3 Bocah Tewas di Bendungan Pringsewu, Temuan Sandal Jadi Petunjuk

Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap dari kasus kematian ketiga bocah tersebut.

Diterbitkan 05 Oktober 2026, 17:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Warga Pringsewu, Lampung, digegerkan dengan penemuan tiga bocah dalam kondisi meninggal dunia di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Senin (5/10/2026) siang.

Ketiga korban diduga meninggal dunia setelah tenggelam di bendungan tersebut. Mereka yakni Zainul (7) dan Dafa Alfarezel (8), warga Pekon Podosari, Pringsewu, serta Khoirul Imam (8), warga Pekon Sinar Baru, Kecamatan Sukoharjo. Ketiganya merupakan pelajar sekolah dasar.

Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora membenarkan peristiwa tersebut. Polisi masih menyelidiki kronologi lengkap kejadian.

"Untuk sementara, dugaan awal ketiga korban meninggal dunia akibat tenggelam. Namun, kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi dan penyebab kejadian," ujar AKP Ramon, Senin (5/10/2026).

Penemuan korban bermula ketika dua remaja hendak menyeberangi kawasan bendungan. Mereka melihat benda berwarna merah mengambang di permukaan air.

"Karena curiga, mereka mendekati benda tersebut dan mendapati seorang anak laki-laki dalam kondisi tidak bernyawa," jelasnya.

Kedua remaja tersebut kemudian bergegas menuju permukiman warga yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi untuk meminta pertolongan. Warga pun berdatangan dan melakukan evakuasi.

 

Temukan Sandal

Saat itu, identitas korban belum diketahui. Namun, warga menemukan tiga pasang sandal di sekitar bendungan sehingga menduga masih ada korban lain.

"Warga bersama petugas kemudian melakukan pencarian di sekitar bendungan. Setelah pintu air dibuka dan permukaan air mulai surut, dua korban lainnya akhirnya ditemukan," tuturnya.

Korban pertama yang ditemukan adalah Zainul sekitar pukul 12.30 WIB. Saat dievakuasi, korban mengenakan kaos merah dan celana pendek abu-abu.

Sekitar satu jam kemudian, warga menemukan Dafa Alfarezel yang mengenakan kaos oranye dan celana pendek merah.

Sementara korban terakhir, Khoirul Imam, ditemukan sekitar pukul 13.42 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan kemeja biru dengan kombinasi garis hitam-biru serta celana berwarna krem.

"Ketiga korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Pringsewu untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan," ujarnya.

 

Jenazah Diserahkan ke Keluarga

Setelah proses di fasilitas kesehatan selesai, jenazah ketiga korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga disebut tidak bersedia jenazah diautopsi.

Kapolsek mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di sekitar perairan. Ia juga mengingatkan anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang agar tidak bermain atau berenang di lokasi dengan kedalaman dan arus yang berbahaya.

"Anak-anak yang tidak mahir berenang sebaiknya tidak bermain di sekitar perairan, terlebih tanpa pengawasan orang dewasa. Kondisi bendungan juga tidak bisa dianggap aman karena kedalaman dan arus air dapat berubah sewaktu-waktu," pintanya.

Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Jangan sampai anak bermain di sekitar perairan tanpa diketahui atau tanpa pendampingan orang dewasa. Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama," tandasnya.

Â