Bacaan dan Arti Doa Rabbi Inni Lima Anzalta Ilayya Min Khairin Faqir, Terlepas dari Kesulitan Datangkan Kebaikan

Surat Al-Qasas ayat 24 mengabadikan doa Nabi Musa AS ini sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Arti Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir perlu diketahui umat Islam menilik kandungan makna, kemustajaban, dan menjadi salah satu dari doa nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Doa ini dipanjatkan Nabi Musa saat kondisi sulit; terasing, lapar dan tanpa tempat berlindung.

Surat Al-Qasas ayat 24 mengabadikan doa Nabi Musa AS ini sebagai pelajaran bagi seluruh umat manusia. Momen ini terjadi ketika Nabi Musa AS, dalam pelariannya dari kejaran Fir'aun, tiba di Kota Madyan dalam keadaan sangat membutuhkan pertolongan.

Doa ini menjadi bukti bahwa dalam puncak keputusasaan sekalipun, seorang hamba tetap memiliki jalan untuk kembali kepada Allah SWT. Doa ini merupakan pengakuan jujur akan kelemahan dan ketergantunga seorang hamba kepada Tuhannya.

Pengakuan akan kefakiran di hadapan Allah adalah pintu terbukanya pertolongan dan rahmat-Nya. Kesadaran inilah yang menjadikan doa ini sebagai salah satu doa paling istimewa dan banyak diamalkan oleh umat Islam hingga saat ini.

Para ulama mengajarkan amalan membaca doa ini sebagai salah satu ikhtiar untuk mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan, termasuk jodoh dan rezeki. Doa ini mengajarkan bahwa pengakuan akan kefakiran di hadapan Allah adalah kunci untuk membuka pintu-pintu kebaikan yang tak terduga.

Bacaan dan Arti Doa Rabbi Inni Lima Anzalta Ilayya Min Khairin Faqir

Bacaan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Tulisan Arab: رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Latin: Rabbi innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr

Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku."

Ayat lengkap Surat Al-Qasas ayat 24 adalah sebagai berikut:

فَسَقٰى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلّٰىٓ اِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ اِنِّيْ لِمَآ اَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

Artinya: "Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu. Dia kemudian berpindah ke tempat yang teduh, lalu berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku.'"

Riwayat dan Latar Belakang Doa

Ayat ini turun dalam rangkaian kisah ini terjadi ketika Nabi Musa AS meninggalkan Mesir setelah kejadian dengan Fir'aun dan pergi menuju Kota Madyan. Dalam perjalanannya, beliau tiba di sebuah sumur tempat para penggembala sedang memberi minum ternak mereka. Di sana, beliau melihat dua orang gadis yang menahan ternaknya karena tidak sanggup mengangkat batu besar penutup sumur.

Nabi Musa AS yang sedang dalam kondisi lemah dan kelaparan, dengan penuh kepedulian mengangkat batu besar tersebut dan memberi minum ternak kedua gadis itu. Setelah menolong mereka, beliau kembali ke tempat yang teduh dan dalam kondisi yang sangat membutuhkan, beliau memanjatkan doa yang kemudian diabadikan dalam Al-Qur'an.

Tidak lama setelah Nabi Musa AS membaca doa ini, kedua gadis yang ditolongnya kembali dan mengundangnya untuk bertemu dengan ayah mereka, yang tidak lain adalah Nabi Syu'aib AS. Melalui pertemuan ini, Nabi Musa AS mendapatkan tempat tinggal, pekerjaan, dan akhirnya menikah dengan salah satu putri Nabi Syu'aib AS.

Kejadian ini menunjukkan betapa cepatnya pertolongan Allah datang setelah doa yang tulus dipanjatkan. Inilah yang menjadikan doa ini sangat istimewa dan sering diamalkan oleh umat Islam, terutama bagi mereka yang sedang dalam kesulitan atau mencari jodoh.

Makna Mendalam Doa Rabbi Inni Lima Anzalta Ilayya Min Khairin Faqir

Doa "Rabbi innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr" mengandung makna yang sangat dalam dan mengajarkan beberapa prinsip penting dalam berdoa:

1. Rabbi (رَبِّ) — Wahai Tuhanku

Penggunaan kata "Rabbi" menunjukkan hubungan yang sangat dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya. Kata ini mengandung makna bahwa Allah adalah Pemelihara, Pengatur, dan Pemberi rezeki bagi seluruh makhluk-Nya. Dengan menyebut "Rabbi", Nabi Musa AS mengakui bahwa hanya Allah-lah yang berkuasa atas segala urusannya.

2. Inni (إِنِّي) — Sesungguhnya Aku

Kata ini menunjukkan kesungguhan dan ketulusan dalam permohonan. Nabi Musa AS tidak sekadar mengucapkan doa, tetapi menyampaikannya dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

3. Lima (لِمَا) — Kepada Apa yang

Kata ini merujuk pada segala bentuk kebaikan yang diturunkan Allah. Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa AS memohon segala bentuk kebaikan, tidak terbatas pada satu jenis kebaikan tertentu.

4. Anzalta (أَنْزَلْتَ) — Engkau Turunkan

Kata ini menunjukkan bahwa kebaikan yang dimohon berasal dari Allah dan diturunkan dari sisi-Nya. Ini adalah pengakuan bahwa segala kebaikan hanya datang dari Allah semata.

5. Ilayya (إِلَيَّ) — Kepadaku

Nabi Musa AS memohon kebaikan untuk dirinya sendiri, menunjukkan kerendahan hati dan pengakuan akan kebutuhannya.

6. Min Khairin (مِنْ خَيْرٍ) — Suatu Kebaikan

Kata "khair" (kebaikan) dalam ayat ini bersifat umum, mencakup segala bentuk kebaikan: rezeki, pekerjaan, jodoh, kesehatan, petunjuk, dan lain sebagainya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Musa AS memohon kebaikan secara menyeluruh, tidak terbatas pada satu aspek tertentu.

7. Faqir (فَقِيرٌ) — Sangat Membutuhkan

Inilah inti dari doa ini. Kata "faqir" berarti orang yang sangat miskin dan sangat membutuhkan. Nabi Musa AS menggunakan kata ini untuk menggambarkan kondisi dirinya yang sangat memerlukan pertolongan Allah. Ini adalah puncak kerendahan hati di hadapan Allah—pengakuan bahwa tanpa pertolongan-Nya, seorang hamba tidak memiliki apa-apa.

Hikmah Doa Rabbi Inni Lima Anzalta Ilayya Min Khairin Faqir

1. Pengakuan Kefakiran adalah Kunci Pertolongan Allah

Doa ini mengajarkan bahwa mengakui kelemahan dan kefakiran di hadapan Allah adalah pintu terbukanya pertolongan. Nabi Musa AS tidak menyembunyikan kondisinya atau berpura-pura kuat; beliau justru mengakui dengan jujur bahwa ia sangat membutuhkan pertolongan Allah. Inilah yang kemudian membuka jalan bagi datangnya pertolongan-Nya.

2. Doa yang Tulus Membawa Perubahan Cepat

Kisah Nabi Musa AS menunjukkan bahwa doa yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan dan keyakinan dapat membawa perubahan yang cepat. Tidak lama setelah beliau berdoa, Allah mengirimkan pertolongan melalui kedua gadis yang mengundangnya bertemu dengan Nabi Syu'aib AS. Ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

3. Berbuat Baik Sebelum Berdoa

Sebelum memanjatkan doa ini, Nabi Musa AS terlebih dahulu menolong dua gadis yang membutuhkan bantuan. Ini mengajarkan bahwa amal saleh dan kepedulian kepada sesama adalah amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan menjadi sebab dikabulkannya doa.

4. Kebaikan yang Dimohon Bersifat Menyeluruh

Doa ini tidak meminta hal yang spesifik, melainkan memohon kebaikan secara umum (min khairin). Ini mengajarkan bahwa seorang muslim hendaknya memohon kebaikan secara menyeluruh kepada Allah, karena Dia-lah yang paling tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya.

5. Kerendahan Hati adalah Jalan Keselamatan

Dengan mengakui dirinya sebagai "faqir" (sangat membutuhkan), Nabi Musa AS menunjukkan kerendahan hati yang luar biasa di hadapan Allah. Ini mengajarkan bahwa kesombongan adalah penghalang doa, sementara kerendahan hati adalah kunci untuk mendapatkan rahmat dan pertolongan Allah.

Cara Mengamalkan

Ulama menganjurkan doa ini diamalkan sebanyak-banyaknya dan istiqamah. Tidak ada ketentuan jumlah yang baku, yang terpenting adalah konsistensi dan keyakinan dalam membacanya.

Doa ini juga dapat dibaca dalam berbagai kondisi, baik saat menghadapi kesulitan, membutuhkan pertolongan, memohon jodoh, atau sekadar sebagai bentuk kerendahan hati di hadapan Allah.

Pertanyaan Seputar Doa rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir

1. Apa arti doa rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir?

Artinya adalah "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan (rezeki) yang Engkau turunkan kepadaku". Doa ini merupakan pengakuan akan kefakiran dan ketergantungan mutlak seorang hamba kepada Allah SWT.

2. Di mana doa rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir terdapat dalam Al-Qur'an?

Doa ini terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Qasas ayat 24. Ayat ini mengabadikan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa AS ketika berada di Kota Madyan dalam keadaan sangat membutuhkan pertolongan.

3. Siapa yang mengucapkan doa rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir?

Doa ini diucapkan oleh Nabi Musa AS ketika beliau berada di Kota Madyan dalam pelarian dari kejaran Fir'aun. Beliau mengucapkannya setelah menolong dua gadis dan berteduh di tempat yang teduh.

4. Apa keutamaan membaca doa rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir?

Keutamaannya antara lain: (1) urusan yang sulit menjadi mudah, (2) diberikan rezeki dan dicukupkan kebutuhannya, (3) doa ini dipercaya dapat memudahkan jodoh seseorang, dan (4) sebagai bentuk berserah diri atas segala kelemahan dan memohon pertolongan Allah.

5. Kapan waktu terbaik membaca doa rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir?

Waktu terbaik adalah setelah menunaikan salat fardhu dan pada sepertiga malam terakhir. Doa ini juga dianjurkan dibaca setiap pagi dan sore serta dapat dibaca kapan saja saat dalam kesulitan.