Liputan6.com, Cianjur - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Cianjur berhasil membongkar kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual terhadap anak di bawah umur. Dua pelaku diringkus di sebuah penginapan di Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di salah satu vila. Polisi kemudian bergerak melakukan penggerebekan pada Selasa malam (29/9/2026).
"Tersangka mencari pelanggan melalui media sosial dan aplikasi kencan. Mereka secara khusus menargetkan dan menawarkan anak di bawah umur," tegas Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi, Senin (5/10/2026).
Advertisement
Di lokasi penggerebekan, petugas mendapati seorang pria dewasa berinisial CC (32) sedang berada di dalam kamar bersama seorang remaja perempuan yang baru berusia 15 tahun.
Petugas juga mengamankan AM (28), yang bertindak sebagai muncikari atau penyalur korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, muncikari AM mematok tarif antara Rp 1 juta hingga Rp 1,8 juta per transaksi.
Dari jumlah tersebut, AM mengambil potongan Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu untuk dirinya sendiri, serta memotong Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk sewa kamar penginapan.
Iming-iming Dibayar Rp 30 Juta
​Mirisnya, salah satu korban anak bahkan pernah diiming-imingi bayaran Rp 30 juta saat pertama kali dipaksa menjual keperawanannya.
Namun pada kenyataannya, korban hanya menerima uang sebesar Rp 3 juta dari sang muncikari.
​"Kami mengamankan muncikari dan pengguna jasa yang memesan korban. Muncikari ini secara sengaja mengambil keuntungan dari eksploitasi seksual terhadap anak," jelasnya.
​Dalam penanganan kasus ini, Polres Cianjur tidak hanya berfokus pada penegakan hukum bagi para pelaku, tetapi juga pada perlindungan korban.
Polisi telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan asesmen dan pemulihan psikologis anak-anak yang menjadi korban.
​Polres Cianjur memastikan akan menindak tegas segala bentuk kejahatan eksploitasi anak dan mengimbau masyarakat untuk lebih mengawasi pergaulan anak di media sosial.
​"Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan ini di Cianjur. Keselamatan dan masa depan anak adalah tanggung jawab kita bersama," tegas Alexander.
​Kini, AM dan CC harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keduanya dijerat dengan Pasal 12 UU No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO dan Pasal 455 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4854795/original/015060900_1717646117-cek_fakta_antam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365462/original/088186900_1791179107-HOAX__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5173559/original/021886800_1742872977-cek_fakta_jemput.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539200/original/068068000_1774593463-sapi_kambing_-_klaim_bantuan_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9365904/original/062611100_1791201145-482914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373109/original/027493300_1476359156-cianjur.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2082315/original/018997800_1523618453-180413_Miras_Oplosan_berujung_maut_banner.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350189/original/030321400_1789573250-461083.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350179/original/043210800_1789572419-461062.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3276071/original/013936200_1603437779-word-stop-with-child-s-hand-dark-wall.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346308/original/023303300_1789122038-454654.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340851/original/013260400_1788524171-Kebakaran_di_Cianjur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338860/original/006179700_1788344826-444799.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332963/original/050260600_1787725598-1280px-Siliwangi_in_Lampegan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337865/original/010799400_1788261120-Gempa_Cianjur.jpg)