Tiga Tahun Siswa SD Cianjur Belajar di Tenda Darurat

Ruang kelas mereka hancur rata dengan tanah akibat bencana alam.

Diterbitkan 03 November 2026, 05:38 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Selama tiga tahun terakhir, belasan siswa kelas 5 dan 6 di SDN Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, terpaksa belajar di dalam tenda darurat. Ruang kelas mereka hancur rata dengan tanah akibat bencana alam, sementara sisa bangunan lainnya terancam roboh.

Kepala SDN Karyamukti, Ninu Parwati, menjelaskan bahwa sekolah yang berdiri sejak 1965 itu awalnya memiliki lima ruang kelas dan satu ruang guru. Namun, bencana alam pada tahun 2022 mengubah segalanya.

"Dua bangunan ambruk dan ruangan lainnya rusak berat akibat gempa. Kini hanya dua kelas rawan roboh yang tersisa," ujar Ninu, Senin (2/11/2026).

Penderitaan para siswa bertambah saat cuaca tidak bersahabat. Perubahan musim membuat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam tenda menjadi sangat tidak efektif.

"Jika kemarau anak-anak kepanasan, dan saat hujan mereka kecipratan air. Kadang siswa terpaksa dipulangkan lebih awal," tutur Ninu.

Pihak sekolah terus mengajukan bantuan perbaikan ke berbagai pihak setiap tahunnya. Namun, bantuan fisik berupa bangunan baru tidak pernah terealisasi hingga saat ini.

"Kami hanya dikirimi tenda baru setiap tahun. Padahal, sekolah lain yang bangunannya masih bagus justru mendapat bantuan revitalisasi," tambahnya.

Kekecewaan Ninu semakin mendalam ketika usulan perbaikan sering ditolak dengan alasan kondisi tanah yang labil.

Padahal, keberadaan sekolah ini menjadi satu-satunya harapan anak-anak di wilayah tersebut untuk menuntut ilmu tanpa harus menempuh jarak jauh.

"Jika sekolah ini tidak dipertahankan, anak-anak harus berjalan kaki 4 kilometer ke sekolah terdekat. Semoga segera ada perhatian," ungkapnya.