Liputan6.com, Jakarta - Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam sistem kalendar Hijrah dan diiktiraf sebagai salah satu bulan yang paling suci dalam ajaran Islam. Pertanyaan yang kerap muncul adalah, mengapa Muharram termasuk salah satu bulan haram dalam Islam?
Pemahaman ini penting mengingat di beberapa tradisi, Muharram atau Suro dalam penyebutan kalender Jawa, kerap dikaitkan dengan bulan keramat dalam pengertian mistis. Dalam buku Muharram Bulan Keramat, Mitos atau Realita, karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, disebutkan berbeda dengan mitos mistik dan kesialan Suro, Islam justru meletakkan Muharram pada kedudukan yang sangat mulia.
Agar memiliki pemahaman kenapa Muharram termasuk salah satu bulan haram, umat Islam perlu mengetahui landasannya, berdasar Al-Qur'an, sunnah dan ijtihad ulama.
Advertisement
Merujuk berbagai literatur kontemporer dan klasik, berikut ini adalah landasan kenapa Muharram termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.
1. Ketetapan sejak Penciptaan Alam, Landasan Al-Qur'an
Masuknya Muharram sebagai salah satu bulan haram bukanlah suatu tradisi yang dicipta oleh akal manusia, sebaliknya adalah ketetapan mutlak Allah SWT semenjak awal penciptaan langit dan bumi.
Status Muharram sebagai bulan haram (bulan yang dimuliakan) tertuang secara eksplisit dalam firman Allah SWT Surah At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah [9]: 36)
Kata حُرُمٌ (hurum)—bentuk jamak dari haram—di sini mengandung makna yang dimuliakan, disucikan, dan dihormati, bukan sekadar "dilarang" dalam pengertian negatif.
Dalam tradisi tafsir, para ulama sepakat bahwa empat bulan haram yang dimaksud adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab—tiga bulan berurutan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram) dan satu bulan terpisah (Rajab).
Advertisement
2. Landasan Hadis—Empat Bulan Haram dalam Sunnah
Penjelasan lebih rinci mengenai keempat bulan ini disampaikan langsung oleh Rasulullah dalam khutbah haji wada’ (haji perpisahan), yang diriwayatkan dari sahabat Abu Bakrah RA:
إِنَّ الزَّمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلَاثٌ مُتَوَاليَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram. Tiga bulannya berturut-turut, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197, Muslim no. 1679)
Hadis ini menunjukkan bahwa status Muharram sebagai bulan haram telah ditetapkan Allah sejak penciptaan langit dan bumi, jauh sebelum Islam datang. Keempat bulan ini memiliki kemuliaan khusus yang tidak dimiliki oleh delapan bulan lainnya.
Daripada empat bulan haram tersebut, tiga bulan berada dalam kedudukan yang saling berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Sementara itu, satu lagi bulan haram adalah bulan Rajab milik suku Mudhar, yang posisinya terletak di antara bulan Jamadilakhir dan Syaaban.
3. Makna Etimologi: Waktu yang Diharamkan untuk Berbuat Zalim
Dari sudut bahasa dan terminologi syariat, status Muharram sebagai bulan haram membawa pengertian pelarangan yang amat ketat terhadap perbuatan-perbuatan yang melanggar batas agama. Apabila ditelusuri dari sudut linguistik, perkataan bahasa Arab "Al-Muharram" itu sendiri bermaksud suatu waktu yang diharamkan.
Para ulama menjelaskan bahwa tujuan utama pengharaman waktu ini secara spesifik adalah merujuk kepada larangan keras atas umat manusia menzalimi diri mereka sendiri serta larangan berbuat dosa.
Secara bahasa, Muharram berarti "yang diharamkan" atau "yang disucikan" . Sejak masa Arab pra-Islam, bulan ini telah dikenal sebagai bulan yang dimuliakan. Berbagai suku Arab secara tidak tertulis sepakat untuk menghentikan peperangan dan permusuhan selama bulan-bulan haram berlangsung, menjadikannya periode aman yang dihormati bersama
Berdasarkan pentafsiran syara' terhadap Surah At-Taubah ayat 36, Allah SWT secara tegas melarang hamba-hamba-Nya terjebak dalam perbuatan zalim dan maksiat pada bulan-bulan haram ini.
Advertisement
4. Pelipatgandaan Dosa dan Pahala
Satu lagi asas kukuh mengapa Muharram dikategorikan sebagai bulan haram adalah kerana terdapatnya implikasi pengiraan amal yang jauh lebih besar ke atas setiap tindak-tanduk manusia di sepanjang tempoh tersebut.
Imam Fakhruddin ar-Razi dalam kitab tafsirnya, Mafâtîh al-Ghaib, menjelaskan alasan bulan-bulan ini dinamakan al-hurum: Alasan dinamakan al-hurum adalah karena berbuat maksiat pada bulan-bulan tersebut akan dibalas dengan lebih berat. Begitupun orang yang berbuat ketaatan akan mendapat pahala yang berlipat. (Ar-Razi, Mafâtîh al-Ghaib, juz VIII, halaman 52).
Penjelasan ini dikuatkan oleh Ibnu Abbas RA yang mengatakan bahwa Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan-bulan haram, menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar, dan menjadikan amal saleh serta pahala juga lebih besar.
Sementara itu, Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam bukunya Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram menegaskan bahwa yang terpenting adalah mengisi bulan Muharram dengan amalan sunnah: puasa, dzikir, taubat, dan menjauhi dosa, tanpa mencampuradukkan dengan ritual-ritual bid’ah.
Kesucian dan keagungan bulan Muharram membawa pengertian bahwa perbuatan dosa dan kemaksiatan yang dilakukan pada bulan ini akan dibalas dengan ganjaran dosa yang jauh lebih besar dan berat berbanding dosa yang dilakukan pada bulan-bulan biasa.
Begitu juga halnya dari sudut kebaikan; perbuatan amal soleh dan ibadah yang dilaksanakan secara ikhlas pada bulan Muharram akan meraih ganjaran pahala yang berganda dan amat besar.
Konsep pelipatgandaan pahala pada bulan haram ini merupakan manifestasi kasih sayang serta kemurahan Allah SWT terhadap hamba-hamba-Nya yang sentiasa berlumba-lumba memburu reda Ilahi pada waktu-waktu yang istimewa.
5. Satu-satunya Bulan Bergelar 'Syahrullah', Bulannya Allah
Muharram mempunyai keistimewaan yang sangat eksklusif karena merupakan satu-satunya bulan yang disandarkan secara langsung kepada nama Allah SWT, sekaligus menjadikannya antara bulan yang paling agung dalam hierarki masa.
Keistimewaan ini dirriwayatkan dalam sebuah hadis sahih riwayat Imam Muslim, di mana Rasulullah SAW mengisytiharkan bulan ini dengan gelaran "Syahrullah Al-Muharram", yang bermaksud Bulan Allah, Al-Muharram.
Allah SWT sama sekali tidak akan pernah menyandarkan sesuatu kepada diri-Nya sendiri, melainkan sesuatu itu merupakan makhluk-Nya yang sangat istimewa dan khusus.
Dalam menguraikan hakikat ini, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid mengetengahkan konsep pemilihan eksklusif (Isthofa) oleh Allah; sebagaimana Dia memilih para rasul yang terbaik dalam kalangan malaikat dan manusia, Dia juga telah memilih empat bulan haram ini sebagai bulan yang paling mulia dalam kalangan bulan-bulan yang wujud di alam semesta.
Imam Hasan al-Bashri dinukil dalam Latha’if al-Ma’arif, memberikan pernyataan tegas mengenai kedudukan Muharram. Bulan haram yang paling utama adalah bulan Allah, Muharram. Sesungguhnya Allah membuka awal tahun dengan bulan haram dan menutup akhir tahun dengan bulan haram pula. Tidak ada bulan yang lebih mulia di sisi Allah setelah Ramadhan dibandingkan bulan Muharram.
Advertisement
6. Meluruskan Mitos, Muharram Bukan Bulan Sial
Di tengah masyarakat Indonesia, khususnya yang terpengaruh tradisi Kejawen dan akulturasi budaya, Muharram (atau disebut Suro) sering dianggap sebagai bulan penuh mistik, bulan keramat yang penuh pantangan. Sebagian masyarakat bahkan enggan menikahkan anak mereka di bulan ini karena alasan akan membawa sial dan kegagalan dalam berumah tangga.
Hal ini secara tegas dibantah dalam buku Muharram Bulan Keramat, Mitos atau Realita? karya Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman, yang menyatakan bahwa keyakinan seperti ini termasuk dalam wilayah syirik, karena menyandarkan kesialan atau keberuntungan pada waktu tertentu, padahal semua itu hanya terjadi atas kehendak Allah.
Para ulama menyerukan agar umat Islam tidak mempercayai mitos-mitos tersebut. Sebab, Muharram adalah bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, dan tidak ada satu bulan pun dalam Islam yang membawa kesialan.
Hal ini juga senada dengan perintah Nabi SAW agar umat Islam tak menyandarkan diri pada Tathayyur (kabar burung-mitos).
Cara Memuliakan Muharram
Setelah memahami kemuliaan Muharram, pertanyaan selanjutnya adalah: amalan apa yang seharusnya dilakukan?
1. Memperbanyak puasa sunnah
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram.
2. Berpuasa pada 9 dan 10 Muharram (Tasu’a dan Asyura)
Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu, sementara puasa Tasu’a dilakukan untuk menyelisihi kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram.
3. Meninggalkan kezaliman dan memperbanyak taubat
Karena dosa di bulan haram mendapat balasan lebih berat, maka meninggalkan kemaksiatan menjadi lebih ditekankan.
4. Tidak terjebak dalam bid’ah
Banyak ritual yang dikaitkan dengan Muharram, seperti menghidupkan malam Asyura dengan doa khusus, menyembelih hewan tertentu, atau menganggap adanya keberkahan khusus pada tanggal tertentu—tidak memiliki landasan dalil yang shahih.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam fatwanya menegaskan bahwa tidak ada satu pun hadits shahih yang menerangkan amalan khusus di hari Asyura selain puasa.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Bulan Muharram
Kenapa Muharram disebut bulan haram?
Bulan Muharram disebut sebagai bulan haram karena bulan ini termasuk dalam Asyhurul Hurum (empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT), di mana segala bentuk perbuatan zalim, maksiat, dan memulai peperangan diharamkan
Bulan Muharram bulan haram?
Dalam penanggalan Islam, Muharram memiliki kedudukan khusus di sisi Allah SWT. Bahkan, bulan ini termasuk ke dalam empat bulan haram (suci) yang dimuliakan oleh Allah, di mana umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalibadah dan menjauhi segala bentuk dosa.
Mengapa bulan Muharram dimuliakan Allah?
Bulan Muharram dimuliakan karena Allah menetapkannya sebagai salah satu dari empat "bulan haram" (suci). Muharram juga dijuluki Syahrullah (bulan Allah), menjadi momentum hijrah Nabi Muhammad SAW, serta lokasi tempat diturunkannya pahala berlipat ganda dan terjadinya berbagai peristiwa penyelamatan para nabi.
Kejadian apa saja yang terjadi di bulan Muharram?
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriyah yang dikenal sebagai bulan suci (Syahrullah). Banyak peristiwa bersejarah yang terjadi pada bulan ini, terutama pada hari ke-10 atau yang dikenal sebagai Hari Asyura.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7805374/original/007527000_1780621590-Tugas__25_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308503/original/024029000_1785145244-prasetyo_hadi__pensiunan_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5288151/original/067339000_1752895807-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3434048/original/074390400_1618894081-pexels-pixabay-161276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6470200/original/065190000_1779331749-20151014000418-pawai-obor-dan-kembang-api-meriahkan-malam-tahun-baru-1434-hijriah-001-dru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3451786/original/077966000_1620446570-pexels-david-mceachan-87500.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257860/original/032963600_1781259534-Cabang_Bakso_Mang_Oedin_di_Taif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1632447/original/056755900_1498200692-20170623-Salat-Jumat-Terakhir-Ramadan-Afandi-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6470090/original/081962400_1779331661-ribuan-umat-islam-di-kediri-berdoa-bersama-sambut-1-muharram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257863/original/005034700_1781260051-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_15.13.37.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257119/original/024699700_1781218310-WhatsApp_Image_2026-06-12_at_00.25.30.jpeg)