Pengertian Haji Plus dan Cara Daftarnya, Jalur Ibadah Resmi dengan Masa Tunggu Lebih Singkat

Pahami pengertian Haji Plus, program haji resmi dengan masa tunggu lebih singkat dan fasilitas premium. untuk ibadah yang lebih nyaman.

Diterbitkan 10 Mei 2026, 14:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perbedaan sistem antrean keberangkatan haji membuat sebagian calon jamaah mulai mencari informasi lebih mendalam mengenai pengertian haji plus sebagai solusi bagi keterbatasan waktu tunggu panjang pada jalur haji reguler. Program ini hadir melalui penyelenggara resmi, sehingga tetap berada dalam pengawasan pemerintah yang memberikan kepastian legalitas dalam setiap proses administrasi, hingga keberangkatan ke Tanah Suci. 

Dalam praktiknya, pengertian haji plus juga mencakup konsep pelayanan yang lebih nyaman mulai dari akomodasi hingga pendampingan ibadah selama berada di Arab Saudi. Calon jamaah umumnya memperoleh fasilitas penginapan lebih dekat area Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi, sehingga aktivitas ibadah dapat dilakukan lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Kondisi ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sistem keberangkatan haji reguler pada umumnya.

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan ibadah haji, pemahaman mengenai pengertian haji plus menjadi semakin penting sebagai dasar pertimbangan sebelum melakukan pendaftaran. Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Minggu (10/5/2026).

Pengertian Haji Plus

Program haji plus atau yang juga dikenal sebagai ONH Plus merupakan layanan ibadah haji khusus yang penyelenggaraannya dilakukan oleh perusahaan swasta berbadan hukum resmi bernama Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Meskipun dikelola pihak swasta, seluruh proses operasional program tersebut tetap berada di bawah pengawasan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia.

Setiap PIHK wajib mengantongi izin resmi, sebelum dapat membuka pendaftaran maupun memberangkatkan calon jamaah menuju Tanah Suci. Kehadiran program haji khusus menjadi alternatif bagi masyarakat yang menginginkan layanan ibadah lebih nyaman, masa tunggu keberangkatan lebih singkat, serta fasilitas perjalanan yang dinilai lebih eksklusif dibandingkan program haji reguler.

Dalam pelaksanaannya, haji plus tetap menggunakan kuota resmi yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia setiap tahun. Artinya, keberangkatan jamaah haji khusus tetap masuk dalam sistem kuota nasional dan tidak berada di luar ketentuan pemerintah. Hanya saja, pelayanan yang diberikan kepada jamaah cenderung lebih premium mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pendampingan ibadah selama berada di Tanah Suci.

Secara hukum, sistem penyelenggaraan haji khusus telah memiliki dasar aturan yang jelas melalui Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, sehingga seluruh proses pelaksanaannya memiliki landasan legal resmi dan diawasi negara.

Berdasarkan kajian akademis yang dipublikasikan melalui ResearchGate dengan judul Hajj, Istita'ah, and Waiting List Regulation in Indonesia, kebijakan kuota haji diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi sebagai upaya menjaga keseimbangan antara jumlah jamaah dunia dengan kapasitas kota suci Mekah dan Madinah.

Kebijakan tersebut dilakukan demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta kelancaran pelaksanaan ibadah haji yang setiap tahunnya diikuti jutaan umat Islam dari berbagai negara. Dampak dari sistem kuota itu membuat calon jamaah asal Indonesia harus menghadapi daftar tunggu sangat panjang, terutama pada jalur haji reguler yang masa antreannya di sejumlah daerah bahkan dapat mencapai puluhan tahun.

 

Cara Mendaftar Haji Plus di Indonesia

Berdasarkan informasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia, saat ini terdapat dua jenis layanan penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia, yaitu haji reguler yang dikelola langsung pemerintah melalui Kementerian Agama dan haji khusus atau haji plus yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin resmi. Meskipun dikelola oleh pihak swasta, seluruh proses pemberangkatan jamaah haji plus tetap berada di bawah pengawasan pemerintah dan menggunakan kuota resmi dari Arab Saudi yang dialokasikan untuk Indonesia.

Berikut langkah-langkah lengkap cara mendaftar haji plus yang perlu dipahami calon jamaah sebelum memulai proses pendaftaran.

1. Memilih PIHK Terpercaya

Tahapan pertama sekaligus menjadi langkah paling penting dalam proses pendaftaran haji plus adalah memilih Penyelenggara Ibadah Haji Khusus atau PIHK yang memiliki legalitas resmi dari pemerintah. Pemilihan travel haji tidak boleh dilakukan secara sembarangan sebab menyangkut keamanan dana, kepastian keberangkatan, hingga kualitas pelayanan selama ibadah berlangsung di Tanah Suci.

Calon jamaah sangat disarankan melakukan pengecekan legalitas perusahaan travel melalui situs resmi Kementerian Agama Republik Indonesia maupun sistem Siskopatuh Kementerian Agama untuk memastikan bahwa penyelenggara tersebut benar-benar memiliki izin operasional resmi. Selain legalitas, calon jamaah juga sebaiknya memperhatikan rekam jejak perusahaan, kualitas layanan, transparansi biaya, serta testimoni dari jamaah yang pernah menggunakan jasa travel tersebut sebelumnya.

2. Konsultasi dan Pendaftaran Awal

Setelah menentukan PIHK yang terpercaya, langkah berikutnya ialah mendatangi kantor penyelenggara untuk melakukan konsultasi terkait program haji yang ditawarkan. Pada tahap ini, calon jamaah biasanya akan memperoleh penjelasan lengkap mengenai jenis paket perjalanan, fasilitas hotel, maskapai penerbangan, jadwal keberangkatan, masa tunggu, hingga rincian biaya keseluruhan.

Proses konsultasi sangat penting dilakukan agar calon jamaah dapat menyesuaikan pilihan paket sesuai kebutuhan, kemampuan finansial, serta kenyamanan yang diinginkan selama menjalankan ibadah. Setelah memperoleh informasi yang dirasa sesuai, calon jamaah akan diminta mengisi formulir pendaftaran awal serta menyerahkan sejumlah dokumen administrasi sebagai syarat proses berikutnya.

3. Menyiapkan Dokumen Persyaratan

Tahapan selanjutnya adalah melengkapi seluruh dokumen administrasi yang menjadi syarat resmi pendaftaran haji plus. Secara umum, persyaratan tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan pendaftaran haji reguler yang ditetapkan pemerintah. Dokumen yang biasanya dibutuhkan meliputi kartu tanda penduduk atau KTP, kartu keluarga, akta kelahiran maupun buku nikah, serta paspor dengan masa berlaku minimal dua tahun sebelum keberangkatan.

Selain dokumen identitas, calon jamaah juga diwajibkan melampirkan surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan serta pas foto sesuai ketentuan resmi penyelenggara. Kelengkapan dokumen menjadi hal sangat penting sebab proses verifikasi administrasi akan menentukan kelancaran tahapan berikutnya hingga penerbitan nomor porsi keberangkatan.

4. Membayar Setoran Awal

Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap, calon jamaah perlu melakukan pembayaran setoran awal sebagai bagian dari proses pendaftaran resmi. Besaran setoran awal haji plus umumnya sekitar USD 4.000 atau setara dengan Rp64 juta rupiah yang dibayarkan ke rekening Badan Pengelola Keuangan Haji atau BPKH melalui bank penerima setoran yang telah ditunjuk pemerintah.

Pembayaran setoran awal menjadi bukti resmi bahwa calon jamaah telah masuk ke dalam sistem antrean keberangkatan haji khusus nasional. Setelah proses pembayaran selesai, jamaah akan menerima bukti setoran awal yang memuat nomor validasi sebagai dokumen penting dalam tahapan verifikasi berikutnya.

5. Mendapatkan Nomor Porsi

Tahapan berikutnya adalah proses verifikasi data oleh pihak PIHK dan Kementerian Agama hingga calon jamaah memperoleh nomor porsi haji resmi. Nomor porsi tersebut memiliki fungsi sangat penting sebab menjadi penanda urutan antrean keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci.

Semakin awal calon jamaah mendaftarkan diri dan memperoleh nomor porsi, maka peluang mendapatkan jadwal keberangkatan lebih cepat juga akan semakin besar sesuai ketersediaan kuota. Nomor porsi biasanya dapat digunakan jamaah untuk memantau estimasi keberangkatan secara berkala melalui sistem resmi pemerintah.

Setelah memperoleh nomor porsi resmi, jamaah selanjutnya memasuki tahap menunggu jadwal keberangkatan sesuai estimasi antrean yang berlaku. Masa tunggu haji plus umumnya jauh lebih singkat dibandingkan haji reguler, yaitu berkisar sekitar lima hingga sembilan tahun tergantung kuota serta waktu pendaftaran dilakukan.

Selama masa tunggu berlangsung, jamaah dapat memantau perkembangan estimasi keberangkatan melalui situs maupun aplikasi resmi milik Kementerian Agama. Pemantauan berkala penting dilakukan agar jamaah memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan dan persiapan administrasi lanjutan yang perlu dipenuhi menjelang keberangkatan.

7. Pelunasan dan Persiapan Akhir

Menjelang waktu keberangkatan, jamaah diwajibkan melakukan pelunasan biaya haji plus sesuai ketentuan dari pihak penyelenggara. Pelunasan umumnya dilakukan sekitar empat hingga enam bulan sebelum jadwal keberangkatan menuju Arab Saudi. Pada tahap ini, jamaah biasanya mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan perjalanan secara lebih intensif.

Setelah proses pelunasan selesai, jamaah akan mengikuti kegiatan manasik haji sebagai pembekalan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Kegiatan manasik bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai tata cara pelaksanaan ibadah haji, aturan perjalanan, hingga simulasi berbagai ritual utama seperti tawaf, sa’i, wukuf, dan lempar jumrah. Persiapan matang sangat penting agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan kondisi lebih siap, tenang dan fokus.

Fasilitas yang Didapatkan Jamaah Haji Plus

Salah satu faktor paling dominan yang membuat banyak calon jamaah lebih memilih program haji plus adalah kualitas pelayanan dan fasilitas yang jauh lebih unggul apabila dibandingkan dengan layanan haji reguler. Seluruh rangkaian kebutuhan jamaah mulai dari tempat tinggal sementara, sarana transportasi selama berada di Tanah Suci, hingga pendampingan ibadah telah dirancang secara lebih terstruktur dan nyaman.

Tujuan utama dari penyediaan fasilitas tersebut adalah menciptakan kondisi perjalanan ibadah yang lebih tenang, tertata, dan memungkinkan jamaah untuk memusatkan perhatian sepenuhnya pada rangkaian ibadah tanpa terlalu terbebani urusan teknis perjalanan. Selain itu, platform resmi Nusuk Hajj milik Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga menyediakan berbagai pilihan paket layanan internasional yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi jamaah dari berbagai negara di dunia.

Berikut penjelasan lengkap mengenai fasilitas yang diperoleh jamaah haji plus:

1. Fasilitas Akomodasi

  • Jamaah haji plus umumnya mendapatkan penginapan di hotel berbintang empat hingga lima dengan standar pelayanan yang lebih nyaman dan modern.
  • Lokasi hotel biasanya berada di kawasan strategis, khususnya di sekitar Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, sehingga memudahkan akses ibadah harian.
  • Kedekatan lokasi ini sangat membantu terutama bagi jamaah lanjut usia atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik sehingga tidak perlu menempuh perjalanan jauh setiap waktu ibadah.
  • Berdasarkan beberapa laporan, jamaah haji plus bahkan dapat menempati hotel yang berada di area ring pertama maupun ring kedua Masjidil Haram.

Kondisi ini memberikan perbedaan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan haji reguler, di mana penginapan jamaah sering kali berada cukup jauh dan membutuhkan perjalanan tambahan beberapa kilometer menuju lokasi ibadah utama.

2. Fasilitas Transportasi dan Konsumsi

  • Program haji plus menyediakan layanan transportasi darat berupa bus khusus yang lebih nyaman, terjadwal, dan memiliki sistem perjalanan yang lebih terorganisasi.
  • Transportasi ini digunakan untuk perpindahan antar kota penting seperti perjalanan dari Jeddah menuju Mekkah maupun Madinah.
  • Selama pelaksanaan rangkaian ibadah di lokasi utama seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jamaah mendapatkan fasilitas tenda yang telah dilengkapi dengan kasur serta pendingin udara untuk menjaga kenyamanan selama tinggal di area tersebut.
  • Selain itu, kebutuhan konsumsi harian juga telah disediakan oleh pihak penyelenggara, sehingga jamaah memperoleh makanan secara teratur tanpa perlu mencari sendiri di luar area ibadah.
  • Menu makanan yang diberikan umumnya telah disesuaikan agar tetap sesuai dengan selera dan kebutuhan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

3. Fasilitas Pendampingan Ibadah

  • Pendampingan ibadah menjadi salah satu aspek penting dalam layanan haji plus yang memberikan nilai tambah signifikan bagi jamaah.
  • Setiap kelompok keberangkatan biasanya didampingi oleh pembimbing ibadah yang memiliki pengalaman luas dalam membimbing jamaah haji.
  • Jumlah jamaah dalam satu kelompok yang lebih terbatas membuat rasio pembimbing dan jamaah menjadi lebih ideal sehingga proses bimbingan dapat dilakukan secara lebih intensif dan personal.
  • Berdasarkan hasil riset yang dipublikasikan di PubMed Central, ibadah haji terdiri dari rangkaian ritual spiritual yang memiliki makna mendalam serta memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan mental dan spiritual jamaah.

Dengan adanya pendampingan yang lebih terarah, jamaah haji plus dapat menjalankan setiap tahapan ibadah dengan lebih tenang, fokus, dan khusyuk tanpa kebingungan dalam pelaksanaan ritual di lapangan.

Masa Tunggu Haji Plus

Dibandingkan haji reguler, program haji plus memiliki keunggulan paling besar pada sisi masa tunggu keberangkatan yang jauh lebih singkat. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah melakukan penyesuaian sistem antrean haji reguler agar lebih merata di seluruh daerah. Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak pernah menjelaskan bahwa masa tunggu haji reguler kini diseragamkan menjadi sekitar 26 tahun di berbagai provinsi, sehingga sistem antrean nasional dinilai lebih adil dan transparan.

Sementara itu, calon jamaah yang memilih jalur haji plus umumnya hanya perlu menunggu sekitar lima hingga sembilan tahun tergantung ketersediaan kuota dan waktu pendaftaran dilakukan. Perbedaan masa tunggu yang cukup jauh inilah yang membuat program haji khusus menjadi pilihan banyak masyarakat yang ingin berangkat lebih cepat menuju Tanah Suci tanpa harus menunggu terlalu lama seperti pada jalur reguler.

Dalam salah satu keterangannya yang dikutip dari KapanLagi, Dahnil juga menyampaikan bahwa sistem masa tunggu yang diseragamkan bertujuan menciptakan kesetaraan dan transparansi nasional bagi seluruh calon jamaah haji Indonesia. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian antrean sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem penyelenggaraan haji nasional.

Bagi calon jamaah yang ingin mempersiapkan biaya haji plus sejak jauh hari, membuka tabungan haji di bank syariah dapat menjadi langkah keuangan yang cukup strategis. Menabung secara rutin dan konsisten membantu calon jamaah mencapai target dana keberangkatan secara lebih terencana sebelum masa tunggu selesai. Selain membantu kesiapan finansial, perencanaan sejak dini juga membuat proses persiapan ibadah terasa lebih tenang dan matang.

FAQ Seputar Topik Pengertian Haji Plus

Apa pengertian haji plus?

Haji Plus atau Haji Khusus adalah program ibadah haji resmi yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) berizin Kemenag, menawarkan fasilitas lebih baik dan masa tunggu lebih singkat dari haji reguler.

Berapa estimasi biaya haji plus?

Estimasi biaya Haji Plus bervariasi, mulai dari USD 11.950 hingga USD 24.900 atau setara dengan kurang lebih Rp197 juta - Rp409 juta per jemaah per 2026.

Berapa lama masa tunggu haji plus?

Masa tunggu keberangkatan haji plus umumnya berkisar antara 5 hingga 9 tahun, jauh lebih singkat dibandingkan haji reguler yang bisa mencapai 10-30 tahun.

Apa saja fasilitas yang didapatkan jemaah haji plus?

Fasilitas Haji Plus meliputi akomodasi hotel bintang 4/5 dekat Masjidil Haram, penerbangan langsung, tenda VIP ber-AC di Arafah dan Mina, transportasi nyaman, serta bimbingan ibadah intensif.