagian dari rangkaian mandi.
Dalam kitab Minhah Al-'Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram karya Syaikh 'Abdullah bin Shalih Al-Fauzan, dijelaskan bahwa sunnah-sunnah mandi dalam mazhab Syafi'i meliputi membaca bismillah, berwudhu sebelumnya, menggosok, muwalah (berkesinambungan), dan mendahulukan yang kanan dari yang kiri, tanpa menyebutkan doa khusus setelah mandi junub.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa doa setelah mandi junub bukanlah doa yang bersifat khusus dan tersendiri, melainkan doa yang dianjurkan sebagai kelanjutan dari doa setelah wudhu, karena mandi junub dalam praktiknya mencakup wudhu di dalamnya.
Bacaan Doa Setelah Mandi Junub
Meskipun tidak ada doa khusus yang secara spesifik diajarkan, para ulama menganjurkan pembacaan doa setelah menyelesaikan mandi junub, sebagaimana disebutkan dalam berbagai kitab doa:
Teks Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin: Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu, Allahumma-j'alni minat-tawwabina waj-'alni minal-mutathahhirin.
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."
Doa ini diambil dari hadis riwayat Muslim (no. 234) tentang dzikir setelah wudhu, yang juga dianjurkan untuk dibaca setelah mandi junub karena mandi junub mencakup wudhu di dalamnya.
Dalam kitab al-Azkar, Imam al-Nawawi menyebutkan bahwa doa ini dianjurkan untuk dibaca setelah selesai mandi junub. Syaikh 'Abdullah Al-Fauzan dalam Minhah Al-'Allam juga menguatkan bahwa dzikir dan doa setelah bersuci adalah bagian dari kesunnahan yang dianjurkan, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesucian yang telah diberikan.
Selain doa di atas, terdapat juga doa lain yang dianjurkan menurut sebagian ulama:
Arab: اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي وَتَقَبَّلْ سَعْيِي وَاجْعَلْ مَا عِنْدَكَ خَيْرًا لِي، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ
Latin: Allahumma thahhir qalbii wa taqabbal sa'yii waj'al maa 'indaka khairan lii, Allahummaj'alnii minat-tawwaabiina waj'alnii minal-mutathahhiriin.
Artinya: "Ya Allah, bersihkanlah hatiku, terimalah amal usahaku, dan jadikanlah apa yang ada di sisi-Mu lebih baik bagiku. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri."
Doa ini diriwayatkan dalam berbagai kitab doa dan amalan ulama sebagai doa setelah bersuci (ghusl).
Hikmah Doa Setelah Mandi Junub
1. Ungkapan Syukur atas Nikmat Kesucian
Doa setelah mandi junub merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesucian yang telah diberikan.
Mandi junub adalah proses penyucian diri dari hadas besar, dan setelahnya seseorang kembali dalam keadaan suci yang memungkinkan untuk melaksanakan ibadah seperti shalat, menyentuh mushaf Al-Qur'an, dan berdiam di masjid. Rasa syukur ini diwujudkan melalui pujian kepada Allah dan pengakuan atas keesaan-Nya.
2. Pengakuan Tauhid dan Kerasulan Nabi Muhammad SAW
Membaca syahadat setelah mandi junub merupakan penegasan kembali komitmen seorang Muslim terhadap tauhid dan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Ini adalah momen untuk memperbarui keimanan setelah menjalani proses penyucian, sebagaimana yang dicontohkan dalam doa setelah wudhu. Dalam Sahih Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian membaca syahadat, maka akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan.
3. Permohonan Taubat dan Penyucian Diri
Doa "Allahumma-j'alni minat-tawwabina waj-'alni minal-mutathahhirin" mengandung permohonan agar Allah menjadikan seseorang termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan selalu mensucikan diri.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan bahwa seorang hamba membutuhkan taubat setelah setiap ibadah, termasuk setelah bersuci, karena kesadaran akan kekurangan dalam beribadah dan kebutuhan akan ampunan Allah.
4. Penyucian Hati dan Amal
Doa "Allahumma thahhir qalbi wa taqabbal sa'yi" menunjukkan bahwa mandi junub bukan hanya penyucian fisik, tetapi juga momentum untuk memohon penyucian hati dan penerimaan amal.
Ini menegaskan bahwa dalam Islam, kebersihan lahir harus diiringi dengan kebersihan batin. Sebagaimana dijelaskan dalam Minhah Al-'Allam, mandi junub adalah sarana untuk membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum melaksanakan ibadah.
5. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW
Meskipun tidak ada doa khusus yang secara spesifik diajarkan untuk mandi junub, membaca doa setelah bersuci adalah bentuk ittiba' (mengikuti) sunnah Rasulullah SAW yang menganjurkan dzikir dan doa setelah wudhu.
Imam al-Nawawi dalam al-Azkar menegaskan bahwa doa setelah mandi junub dianjurkan sebagai kelanjutan dari doa setelah wudhu, dan ini merupakan bagian dari kesunnahan yang membawa keberkahan.
Niat dan Tata Cara Mandi Junub
Bacaan Niat Mandi Junub
Niat merupakan rukun utama dalam mandi junub. Dalam mazhab Syafi'i, niat harus dibaca bersamaan dengan saat air pertama kali menyentuh tubuh. Berikut adalah lafal niat mandi junub:
Arab: نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil-akbari minal-jinabati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardhu karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Mandi Junub
Rukun mandi wajib hanya ada dua: niat dan meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk rambut, kulit kepala, lipatan kulit, dan sela-sela tubuh. Namun begitu, berdasarkan hadis dari 'Aisyah dan Maimunah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, serta penjelasan dalam kitab Bulughul Maram dan Mandi Besar, tata cara mandi junub yang sempurna adalah sebagai berikut:
1. Niat dan Membaca Bismillah
Niat dilakukan dalam hati bersamaan dengan air pertama menyentuh tubuh, dan dianjurkan membaca Bismillah di awal.
2. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali
Sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya, cuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
3. Membersihkan Kemaluan dan Kotoran
Bersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis dengan tangan kiri, kemudian gosokkan tangan ke tanah atau sabun untuk menghilangkan sisa kotoran.
4. Berwudhu
Berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat, dimulai dari membasuh wajah, kedua tangan, mengusap kepala, dan membasuh kedua kaki. Menurut sebagian ulama, kaki boleh dibasuh di akhir setelah seluruh badan disiram.
5. Menyiram Kepala Tiga Kali
Siram kepala sebanyak tiga kali sambil menyela-nyelai rambut dengan jari-jari agar air merata sampai ke kulit kepala dan pangkal rambut.
6. Menyiram Tubuh Bagian Kanan
Siram tubuh bagian kanan sebanyak tiga kali, dimulai dari bahu hingga kaki.
7. Menyiram Tubuh Bagian Kiri
Siram tubuh bagian kiri sebanyak tiga kali.
8. Menggosok Seluruh Tubuh
Gosok seluruh tubuh, terutama lipatan-lipatan seperti ketiak, sela jari, pusar, dan belakang telinga, untuk memastikan air merata.
9. Membaca Doa Setelah Mandi
Setelah selesai mandi, dianjurkan membaca doa syahadat dan permohonan taubat sebagaimana telah dijelaskan.
Pertanyaan Seputar Mandi Junub
1. Apakah ada doa khusus setelah mandi junub?
Tidak ada doa khusus yang secara spesifik diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk dibaca setelah mandi junub. Namun, para ulama menganjurkan untuk membaca doa setelah wudhu yang mencakup syahadat dan permohonan taubat, karena mandi junub mencakup wudhu di dalamnya. Islamweb menegaskan bahwa tidak ada doa yang harus dibaca sebelum atau setelah mandi junub, tetapi dianjurkan membaca Bismillah di awalnya.
2. Apakah doa setelah mandi junub wajib dibaca?
Tidak, doa setelah mandi junub tidak wajib dibaca. Membaca doa setelah mandi junub hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Yang wajib dalam mandi junub hanyalah niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Namun, membaca doa merupakan bentuk kesunnahan yang dianjurkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan kepada Allah SWT.
3. Bagaimana bunyi doa setelah mandi junub yang benar?
Doa yang dianjurkan adalah: "Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluhu, Allahumma-j'alni minat-tawwabina waj-'alni minal-mutathahhirin." Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."
4. Apakah boleh mandi junub tanpa membaca doa?
Boleh, karena doa setelah mandi junub hukumnya sunnah, bukan wajib. Mandi junub tetap sah selama memenuhi dua rukun, yaitu niat dan meratakan air ke seluruh tubuh. Namun, membaca doa sangat dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah dan mendapatkan keberkahan.
5. Apakah ada doa khusus untuk perempuan yang mandi junub?
Tidak ada perbedaan doa antara laki-laki dan perempuan dalam mandi junub. Doa yang dibaca setelah mandi junub adalah sama, yaitu doa syahadat dan permohonan taubat sebagaimana yang dianjurkan. Jurnal FITUA karya Ana Cahayani Fatimah menegaskan bahwa kewajiban mandi junub berlaku bagi laki-laki maupun perempuan yang mengeluarkan mani, dan tata caranya pun sama.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539200/original/068068000_1774593463-sapi_kambing_-_klaim_bantuan_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365296/original/064675400_1791170200-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-05T101528.852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365046/original/083732600_1791097921-cek_fakta_sapi_bebek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3981875/original/078687700_1648799071-pexels-pixabay-161502.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363572/original/038152400_1790897009-0L5A2752.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365477/original/077429300_1791180005-1001730513.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365468/original/095070900_1791179430-535298.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365464/original/092696300_1791179159-MasyaAllah_Tabarakallah_ada2_aja_ke_Randoman_Ayah_Hendra__Tiba2_diajakin_Short_Trip_lagi_Ke_Trab__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365433/original/073924100_1791177723-1001150512.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365403/original/065366800_1791176127-1226047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4275176/original/062767300_1672218796-Banjir_Rob_Landa_Pelabuhan_Muara_Baru-Johan_Tallo-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360324/original/089284700_1790610770-0L5A1053.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365354/original/033111800_1791173989-1225594.jpg)