Doa Ketika Hujan Turun agar Membawa Keberkahan, Diajarkan Rasulullah

Ayat ini mengingatkan bahwa hujan adalah rahmat yang penuh berkah.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan adalah salah satu dari sekian tanda kebesaran Allah yang dapat disaksikan wujudnya oleh manusia. Kehadirannya menghadirkan manfaat sekaligus ujian, menyuburkan bumi sekaligus berpotensi menjadi bencana. Umat Islam dianjurkan membaca doa ketika hujan turun agar membawa keberkahan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS. Qaf: 9).

Ayat ini mengingatkan bahwa hujan adalah rahmat yang penuh berkah. Dengan demikian, doa saat hujan turun adalah ikhtiar spiritual untuk memastikan rahmat tersebut sampai kepada kita dalam wujud yang terbaik dan terlindung dari mudarat.

Doa merupakan bentuk penghambaan dan pengharapan kepada Sang Pemilik alam semesta. Terlebih, saat hujan turun adalah salah satu saat yang paling mustajab (dikabulkannya doa). Hal ini sebagaimana atsar para sahabat berdasar hadis Nabi SAW, ‘Burulah manjurnya doa ketika perang berkecamuk, iqamah shalat, dan turunnya hujan’.

Bacaan Doa Saat Hujan Turun Teks Arab, Latin dan Artinya

Berikut adalah doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan para ulama, yang dapat dipanjatkan saat hujan turun agar membawa keberkahan.

1. Doa Memohon Hujan yang Bermanfaat (Doa Utama)

Doa ini adalah yang paling masyhur dan diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari. Saat melihat hujan, Rasulullah SAW mengucapkan doa ini hingga dua atau tiga kali.

Tulisan Arab: اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Latin: Allāhumma shayyiban nāfi‘ā.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan (lebat) yang bermanfaat."

Riwayat ini disebutkan dalam Shahih al-Bukhari dari Aisyah RA. Dalam riwayat lain, terdapat tambahan lafaz yang memperkaya makna doa ini.

2. Doa Memohon Hujan yang Terpuji dan Bermanfaat

Doa ini dikutip dari kitab Maslakul Akhyar karya Sayid Utsman bin Yahya.

Tulisan Arab: اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

Latin: Allāhumma shayyiban haniyyā wa sayyiban nāfi‘ā.

Artinya: "Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat."

Doa ini memohon agar hujan yang turun tidak hanya bermanfaat, tetapi juga berakhir dengan baik, tidak menjadi musibah. Kata haniyyan berarti terpuji, menyenangkan, dan tidak membawa petaka.

3. Doa Memohon Hujan sebagai Rahmat, Bukan Azab

Doa ini diijazahkan oleh Rais 'Aly Jatman KH Achmad Chalwani dan menjadi amalan yang baik untuk dibaca.

Tulisan Arab: اَللّهُمَّ سُقْيَا رَحْمَةٍ، وَلَا سُقْيَا عَذَابٍ

Latin: Allāhumma suqya rahmatin wa lā suqya ‘adzābin.

Artinya: "Ya Allah, (jadikanlah hujan ini) hujan yang membawa rahmat, bukan hujan yang membawa azab."

Doa ini menunjukkan keseimbangan antara harapan dan rasa takut seorang hamba kepada Allah. Hujan rahmat adalah yang menghidupkan tanaman, menyejukkan bumi, dan menjadi sebab rezeki.

4. Doa Ketika Hujan Turun Terlalu Deras (Doa Perlindungan)

Ketika hujan turun dengan sangat deras dan dikhawatirkan menjadi bencana, Rasulullah SAW mengajarkan doa ini.

Tulisan Arab: اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ، اَللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Latin: Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal-ākāmi waẓ-ẓirābi, wa buthūnil-awdiyati, wa manābitis-syajari.

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, jangan di atas kami. Ya Allah, curahkanlah hujan ini di atas bukit-bukit, di hutan-hutan lebat, di gunung-gunung kecil, di lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan."

Doa ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Dalam kitab Al-Wabilus Shayyib karya Imam Ibnul Qayyim, disebutkan bahwa Rasulullah membaca doa ini saat khutbah Jumat ketika hujan deras telah melanda selama enam hari dan merusak harta benda serta jalan.

5. Doa Saat Hujan Reda

Setelah hujan berhenti, dianjurkan untuk mengucapkan syukur atas nikmat yang telah diberikan.

Tulisan Arab: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Latin: Muthirnā bi fadhlillāhi wa rahmatih.

Artinya: "Kami telah diberi hujan karunia dan rahmat Allah."

Doa ini diriwayatkan dalam HR. Bukhari dan Muslim.

Hikmah Doa Ketika Hujan Turun

1. Mengakui Kekuasaan Mutlak Allah

Hujan adalah salah satu dari mafatihul ghaib (kunci-kunci hal gaib) yang hanya Allah mengetahuinya. Dengan berdoa, seorang muslim mengakui bahwa hanya Allah-lah yang kuasa menurunkan dan mengatur hujan, serta menjadikannya berkah atau bencana.

2. Sarana untuk Menyikapi Nikmat dengan Syukur

Turunnya hujan adalah nikmat yang harus disyukuri. Doa adalah bentuk syukur, sekaligus permohonan agar nikmat tersebut terus membawa kebaikan dan tidak berubah menjadi musibah.

3. Mencegah dan Berlindung dari Bencana

Hujan deras dapat memicu banjir, longsor, dan kerusakan lainnya. Doa perlindungan seperti “Allāhumma hawālainā” adalah ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari dampak buruk hujan.

4. Memanfaatkan Waktu Mustajab untuk Berdoa

Saat hujan turun adalah salah satu waktu di mana doa sangat mustajab. Ini adalah kesempatan emas bagi seorang muslim untuk memanjatkan hajat dan permohonan lainnya kepada Allah, karena pintu langit terbuka lebar.

5. Meneladani Sunnah Rasulullah SAW

Dengan membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah, seorang muslim tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga menghidupkan sunnah dan meneladani akhlak beliau dalam menyikapi setiap fenomena alam.

Pertanyaan Seputar Doa Saat Turun Hujan

1. Doa apa yang dibaca Rasulullah saat hujan turun?

Rasulullah SAW membaca doa “Allāhumma shayyiban nāfi‘ā” (Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat) yang diriwayatkan dalam HR. Bukhari.

2. Apakah doa saat hujan turun termasuk doa yang mustajab?

Ya. Rasulullah SAW bersabda bahwa turunnya hujan adalah salah satu dari tiga waktu di mana doa sangat mustajab, selain saat perang berkecamuk dan iqamah salat.

3. Apa doa ketika hujan turun terlalu deras?

Doa yang diajarkan adalah “Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā” (Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami), yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

4. Bagaimana adab yang diajarkan Islam saat hujan turun?

Beberapa adabnya adalah: membaca doa, menyingkap sedikit pakaian untuk terkena air hujan (sunnah), tidak mencela hujan karena ia ciptaan Allah, dan memperbanyak doa karena waktu tersebut mustajab.

5. Apa doa yang dibaca setelah hujan reda?

Setelah hujan reda, dianjurkan membaca “Muthirnā bi fadhlillāhi wa rahmatih” yang artinya "Kami telah diberi hujan karunia dan rahmat Allah".