Kantor Perusahaan Sawit Dibakar, Ratusan Karyawan Geruduk Mapolda

Mereka menggelar aksi untuk mendesak polisi mengusut tuntas kasus perusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 14:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan karyawan Sungai Budi Group mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Lampung di Jalan Terusan Ryacudu, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (19/8/2026). Mereka menggelar aksi untuk mendesak polisi mengusut tuntas kasus perusakan dan pembakaran fasilitas perusahaan perkebunan sawit PT Bumi Sentosa Abadi (BSA) di Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Aksi tersebut juga dilatarbelakangi kekhawatiran para pekerja terhadap keberlangsungan pekerjaan mereka di tengah persoalan sengketa lahan yang terjadi.

Pantauan di lokasi, massa membawa sejumlah spanduk tuntutan dan bendera Merah Putih. Mereka secara bergantian menyampaikan aspirasi melalui pengeras suara di depan Mapolda Lampung.

Kehadiran ratusan peserta aksi membuat arus lalu lintas di Jalan Terusan Ryacudu padat. Polisi kemudian menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus.

Dalam orasinya, massa menegaskan sengketa tanah seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan dengan tindakan kekerasan, intimidasi maupun pembakaran aset.

"Perusahaan memiliki hak usaha yang sah. Jangan sampai ketika terjadi persoalan, penyelesaiannya dilakukan dengan cara membakar aset perusahaan. Apakah dengan membakar aset perusahaan persoalan bisa selesai? Tentu tidak," ujar Koordinator Lapangan Budi Sukoco.

Massa juga meminta kepolisian memberikan kepastian hukum serta jaminan keamanan bagi perusahaan dan para pekerja.

"Kami menuntut kepastian hukum dan jaminan dunia usaha. Kami menuntut siapapun yang bersengketa tanah untuk menyelesaikannya secara hukum, karena Indonesia adalah negara hukum," tegasnya.

Para karyawan juga mendesak polisi menangkap pihak yang diduga terlibat dalam pembakaran dan perusakan aset PT BSA.

"Kita minta polisi menangkap oknum-oknum yang membakar aset perusahaan PT BSA tempat kita bekerja," seru massa.

Seruan tangkap provokator juga beberapa kali terdengar dalam aksi tersebut.

Menurut Budi, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kepentingan perusahaan. Nasib ribuan pekerja dan keluarga mereka juga disebut bergantung pada keberlangsungan aktivitas perusahaan.

"Kepastian hukum ini menyangkut anak dan istri kami, bahkan keturunan kami. Hari ini adalah penentuan bagi para karyawan," ujarnya.

 

Polisi Periksa Hampir 50 Orang

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengatakan masih melakukan penyelidikan terkait perusakan dan pembakaran fasilitas PT BSA. Dia menyebut hampir 50 orang telah dimintai keterangan untuk mengungkap kasus tersebut.

"Total kurang lebih hampir 50 orang yang diambil keterangan, baik dari pihak masyarakat, dalam hal ini karyawan, representasi, dan juga petugas yang pada saat itu hadir dalam melakukan pengamanan, baik sebelum dan sesudah dilakukan pengrusakan," kata Charles.

Menurut dia, penyelidikan masih berlangsung. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengirim sejumlah barang bukti untuk diperiksa di laboratorium forensik.

Sementara itu, nilai kerugian akibat perusakan dan pembakaran tersebut hingga kini masih dalam proses identifikasi.

"Masih diidentifikasi, karena kemarin dalam olah TKP pun barang-barang yang akan dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik sudah dikirim pada hari ini," ujarnya.

Polisi juga masih mendata aset perusahaan yang dapat diselamatkan setelah insiden tersebut.

Charles menegaskan, pihaknya belum dapat memastikan total kerugian maupun siapa saja yang akan ditetapkan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Nanti alat buktinya yang menyampaikan siapa saja yang bertanggung jawab terhadap aksi pengrusakan tersebut," katanya.

Di sisi lain, Charles mengungkapkan masih terdapat warga yang berada di kawasan lahan perusahaan.

Namun, keberadaan mereka disebut berada di luar area kantor perusahaan.

"Untuk warga masih ada, tapi di luar areal kantor, tapi masih dalam lahan perusahaan," sebutnya.

Usai melakukan aksi di Mapolda Lampung, perwakilan karyawan menyatakan akan melanjutkan penyampaian aspirasi ke Polres Lampung Tengah.

Ratusan karyawan Sungai Budi Group mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Lampung. (Liputan6.com/Ardi Munthe).