Malam Penuh Duka saat Mulyana dan Giyanti Meninggal di Samping Jenazah Anaknya

Perjalanan yang seharusnya pengantaran terakhir bagi Vicky berubah menjadi duka berlapis. Mulyana dan Giyati menyusul kepergian anaknya.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan duka mengantarkan jenazah seorang anak ke tempat peristirahatan terakhir, berubah menjadi tragedi yang lebih memilukan. Sebuah ambulans pengantar jenazah kecelakaan di ruas Tol Batang Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026).

Mulyana (50) dan istrinya Giyati (50), berada di dalam ambulans yang mengantar jenazah putra mereka, Vicky Tio Prasetyo. Sirine ambulans berbunyi, mengantar jenazah Vicky dari Jakarta menuju Jepara.

Mulyana dan Giyati berada di dalam ambulans bersama jenazah putra mereka. Keduanya duduk di bagian belakang. Mereka menemani jenazah Vicky dalam perjalanan menuju Jepara.

"Memang benar, Mulyana dan Giyati itu pasangan suami istri, saat itu keduanya duduk di bagian belakang menemani jenazah anaknya Vicky," ujar salah satu keluarga korban, Sutomo saat ditemui di RSI Muhammadiyah Weleri, Rabu (19/8/2026). 

Perjalanan yang seharusnya menjadi pengantaran terakhir bagi Vicky pun berubah menjadi duka berlapis. Jarum jam menunjukkan pukul 00.46 WIB. Ambulans tiba di KM 379+900 jalur A, ruas Jakarta-Semarang. Ambulans yang membawa jenazah Vicky menabrak truk. Tiga orang meninggal dalam tragedi itu. Mulyana dan Giyati menyusul kepergian anaknya.

Jenazah korban kecelakaan dibawa ke RSI Muhammadiyah Weleri. Di sana keluarga harus menghadapi kenyataan pahit. Bukan hanya jenazah Vicky yang harus dibawa pulang, tetapi juga kedua orang tuanya yang menemaninya dalam perjalanan tersebut.

"Kami ini niatnya mau antar jenazah anak korban yang namanya Vicky Tio Prasetyo ke Jepara untuk dimakamkan. Tragisnya malah orang tuanya Vicky meninggal dalam peristiwa tragis," kata Sutomo.

 

Dimakamkan Terpisah

Giyati dan putranya Vicky, rencananya dimakamkan di tempat pemakaman umum di desa tujuan di Jepara. Sementara jenazah Mulyana harus dibawa kembali ke Jakarta. Ia akan dimakamkan di Cengkareng.

Keluarga kini harus mengantarkan tiga jenazah dari satu perjalanan yang sama ke tempat peristirahatan terakhir masing-masing.

"Kalau jenazah Giyati dan anaknya, Vicky, mau dibawa dan dimakamkan di Jepara. Sedangkan jenazah suaminya, Mulyana, dimakamkan di Cengkareng Jakarta," tutur Sutomo.

 

Tangis Pecah Saat Tiga Jenazah Diantar Pulang

Suasana duka semakin terasa, ketika tiga jenazah yang masih memiliki hubungan keluarga tersebut diserahkan kepada pihak keluarga di RSI Muhammadiyah Weleri.

Isak tangis keluarga pecah saat satu per satu jenazah dipersiapkan untuk dibawa pulang. Kesedihan tampak menyelimuti keluarga yang harus menerima kenyataan, bahwa perjalanan mengantar seorang anak untuk dimakamkan justru berakhir dengan kehilangan dua anggota keluarga lainnya.

Doa-doa dipanjatkan mengiringi keberangkatan tiga ambulans yang membawa jenazah.

Rombongan meninggalkan rumah sakit bersama duka yang berlapis. Seorang anak yang lebih dulu meninggal dunia, disusul kedua orang tuanya dalam kecelakaan maut di Tol Batang.

Kecelakaan tersebut menewaskan tiga orang yang berada di dalam ambulans. Selain Mulyana dan Giyati, korban lainnya adalah Tekat Suyanto, warga Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, yang merupakan asisten sopir ambulans.

Mulyana diketahui merupakan warga Kelurahan Jurumundi, Kecamatan Benda, Kota Tangerang. Sedangkan Giyati merupakan warga Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

"Dalam kecelakaan tersebut, tiga orang penumpang meninggal dunia dan dua di antaranya sepasang suami istri. Sedangkan yang satu korban itu merupakan asisten sopir ambulans," jelas Sutomo.

Kini, perjalanan keluarga tersebut benar-benar berakhir dengan perpisahan. Vicky yang semula hendak diantar ke Jepara untuk dimakamkan, justru mengharuskan keluarganya mengantarkan pula kedua orang tuanya ke tempat peristirahatan terakhir.

Tragedi di Tol Batang itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang kehilangan tiga anggota sekaligus dalam satu perjalanan.