7 Kebiasaan Cuci Muka yang Bisa Merusak Kulit, Ternyata Sering Dilakukan

Merasa sudah rutin mencuci muka tetapi kulit tetap bermasalah? Simak 7 kebiasaan cuci muka yang bisa merusak kulit tanpa disadari.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 15:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mencuci muka merupakan salah satu rutinitas sederhana yang dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Namun, terlalu sering dilakukan bukan berarti selalu memberikan hasil yang lebih baik. Tanpa disadari, beberapa kebiasaan saat mencuci muka justru dapat membuat kulit terasa kering, tertarik, kemerahan, atau lebih mudah mengalami iritasi. Kesalahan kecil seperti menggosok wajah terlalu kuat, menggunakan air yang terlalu panas, hingga memilih produk pembersih yang tidak sesuai ternyata bisa memengaruhi kondisi kulit.

Hal ini sering terjadi karena kebiasaan tersebut sudah dilakukan berulang kali sehingga terasa seperti cara yang normal. Padahal, kulit wajah memiliki lapisan pelindung yang perlu dijaga agar tetap berfungsi dengan baik. Membersihkan wajah memang penting untuk mengangkat kotoran, minyak, sisa produk, dan polusi, tetapi prosesnya tetap perlu dilakukan dengan lembut dan menggunakan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit.

Lantas apa saja kebiasaan cuci muka yang bisa merusak kulit dan ternyata sering dilakukan? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (19/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Mencuci Muka Terlalu Sering

Mencuci muka memang penting untuk mengangkat kotoran, minyak berlebih, keringat, sisa produk perawatan, dan partikel yang menempel di kulit. Namun, terlalu sering mencuci wajah tidak selalu membuat kulit menjadi semakin bersih. Jika dilakukan berulang kali tanpa kebutuhan, proses pembersihan dapat menghilangkan sebagian minyak alami yang membantu menjaga kelembapan dan fungsi pelindung kulit. Akibatnya, kulit bisa terasa kering, tertarik, atau tidak nyaman setelah mencuci muka.

Frekuensi mencuci wajah sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kulit dan aktivitas sehari-hari. Orang yang banyak berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan mungkin membutuhkan pembersihan setelah aktivitas tertentu, tetapi bukan berarti wajah harus dicuci setiap kali terasa sedikit berminyak. Terlalu sering membersihkan wajah juga dapat membuat kulit yang memang sensitif menjadi lebih mudah mengalami kemerahan atau iritasi. Karena itu, penting membedakan antara kebutuhan membersihkan wajah dan keinginan untuk terus-menerus menghilangkan minyak dari permukaan kulit.

Selain memperhatikan frekuensi, perhatikan juga respons kulit setelah mencuci muka. Jika kulit terus-menerus terasa kencang, kering, perih, atau bersisik, rutinitas pembersihan mungkin perlu dievaluasi. Gunakan pembersih yang lembut dan lakukan pembersihan secukupnya, bukan sebanyak mungkin. Tujuan mencuci muka seharusnya adalah membersihkan kulit tanpa membuatnya kehilangan kenyamanan dan keseimbangan alaminya.

2. Menggosok Wajah Terlalu Kuat

Kebiasaan menggosok wajah dengan kuat sering dilakukan dengan anggapan bahwa kotoran akan lebih cepat terangkat. Padahal, kulit wajah tidak membutuhkan tekanan besar untuk menjadi bersih. Menggosok menggunakan tangan dengan tenaga berlebihan, terutama ketika kulit sedang basah dan lebih mudah mengalami gesekan, dapat menyebabkan iritasi. Penggunaan waslap, spons, atau alat pembersih dengan permukaan kasar juga perlu diperhatikan agar tidak memberikan gesekan berlebihan.

Ketika mencuci muka, sebaiknya gunakan ujung jari dan gerakan yang lembut. Pembersih wajah dapat diratakan pada permukaan kulit dengan gerakan perlahan tanpa perlu menggosok satu area berulang kali. Area seperti hidung dan dagu yang terasa lebih berminyak juga tidak perlu diperlakukan dengan tekanan ekstra. Minyak dan kotoran dapat dibersihkan melalui kombinasi air, produk pembersih yang sesuai, dan gerakan lembut, bukan dengan mengandalkan kekuatan tangan.

Kebiasaan menggosok terlalu kuat juga dapat membuat kulit terasa lebih sensitif setelah dibersihkan. Jika wajah terasa perih atau kemerahan setelah mencuci muka, coba evaluasi tekanan tangan dan alat yang digunakan. Kulit yang bersih seharusnya tidak harus terasa “kesat” atau seperti kehilangan seluruh minyak alaminya. Sentuhan lembut justru menjadi salah satu cara untuk menjaga proses pembersihan tetap efektif tanpa memberikan gesekan yang tidak diperlukan.

3. Menggunakan Air yang Terlalu Panas

Air panas memang terasa nyaman, terutama ketika mencuci muka setelah beraktivitas atau saat cuaca dingin. Namun, penggunaan air yang terlalu panas dapat membuat kulit menjadi lebih kering dan terasa tidak nyaman. Panas dapat mengganggu kelembapan permukaan kulit, terutama jika wajah dicuci dalam waktu lama. Bagi orang dengan kulit yang sensitif atau cenderung kering, kebiasaan ini dapat membuat rasa kering dan tertarik semakin terasa.

Sebaliknya, tidak perlu menggunakan air yang sangat dingin hanya karena menganggap suhu tersebut lebih baik untuk kulit. Untuk rutinitas sehari-hari, air dengan suhu yang nyaman atau cenderung suam-suam kuku dapat menjadi pilihan yang lebih praktis. Yang paling penting adalah menghindari suhu ekstrem dan tidak membiarkan wajah terpapar air panas terlalu lama. Setelah membasahi wajah, gunakan pembersih sesuai kebutuhan dan bilas dengan lembut.

Perhatikan kondisi kulit setelah selesai mencuci muka. Jika wajah terasa sangat kering, kencang, atau memerah setelah menggunakan air panas, sebaiknya kurangi suhunya. Setelah membersihkan wajah, keringkan dengan menepuk-nepuk menggunakan handuk bersih dan lembut, bukan menggosoknya. Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu mengurangi gesekan sekaligus membuat kulit terasa lebih nyaman setelah terkena air.

4. Memilih Sabun atau Pembersih yang Tidak Sesuai

Tidak semua produk pembersih cocok untuk setiap jenis kulit. Menggunakan sabun badan, sabun batang tertentu, atau pembersih wajah yang terlalu keras hanya karena membuat kulit terasa sangat kesat bukanlah pilihan yang ideal. Rasa kesat setelah mencuci muka tidak selalu berarti wajah benar-benar lebih bersih. Produk yang terlalu kuat dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan terasa kering atau tertarik setelah dibersihkan.

Pemilihan pembersih sebaiknya mempertimbangkan kondisi kulit dan kebutuhan sehari-hari. Kulit kering umumnya membutuhkan pembersih yang tidak membuat permukaan semakin terasa kencang, sedangkan kulit berminyak tetap perlu dibersihkan tanpa membuat kulit terasa sangat kering. Bagi kulit sensitif, formula yang lebih sederhana dan lembut dapat menjadi pertimbangan. Jika menggunakan produk baru, perhatikan respons kulit setelah beberapa kali pemakaian dan hentikan jika muncul reaksi yang mengkhawatirkan.

Selain jenis kulit, perhatikan pula bagaimana produk tersebut digunakan. Gunakan jumlah secukupnya dan ikuti petunjuk pada kemasan. Tidak perlu menggunakan produk dalam jumlah berlebihan atau mencuci wajah berkali-kali hanya untuk mendapatkan sensasi kesat. Jika setelah menggunakan pembersih kulit terus terasa perih, sangat kering, atau mudah kemerahan, pertimbangkan untuk mengevaluasi kembali produk yang digunakan dan mencari pilihan yang lebih sesuai.

5. Menggunakan Scrub atau Eksfoliator Terlalu Sering

Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati dari permukaan kulit, tetapi penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati. Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan scrub terlalu sering karena ingin wajah terasa lebih halus dan bersih. Padahal, eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit mengalami iritasi, terutama jika dilakukan dengan tekanan kuat atau menggunakan produk yang terlalu abrasif. Tidak semua orang membutuhkan eksfoliasi dengan frekuensi yang sama.

Jika menggunakan scrub fisik, jangan menggosok wajah dengan gerakan keras. Butiran scrub yang terasa kasar bukan berarti produk tersebut bekerja lebih efektif. Kulit wajah memiliki karakter yang berbeda dari kulit tubuh sehingga membutuhkan perlakuan lebih lembut. Produk eksfoliasi berbahan kimia juga harus digunakan sesuai petunjuk karena konsentrasi dan jenis bahannya berbeda-beda. Hindari menambahkan terlalu banyak produk eksfoliasi sekaligus dalam satu rutinitas tanpa memahami cara penggunaannya.

Perhatikan pula kondisi kulit sebelum melakukan eksfoliasi. Jika kulit sedang mengalami iritasi, terasa perih, sangat kering, atau lapisan permukaannya sedang terganggu, sebaiknya jangan memaksakan eksfoliasi. Fokus terlebih dahulu pada pembersihan yang lembut dan menjaga kelembapan kulit. Eksfoliasi seharusnya menjadi bagian dari perawatan yang dilakukan secara terukur, bukan sesuatu yang harus dilakukan setiap kali wajah terasa kurang halus.

6. Tidak Membilas Wajah dengan Bersih

Setelah menggunakan pembersih, wajah perlu dibilas dengan baik agar tidak ada sisa produk yang tertinggal di permukaan kulit. Membilas terlalu singkat atau terburu-buru dapat membuat sebagian residu pembersih masih menempel, terutama di area dekat garis rambut, rahang, hidung, dan sekitar telinga. Sisa produk tersebut dapat membuat kulit terasa tidak nyaman dan pada sebagian orang berpotensi memicu iritasi.

Namun, membilas dengan bersih bukan berarti harus menyiram atau menggosok wajah berkali-kali. Gunakan air secukupnya dan pastikan seluruh area wajah yang terkena pembersih sudah terbilas. Perhatikan bagian yang sering terlewat, seperti sisi hidung, bawah dagu, serta batas antara wajah dan rambut. Setelah itu, keringkan wajah menggunakan handuk yang bersih dengan cara menepuk perlahan.

Kebersihan handuk juga tidak kalah penting. Handuk yang lembap dan jarang dicuci dapat menjadi tempat menumpuknya kotoran dan mikroorganisme. Karena itu, gunakan handuk wajah yang bersih dan jangan berbagi handuk dengan orang lain. Jika memungkinkan, sediakan handuk khusus untuk wajah agar kebersihannya lebih mudah dijaga. Rutinitas sederhana ini dapat membantu membuat proses mencuci muka menjadi lebih higienis.

7. Langsung Mengeringkan Wajah dengan Menggosok Handuk

Kesalahan lain yang sering dianggap sepele adalah menggosok wajah menggunakan handuk setelah mencuci muka. Ketika kulit masih basah, banyak orang secara otomatis mengusap wajah dengan gerakan cepat agar segera kering. Padahal, gesekan berulang dapat membuat kulit terasa lebih sensitif, terutama jika handuk memiliki tekstur kasar atau digunakan dengan tekanan yang kuat.

Cara yang lebih lembut adalah menepuk-nepuk wajah secara perlahan menggunakan handuk bersih dan lembut. Tidak perlu membuat wajah benar-benar kering hingga tidak terasa lembap sama sekali. Setelah air berlebih terserap, Anda dapat melanjutkan rutinitas perawatan kulit sesuai kebutuhan. Jika menggunakan pelembap, mengaplikasikannya setelah membersihkan wajah sesuai petunjuk produk dapat membantu menjaga kulit tetap nyaman.

Perhatikan juga kondisi handuk yang digunakan setiap hari. Handuk yang sudah terlalu lama dipakai, berbau, atau lembap sebaiknya segera diganti dan dicuci. Hindari menggunakan satu handuk untuk wajah sekaligus tangan, badan, atau permukaan lain. Dengan mengurangi gesekan dan menjaga kebersihan alat yang bersentuhan dengan wajah, kebiasaan mencuci muka dapat menjadi lebih lembut dan tidak memberikan tekanan tambahan pada kulit.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Kebiasaan Cuci Muka yang Bisa Merusak Kulit

1. Berapa kali sebaiknya mencuci muka dalam sehari?

Frekuensi mencuci muka perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan aktivitas sehari-hari. Pada umumnya, wajah dibersihkan secara rutin pada pagi dan malam hari, serta setelah aktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat jika memang diperlukan. Terlalu sering mencuci muka justru dapat membuat kulit terasa kering, tertarik, atau tidak nyaman.

2. Apakah mencuci muka terlalu sering bisa merusak kulit?

Mencuci muka terlalu sering dapat mengganggu kelembapan dan kenyamanan kulit, terutama jika menggunakan pembersih yang terlalu kuat. Kulit bisa terasa kering, tertarik, atau lebih mudah mengalami iritasi. Karena itu, pembersihan sebaiknya dilakukan secukupnya dan menggunakan produk yang sesuai.

3. Apakah menggosok wajah saat mencuci muka bisa menyebabkan iritasi?

Ya. Menggosok wajah terlalu kuat dapat meningkatkan gesekan pada kulit dan menyebabkan kemerahan atau rasa perih, terutama pada kulit yang sensitif. Sebaiknya gunakan ujung jari dan gerakan lembut ketika mengaplikasikan pembersih wajah.

4. Apakah air panas bagus untuk mencuci muka?

Air yang terlalu panas sebaiknya dihindari karena dapat membuat kulit terasa lebih kering dan tidak nyaman. Gunakan air dengan suhu yang nyaman atau cenderung suam-suam kuku dan jangan mencuci wajah terlalu lama.

5. Apakah sabun badan boleh digunakan untuk mencuci muka?

Sebaiknya gunakan produk yang memang diformulasikan untuk wajah. Sabun badan belum tentu sesuai dengan kebutuhan kulit wajah dan dapat membuat sebagian orang mengalami rasa kering atau iritasi. Pilih pembersih berdasarkan kondisi dan kebutuhan kulit.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6