Liputan6.com, Jakarta - Rasa gelisah, cemas dan kesedihan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan. Tuntutan pekerjaan yang menumpuk, masalah ekonomi yang membelit, konflik sosial yang menguras energi, hingga kecemasan akan masa depan yang tak pasti acap kali menyebabkan hati tak lagi tenang. Maka itu, umat Islam perlu mengetahui amalan ketika hati gelisah agar kembali tenang.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Ra'd ayat 28: Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. Ketenangan sejati tidak lahir dari kemampuan mengendalikan hidup sepenuhnya, melainkan dari kedekatan dan bersandar kepada Allah. Inilah prinsip yang diajarkan dalam Islam.
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr dalam At-Tabyiin li Da'awatil Mardha wal Mushabiin menjelaskan bahwa kegelisahan dan kesedihan dapat dihilangkan dengan kembali kepada Allah, merendahkan diri di hadapan-Nya, beriman kepada takdir-Nya, serta mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya.
Advertisement
Dia membedakan tiga jenis kegelisahan: huzn (kesedihan atas masa lalu), hamm (kekhawatiran akan masa depan), dan ghamm (kegundahan atas kondisi saat ini). Ketiganya hanya dapat sirna dengan kembali kepada Allah.
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW mengungkapkan bahwa zikir adalah katalis hidupnya hati. Doa dan zikir menjadi proses kesadaran yang mengajak seseorang mengenali sumber kegelisahannya. Dengan memahami akar persoalan dan menghadapkannya kepada Allah, hati perlahan-lahan akan menemukan ketenangan yang hakiki.
Amalan-Amalan ketika Hati Gelisah agar Kembali Tenang
1. Memperbanyak Dzikir dan Mengingat Allah
Dzikir adalah benteng terkuat untuk menenangkan hati yang gelisah. Sebagaimana firman Allah, hanya dengan mengingat-Nya hati menjadi tenteram.
Amalan dzikir yang dianjurkan:
• Dzikir Tauhid Penenang Hati: Membaca kalimat "Lā ilāha illallāh" dengan penuh penghayatan, karena kalimat ini dapat menyadarkan hati bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah-lah Yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Dzikir ini mengingatkan bahwa segala yang terjadi berada dalam kendali Allah, sehingga kegelisahan perlahan sirna.
• Dzikir Hasbunallāh wa Ni'mal-Wakīl: Membaca حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ (Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung). Dengan membaca dzikir ini, seseorang menyadarkan seluruh hidupnya kepada Allah dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya, sehingga hati dan pikiran menjadi tenang.
2. Membaca Doa-Doa Perlindungan dari Kegelisahan
Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa khusus untuk menghadapi kegelisahan batin. Doa-doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan merupakan doa yang paling sering diajarkan Rasulullah SAW untuk menghadapi kegelisahan batin.
Doa Perlindungan dari Kegelisahan dan Kesedihan:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ
Allāhumma innī a'ūżu bika minal-hammi wal-ḥazani, wal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wa ḍala'id-daini, wa ghalabatir-rijāl.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan utang, serta dari tekanan manusia."
Para ulama menjelaskan bahwa doa ini tidak hanya menyebut "kegelisahan" dan "kesedihan", tetapi juga menyandingkannya dengan sifat-sifat lain seperti kelemahan, kemalasan, ketakutan, dan lilitan utang. Hal ini menunjukkan bahwa kegelisahan batin sering berkaitan dengan kondisi mental, fisik, dan sosial secara bersamaan.
3. Doa Memohon Rahmat dan Perbaikan Hidup
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dzar al-Ghifari dan mengajarkan seorang hamba untuk menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah.
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنتَ
Latin: Allāhumma raḥmataka arjū, falā takilnī ilā nafsī ṭarfata ‘ainin, wa aṣliḥ lī sya’nī kullah, lā ilāha illā anta.
Artinya: "Ya Allah, aku berharap rahmat-Mu. Jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau sekejap mata. Perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Tuhan selain Engkau."
4. Doa Nabi Yunus 'alaihissalam
Doa ini adalah doa yang dipanjatkan Nabi Yunus ketika berada dalam kegelapan perut ikan paus—simbol dari kesulitan dan kegelisahan yang ekstrem.
لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Latin: Lā ilāha illā anta subḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim."
Doa ini mengandung pengakuan kelemahan dan dosa di hadapan Allah, sekaligus pengakuan bahwa hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan. Dalam kesulitan dan kegelisahan, doa ini adalah salah satu yang paling mustajab.
5. Doa Memohon Ketenangan Hati dan Kelapangan Dada
Doa Nabi Musa 'alaihissalam ketika diperintahkan menghadap Firaun ini mengajarkan kita untuk memohon ketenangan dan kemudahan dalam menghadapi situasi sulit.
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي
Latin: Rabbisrah lī ṣadrī, wa yassir lī amrī, waḥlul 'uqdatam mil lisānī yafqahū qaulī.
Artinya: "Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku."
6. Doa Memohon Ketegaran Hati (Doa Paling Sering Diucapkan Nabi)
Abdullah bin 'Amru bin al-'Ash radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya kalbu seluruh manusia berada di antara dua jari dari jari-jemari Allah Yang Maha Pengasih, bagaikan satu kalbu, Allah mengubah-ubah keadaannya sesuai kehendak-Nya". Maka Rasulullah SAW pun berdoa:
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
Latin: Allāhumma Musharrifal-qulūb, ṣarrif qulūbanā 'alā ṭā'atik.
Artinya: "Ya Allah, Yang Mahakuasa untuk merubah-rubah keadaan hati! Arahkanlah kalbu kami untuk senantiasa menaati Engkau."
Doa ini sangatlah agung, bahkan ia termasuk yang paling sering diucapkan oleh Nabi SAW. Aisyah radhiyallahu 'anha menyatakan bahwa salah satu doa yang paling sering diucapkan Nabi SAW adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Latin: Yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik.
Artinya: "Wahai Yang Mahakuasa untuk membolak-balikkan hati, kokohkanlah kalbuku di atas agama-Mu."
7. Membaca Al-Qur'an dan Merenungkan Maknanya
Al-Qur'an adalah obat bagi hati yang gelisah. Surah-surah seperti Al-Mulk, Al-Kahfi, Yasin, dan Al-Mathurat memiliki efek menenangkan bagi jiwa. Membaca Al-Qur'an dengan tartil sambil merenungkan maknanya akan membawa ketenangan dan kedamaian batin.
Cara dan Waktu Mengamalkan Amalan ketika Hati Gelisah
1. Saat Hati Mulai Merasa Tidak Tenang
Rasulullah SAW mengajarkan doa-doa ini untuk dibaca kapan saja ketika hati diliputi kegelisahan. Doa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan proses kesadaran—saat seseorang melafalkan doa tersebut, ia diajak untuk mengenali sumber kegelisahannya.
2. Pagi dan Sore Hari (Waktu Zikir)
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa zikir pagi dan petang adalah benteng kokoh bagi seorang hamba sepanjang hari. Membaca doa-doa perlindungan di waktu ini akan menjaga hati dari kegelisahan sepanjang hari.
3. Sepertiga Malam Terakhir
Waktu sepertiga malam yang akhir adalah saat yang paling mustajab untuk berdoa. Pada waktu ini, Allah turun ke langit dunia dan berfirman, "Siapakah yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan; siapakah yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri; siapakah yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni" (HR. Bukhari & Muslim).
4. Setelah Shalat Fardhu
Doa-doa yang diajarkan Nabi SAW dapat dibaca setelah shalat fardhu, terutama doa perlindungan dari berbagai keburukan yang menjadi penyebab kegelisahan hati.
5. Dalam Keadaan Sujud
Rasulullah SAW bersabda, "Saat seorang hamba berada dalam keadaan sujud, maka ia paling dekat dengan Tuhannya, maka perbanyaklah doa di dalamnya" (HR. Muslim). Sujud adalah momen di mana hati paling tunduk dan doa paling mustajab.
Hikmah Amalan ketika Hati Gelisah agar Kembali Tenang
1. Mengakui Kelemahan dan Ketergantungan kepada Allah
Amalan ketika hati gelisah mengajarkan seorang hamba untuk mengakui bahwa dirinya lemah dan tidak berdaya. Doa "Janganlah Engkau serahkan diriku kepada diriku sendiri walau sekejap mata" adalah pengakuan bahwa manusia tidak mampu mengurus dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah.
2. Menghidupkan Hati dengan Mengingat Allah
Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa zikir adalah benteng kuat dan penyebab hidupnya hati. Ketika hati gelisah, mengingat Allah melalui doa dan zikir adalah cara paling efektif untuk menghidupkan kembali hati yang "mati" karena kelalaian.
3. Menguatkan Tauhid dan Tawakal
Doa-doa ketika hati gelisah mengandung pengakuan bahwa hanya Allah-lah yang berkuasa atas segala sesuatu. Kalimat "lā ilāha illā anta" (tiada Tuhan selain Engkau) adalah pengakuan bahwa hanya Allah tempat bergantung dan memohon pertolongan.
4. Membersihkan Hati dari Dosa dan Kekotoran
Salah satu penyebab kegelisahan hati adalah dosa. Amalan dzikir dan istighfar berfungsi membersihkan hati dari kekotoran dosa. Dalam doa perlindungan dari kegelisahan, terdapat permohonan perlindungan dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, dan kekikiran—sifat-sifat yang menghalangi hati dari ketenangan.
5. Menumbuhkan Kesabaran dan Keridhaan
Amalan ketika hati gelisah mengajarkan seorang hamba untuk bersabar dan ridha dengan takdir Allah. Dalam doa pengakuan hamba terdapat pengakuan bahwa segala yang menimpa diri seorang hamba adalah ketetapan Allah yang adil. Ini adalah pengakuan yang membuat hati menjadi tenang dan lapang.
Pertanyaan Seputar Doa Agar Hati Tenang
1. Doa apa yang dibaca ketika hati gelisah dan tidak tenang?
Doa yang paling dianjurkan adalah: "Allāhumma innī a'ūżu bika minal-hammi wal-ḥazani, wal-'ajzi wal-kasali, wal-jubni wal-bukhli, wa ḍala'id-daini, wa ghalabatir-rijāl" (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan dan kesedihan, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat pengecut dan kikir, dari lilitan utang, serta dari tekanan manusia). Doa ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
2. Bagaimana cara menenangkan hati yang gelisah menurut Islam?
Cara terbaik adalah dengan memperbanyak dzikir dan mengingat Allah, membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, membaca Al-Qur'an dan merenungkan maknanya, serta berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Sebagaimana firman Allah, "alā bidzikrillāhi tathma'innul-qulūb" (Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram).
3. Apakah kegelisahan tanda lemahnya iman?
Tidak. Rasulullah SAW sendiri, meskipun paling dekat dengan Allah, juga merasakan sedih dan cemas. Bahkan beliau paling sering membaca doa memohon ketegaran hati. Fakta bahwa Nabi membaca doa-doa ini menunjukkan bahwa kegelisahan bukan tanda lemahnya iman. Justru, cara menyikapinya—dengan kembali kepada Allah—yang menentukan kualitas keimanan seseorang.
4. Doa apa yang paling sering dibaca Nabi Muhammad SAW untuk ketenangan hati?
Salah satu doa yang paling sering diucapkan Nabi SAW adalah: "Yā Muqallibal-qulūb, tsabbit qalbī 'alā dīnik" (Wahai Yang Mahakuasa untuk membolak-balikkan hati, kokohkanlah kalbuku di atas agama-Mu). Beliau juga sering membaca: "Allāhumma Musharrifal-qulūb, ṣarrif qulūbanā 'alā ṭā'atik".
5. Kapan waktu terbaik membaca doa ketika hati gelisah?
Doa-doa ini dapat dibaca kapan saja ketika hati merasa gelisah. Namun waktu yang paling dianjurkan adalah di pagi dan sore hari (zikir pagi dan petang), setelah shalat fardhu, pada sepertiga malam yang terakhir, dan dalam keadaan sujud. Membacanya secara rutin di waktu-waktu tersebut menjadi cara Nabi SAW menjaga ketenangan jiwa.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327521/original/042881300_1787113384-Screenshot_2026-08-19_110246.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327124/original/062496300_1787051796-WhatsApp_Image_2026-08-18_at_17.53.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327772/original/034733500_1787123605-1001572467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327786/original/019912900_1787124078-WhatsApp_Image_2026-08-19_at_14.01.51__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826798/original/006051700_1426131169-1842092shutterstock-175158260780x390.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327123/original/057359200_1787051796-WhatsApp_Image_2026-08-18_at_17.53.16__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327749/original/056343700_1787122641-1001569202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4374139/original/096709100_1679981555-pexels-alena-darmel-8164742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5507757/original/Rinnai_RI-301S_dan_RI-511C_karena_Teknologi_Pembakaran_Efisien_Rinnai_menjadi_salah_satu_merek_yang_konsisten_masuk_daftar_rekomendasi_2026._Model_RI-301S_dan_RI-511C_dikenal_memiliki_burner_berku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327621/original/003407400_1787116701-IMG-20260819-WA0025.jpg)