Liputan6.com, Jakarta - Terkadang ujian dan cobaan datang silih berganti dan membuat seseorang berada di titik nadir. Namun, Islam melarang umat berputus asa. Di antara solusi yang bisa dilakukan adalah memanjatkan doa saat merasa hidup penuh masalah, agar aral tersebut terurai sehingga hati tenang dan hidup lebih tentram.
Sesungguhnya ujian, cobaan dan musibah adalah sunatullah. Namun, terdapat berbagai hikmah bagi hamba Allah yang bersabar. Hal ini berdasar pada firman Allah: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah: 155).
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam kitab At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa ujian dan musibah merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan, dan seorang hamba hendaknya menyadari bahwa Dzat yang mengujinya adalah Dzat yang paling bijaksana dan paling penyayang di antara semua penyayang.
Advertisement
Syaikh Abdurrazzaq membedakan tiga jenis kegelisahan yang dirasakan manusia: huzn (kesedihan atas masa lalu), hamm (kekhawatiran akan masa depan), dan ghamm (kegundahan atas kondisi saat ini). Ketiganya hanya dapat sirna dengan kembali kepada Allah secara total, merendahkan diri di hadapan-Nya, serta beriman kepada takdir dan ketetapan-Nya.
Doa-Doa Saat Merasa Hidup Penuh Masalah
1. Doa Perlindungan dari Segala Kegelisahan dan Kesedihan
Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan merupakan doa yang paling sering diajarkan Rasulullah SAW untuk menghadapi kegelisahan batin.
Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Latin: Allāhumma innī a'ūżu bika minal-hammi wal-ḥazani, wal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wa ḍala'id-daini, wa ghalabatir-rijāl.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan utang, serta dari tekanan manusia.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa doa ini tidak hanya menyebut “kegelisahan” dan “kesedihan”, tetapi juga menyandingkannya dengan sifat-sifat lain seperti kelemahan, kemalasan, ketakutan, dan lilitan utang.
Hal ini menunjukkan bahwa kegelisahan batin sering berkaitan dengan kondisi mental, fisik, dan sosial secara bersamaan. Doa ini mengajarkan seorang hamba untuk berlindung dari berbagai bentuk penderitaan yang menjadi sumber masalah dalam hidup.
2. Doa Pengakuan Hamba (Doa Menghilangkan Gundah dan Sulit Tidur)
Doa ini adalah doa yang sangat agung, diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Doa ini mengajarkan seorang hamba untuk mengakui kehambaannya di hadapan Allah dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya.
Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي
Latin: Allāhumma innī 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika, nāṣiyatī biyadika, māḍin fiyya ḥukmuka, 'adlun fiyya qaḍā'uka, as'aluka bikulli smin huwa laka sammayta bihī nafsaka, au anzaltahū fī kitābika, au 'allamtahū aḥadan min khalqika, awista'ṡarta bihī fī 'ilmil-ghaibi 'indaka, an taj'alal-qur'āna rabī'a qalbī, wa nūra ṣadrī, wa jalā'a ḥuznī, wa żahāba hammī.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki, dan anak dari hamba-Mu yang perempuan. Ubun-ubunku ada di tangan-Mu, ketetapan-Mu telah berlaku padaku, ketentuan-Mu adil bagiku. Aku memohon kepada-Mu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang Engkau namakan untuk diri-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib di sisi-Mu, agar Engkau jadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, pelenyap kesedihanku, dan penghilang kegelisahanku.”
Doa ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa doa ini mengandung empat pokok agung yang menjadi benteng saat hidup terasa penuh masalah: pengakuan kehambaan kepada Allah, keimanan kepada takdir Allah, pengenalan terhadap nama-nama Allah, dan penghayatan terhadap Al-Qur'an. Dengan empat pokok inilah hati menjadi kuat dan sabar menghadapi berbagai persoalan hidup.
3. Doa Memohon Perlindungan dari Bencana Berat dan Kesengsaraan
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi SAW mengajarkan umatnya untuk berlindung dari berbagai bentuk bencana dan kesengsaraan.
Teks Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Latin: Allāhumma innī a'ūżu bika min jahdil-balā', wa darakisy-syaqā', wa sū'il-qaḍā', wa syamātati-l-a'dā'.
Artinya: “Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari bencana yang sangat berat, kesengsaraan dan segala faktor penyebabnya, hal-hal yang tidak disukai, serta kebahagiaan musuh atas musibah yang menimpa diriku.”
Dikutip dari buku Doa-Doa Pilihan Terbaik oleh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Doa ini mencakup perlindungan dari berbagai bentuk penderitaan yang dapat menyebabkan kegelisahan hati, termasuk bencana besar, kesengsaraan, ketetapan yang buruk, dan kemenangan musuh atas diri seseorang.
4. Doa Nabi Yunus 'alaihissalam (Doa saat dalam Kesulitan Ekstrem)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan perut ikan paus—simbol dari kesulitan dan kegelisahan yang ekstrem.
Teks Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā Anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”
Allah berfirman dalam Surah Al-Anbiya ayat 87, “Maka Dia (Allah) telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan.” Rasulullah SAW bersabda, “Doa Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di perut ikan: 'Lā ilāha illā Anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.'
Tidaklah seorang laki-laki muslim berdoa dengan doa ini dalam hal apapun melainkan Allah pasti mengabulkan doanya”. Doa ini mengandung pengakuan kelemahan dan dosa di hadapan Allah, sekaligus pengakuan bahwa hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan.
5. Doa Memohon Rahmat dan Perbaikan Hidup (Doa Abu Bakrah)
Doa ini diriwayatkan dari sahabat Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah SAW mengajarkannya untuk dibaca saat menghadapi kesulitan.
Teks Arab: اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allāhumma raḥmataka arjū falā takilnī ilā nafsī ṭarfata 'ainin, aṣliḥ lī sya'nī kullah, lā ilāha illā anta.
Artinya: “Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walau sekejap mata, perbaikilah urusanku semuanya, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud. Doa ini mengajarkan seorang hamba untuk tidak menggantungkan diri pada kekuatan sendiri, melainkan bersandar sepenuhnya kepada Allah. Frasa “walā takilnī ilā nafsī” berarti memercayakan urusan hamba pada dirinya sendiri, yang artinya Allah berpaling darinya. Inilah pengakuan bahwa manusia tidak mampu mengurus dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah.
6. Doa Ketika Menghadapi Masalah Besar
Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW biasa berdoa ketika sedang menghadapi masalah besar dengan menengadahkan tangan ke langit.
Teks Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Latin: Subḥānallāhil-'aẓīm.
Artinya: “Mahasuci Allah Yang Maha Agung.”
Rasulullah SAW mengucapkan kalimat ini dengan penuh penghayatan saat menghadapi masalah besar. Kalimat ini mengingatkan seorang hamba akan keagungan Allah yang melampaui segala persoalan duniawi, sehingga hati menjadi tenang.
Cara dan Waktu Pengamalan Doa
1. Saat Masalah Mulai Terasa Memberatkan
Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa ini untuk dibaca kapan saja ketika hati terasa gelisah dan masalah terasa menumpuk. Doa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan proses kesadaran—saat seseorang melafalkan doa tersebut, ia diajak untuk mengenali sumber kegelisahannya.
2. Pagi dan Sore Hari (Waktu Zikir)
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa zikir pagi dan petang adalah benteng kokoh bagi seorang hamba sepanjang hari. Membaca doa-doa perlindungan di waktu ini akan menjaga hati dari kegelisahan sepanjang hari.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sepertiga malam yang akhir adalah saat yang paling mustajab untuk berdoa. Pada waktu ini, Allah turun ke langit dunia dan berfirman, “Siapakah yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapakah yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; siapakah yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni” (HR. Bukhari & Muslim).
4. Setelah Shalat Fardhu
Doa-doa yang diajarkan Nabi SAW dapat dibaca setelah shalat fardhu, terutama doa perlindungan dari berbagai keburukan yang menjadi penyebab kegelisahan hati.
5. Dalam Keadaan Sujud
Rasulullah SAW bersabda, “Saat seorang hamba berada dalam keadaan sujud, maka ia paling dekat dengan Tuhannya, maka perbanyaklah doa di dalamnya” (HR. Muslim). Sujud adalah momen di mana hati paling tunduk dan doa paling mustajab.
Hikmah Doa Saat Merasa Hidup Penuh Masalah
1. Mengakui Kelemahan dan Ketergantungan kepada Allah
Doa saat hidup penuh masalah mengajarkan seorang hamba untuk mengakui bahwa dirinya lemah dan tidak berdaya. Sebagaimana dalam doa Abu Bakrah, “Janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walau sekejap mata”—ini adalah pengakuan bahwa manusia tidak mampu mengurus dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah.
2. Menghidupkan Hati dengan Mengingat Allah
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa zikir adalah benteng kuat dan penyebab hidupnya hati. Ketika hidup terasa penuh masalah, mengingat Allah melalui doa dan zikir adalah cara paling efektif untuk menghidupkan kembali hati yang “mati” karena kelalaian.
3. Menguatkan Tauhid dan Tawakal
Doa-doa ketika hidup penuh masalah mengandung pengakuan bahwa hanya Allah-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Dalam doa pengakuan hamba, terdapat kalimat “nāṣiyatī biyadika” (ubun-ubunku ada di tangan-Mu)—ini adalah pengakuan bahwa hidup dan mati, bahagia dan sengsara, semuanya berada di tangan Allah.
4. Membersihkan Hati dari Dosa dan Kekotoran
Salah satu penyebab hidup terasa penuh masalah adalah dosa. Syaikh Abdurrazzaq al-Badr menjelaskan bahwa doa-doa perlindungan dari berbagai keburukan berfungsi membersihkan hati dari kekotoran dosa. Dengan istighfar dan doa, hati menjadi lebih ringan dan masalah terasa lebih mudah dihadapi.
5. Menumbuhkan Kesabaran dan Keridhaan
Doa saat hidup penuh masalah mengajarkan seorang hamba untuk bersabar dan ridha dengan takdir Allah. Dalam doa pengakuan hamba terdapat kalimat “māḍin fiyya ḥukmuka, 'adlun fiyya qaḍā'uka” (ketetapan-Mu telah berlaku padaku, ketentuan-Mu adil bagiku.
Pertanyaan Seputar Doa Saat Penuh Masalah
1. Doa apa yang dibaca ketika hidup terasa penuh masalah?
Doa yang paling dianjurkan adalah: “Allāhumma innī a'ūżu bika minal-hammi wal-ḥazani, wal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wa ḍala'id-daini, wa ghalabatir-rijāl” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan utang, serta dari tekanan manusia). Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan mencakup berbagai bentuk penderitaan hidup.
2. Doa apa yang diajarkan Rasulullah untuk menghilangkan kesedihan dan kegelisahan?
Rasulullah SAW mengajarkan doa pengakuan hamba: “Allāhumma innī 'abduka, wabnu 'abdika, wabnu amatika...” (Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu yang laki-laki, dan anak dari hamba-Mu yang perempuan...). Doa ini mengandung pengakuan kehambaan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, serta permohonan agar Al-Qur'an menjadi penyejuk hati dan penghilang kesedihan.
3. Bagaimana cara menenangkan hati saat hidup penuh masalah menurut Islam?
Cara terbaik adalah dengan memperbanyak dzikir dan mengingat Allah, membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya, meyakini bahwa setiap ujian adalah penghapus dosa dan peningkat derajat, serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Sebagaimana firman Allah, “alā bidzikrillāhi tathma'innul-qulūb” (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram).
4. Doa apa yang paling mustajab saat menghadapi kesulitan berat?
Doa Nabi Yunus “Lā ilāha illā Anta, subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn” (Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim) adalah doa yang paling mustajab saat menghadapi kesulitan berat. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan doa ini melainkan Allah akan mengabulkannya.
5. Kapan waktu terbaik membaca doa ketika hidup penuh masalah?
Doa-doa ini dapat dibaca kapan saja ketika hati merasa gelisah dan masalah terasa menumpuk. Namun waktu yang paling dianjurkan adalah di pagi dan sore hari (zikir pagi dan petang), setelah shalat fardhu, pada sepertiga malam yang terakhir, dan dalam keadaan sujud. Membacanya secara rutin di waktu-waktu tersebut menjadi cara Nabi SAW menjaga ketenangan jiwa di tengah badai masalah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318670/original/097009500_1786124467-efb30e6b-7dc4-4c13-a54b-d81aacb7f640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321440/original/060833200_1786441575-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328949/original/051500400_1787215032-1001574954.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627023/original/022700000_1782622344-masjid-pogung-dalangan-GGtHPUYx6oI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328871/original/051614800_1787211832-1001575719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328852/original/032881900_1787211211-1001575466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327814/original/055979000_1787125469-Kecelakaan_melibatkan_empat_kendaraan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328808/original/088513700_1787209805-site_1_image_870x_6a8510fedb8a9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328722/original/022447600_1787206883-000_A8WA9WE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5165509/original/009073500_1742184236-535f032ee6b6e3beccec5dfc251f3802.jpg)