Apel Hijau Atau Apel Merah Mana yang Lebih Baik, Untuk yang Sedang Diet Perlu Perhatikan Ini

Apel hijau atau merah, mana yang lebih baik untuk diet? Simak perbedaan kalori, gula, serat, dan gizinya.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Apel hijau atau apel merah mana yang lebih baik untuk diet? Pertanyaan ini kerap muncul ketika seseorang mulai mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melalui situs resminya menyebutkan buah utuh dapat membantu memberikan rasa kenyang karena mengandung air dan serat, sementara jus kehilangan sebagian serat dari buah. 

Perbedaan warna kulit apel memang menunjukkan adanya perbedaan pada komposisi zat gizi dan senyawa tumbuhan di dalamnya. Namun, perbedaan tersebut tidak serta-merta membuat apel hijau atau apel merah menjadi pilihan yang jauh lebih baik untuk menurunkan berat badan. Namun ditambahkan CDC, memasukkan satu apel berukuran sedang sebagai pilihan camilan dengan sekitar 72 kalori.

Bagi orang yang sedang diet, hal yang lebih penting adalah jumlah apel yang dikonsumsi, cara mengolahnya, serta keseluruhan pola makan. Apel hijau maupun apel merah tetap dapat menjadi pilihan camilan selama porsinya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Rabu (19/8).

Kalori Apel Hijau dan Apel Merah

Apel termasuk buah yang relatif rendah kalori sehingga dapat digunakan sebagai pengganti camilan yang lebih tinggi kalori. CDC mencatat satu apel berukuran sedang mengandung sekitar 72 kalori, sehingga buah ini dapat menjadi pilihan ketika seseorang ingin mengurangi asupan kalori tanpa harus melewatkan camilan.

Jumlah kalori pada apel dapat berbeda karena ukuran dan varietas buah tidak selalu sama. Karena itu, angka kalori tidak sebaiknya digunakan untuk menyimpulkan bahwa semua apel hijau lebih rendah kalori daripada semua apel merah.

Dalam program penurunan berat badan, yang lebih menentukan adalah keseimbangan antara kalori yang dikonsumsi dan energi yang digunakan tubuh. Memilih apel hijau hanya karena warnanya tidak akan banyak berpengaruh jika jumlah makanan lain yang dikonsumsi tetap berlebihan.

Serat Membantu Menahan Rasa Lapar

Apel mengandung serat yang dapat membantu seseorang merasa kenyang lebih lama. Serat juga menjadi salah satu alasan buah utuh lebih disarankan dibandingkan jus ketika seseorang sedang mengatur pola makan.

Kandungan serat pada apel dapat berbeda berdasarkan varietas, ukuran, dan bagian buah yang dikonsumsi. Karena itu, tidak tepat menganggap semua apel hijau selalu memiliki kandungan serat yang lebih tinggi daripada apel merah.

Jika ingin mendapatkan serat dari apel secara maksimal, buah sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk utuh setelah dicuci bersih. Cara ini juga lebih mengenyangkan dibandingkan meminum jus apel dalam jumlah yang sama.

Gula Alami pada Apel

Apel mengandung gula alami yang menjadi bagian dari karbohidrat buah. Jumlahnya dapat berbeda menurut varietas dan tingkat kematangan, sehingga rasa apel yang lebih manis tidak selalu berarti buah tersebut harus dihindari saat diet.

Gula alami dalam buah juga hadir bersama air, serat, vitamin, mineral, dan senyawa tumbuhan. Kondisinya berbeda dengan gula tambahan yang banyak ditemukan pada makanan dan minuman olahan.

Apel hijau yang terasa lebih asam sering dianggap lebih rendah gula dibandingkan apel merah. Anggapan tersebut tidak bisa diterapkan pada semua varietas, sehingga pilihan apel sebaiknya tidak hanya ditentukan berdasarkan rasa atau warna kulitnya.

Apel Utuh Lebih Baik daripada Jus

Cara mengonsumsi apel dapat memengaruhi rasa kenyang yang diperoleh. Ketika apel dimakan utuh, kandungan seratnya tetap berada dalam buah sehingga memberikan tekstur dan volume yang lebih besar saat dikonsumsi.

Sebaliknya, membuat apel menjadi jus dapat membuat seseorang mengonsumsi buah dalam jumlah lebih banyak dalam waktu singkat. Proses tersebut juga mengurangi serat yang terdapat dalam buah, terutama jika ampasnya dibuang.

Bagi orang yang sedang menurunkan berat badan, apel utuh lebih praktis dijadikan camilan. Buah dapat langsung dimakan tanpa tambahan gula, sirup, krimer, atau bahan lain yang bisa meningkatkan jumlah kalori.

Apel dan Gula Darah

Apel tetap mengandung karbohidrat sehingga orang yang perlu mengontrol gula darah perlu memperhitungkan porsinya. Namun, serat dalam buah dapat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat dibandingkan makanan atau minuman yang rendah serat.

Bagi penderita diabetes, apel tidak perlu otomatis dihindari hanya karena mengandung gula alami. CDC justru memasukkan buah utuh sebagai salah satu pilihan sumber karbohidrat dan menyarankan buah utuh dibandingkan jus karena kandungan seratnya lebih terjaga.

Meski demikian, tidak ada jumlah apel yang bisa disebut aman untuk semua penderita diabetes. Kebutuhan setiap orang berbeda sehingga ukuran porsi sebaiknya disesuaikan dengan pola makan dan anjuran tenaga kesehatan yang menangani kondisi tersebut.

Vitamin dan Mineral dalam Apel

Apel menyediakan sejumlah vitamin dan mineral, termasuk vitamin C dan kalium. Kandungan tersebut menjadi bagian dari manfaat nutrisi buah, meskipun apel bukan sumber utama semua zat gizi tersebut.

Perbedaan warna kulit bukan alasan untuk menganggap salah satu jenis apel memiliki kandungan vitamin yang jauh lebih tinggi. Nilai gizi juga dapat dipengaruhi oleh varietas, ukuran buah, tingkat kematangan, serta cara penyimpanan.

Karena itu, apel sebaiknya ditempatkan sebagai salah satu pilihan buah dalam pola makan yang beragam. Mengandalkan satu jenis buah saja tidak diperlukan untuk mendapatkan pola makan yang seimbang.

Jadi, Apel Hijau atau Apel Merah?

Jika tujuannya menurunkan berat badan, tidak ada pemenang mutlak antara apel hijau dan apel merah. Keduanya dapat menjadi camilan dengan kalori yang relatif rendah, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk utuh dan tidak diberi tambahan gula.

Apel hijau dapat dipilih jika lebih menyukai rasa asam dan tekstur yang renyah. Apel merah bisa menjadi pilihan jika lebih menyukai rasa manis alami. Selera justru dapat menjadi pertimbangan penting karena buah yang disukai lebih mudah dimasukkan ke dalam pola makan secara rutin.

Hal yang perlu diperhatikan adalah porsinya. Mengonsumsi apel sebagai pengganti camilan tinggi kalori lebih membantu tujuan penurunan berat badan daripada sekadar memilih apel berdasarkan warna kulitnya. Jadi, jika harus memilih, pilihlah jenis apel yang paling sesuai dengan selera dan kebutuhan pola makan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Apel Hijau dan Apel Merah

1. Apakah apel hijau lebih baik untuk diet daripada apel merah?

Tidak selalu. Apel hijau dan apel merah sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan untuk menurunkan berat badan. Perbedaan varietas, ukuran, dan jumlah yang dikonsumsi lebih penting daripada warna kulitnya.

2. Berapa kalori satu buah apel?

CDC mencatat satu apel berukuran sedang mengandung sekitar 72 kalori. Jumlah sebenarnya dapat berbeda tergantung ukuran dan varietas apel.

3. Apakah apel merah lebih tinggi gula daripada apel hijau?

Kandungan gula dapat berbeda antara varietas apel. Karena itu, tidak tepat menyatakan semua apel merah pasti lebih tinggi gula daripada semua apel hijau.

4. Apakah penderita diabetes boleh makan apel?

Buah utuh seperti apel dapat menjadi bagian dari pola makan penderita diabetes. Namun, porsi dan jumlah karbohidrat tetap perlu diperhatikan sesuai kebutuhan masing-masing.

5. Lebih baik makan apel atau minum jus apel saat diet?

Apel utuh lebih disarankan karena seratnya tetap terjaga dan dapat membantu memberikan rasa kenyang. CDC juga menyarankan memilih buah utuh dibandingkan jus.

 

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6