7 Contoh Teks Kultum Singkat tentang Menjaga Hati dari Iri dan Dengki, Tema Pilihan

Rasulullah SAW telah mengingatkan umat Islam agar menjauhi sifat tersebut.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Referensi teks kultum singkat tentang menjaga hati dari iri dan dengki semakin dibutuhkan, terutama bagi para penceramah, guru, dan pendidik yang ingin bersyiar secara sederhana tetapi tetap bermakna. Tema ini penting karena iri dan dengki merupakan penyakit hati yang sering kali tidak terlihat, tetapi perlahan merusak hubungan antarmanusia dan memicu berbagai persoalan sosial.

Iri dan dengki atau hasad termasuk sifat tercela. Hasad muncul ketika seseorang merasa tidak senang melihat orang lain memperoleh nikmat, bahkan berharap nikmat tersebut berkurang atau hilang dari pemiliknya. Jika dibiarkan, sifat ini bukan hanya dapat merusak hubungan dengan orang lain, tetapi juga membawa dampak buruk bagi hati dan amal orang tersebut.

Rasulullah SAW telah mengingatkan umat Islam agar menjauhi sifat tersebut. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda bahwa hasad dapat menghapus kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumiddin mengungkapkan, kedengkian berkaitan dengan ketidakrelaan seseorang terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain. Dari sinilah pentingnya penyucian hati dalam kehidupan seorang Muslim.

Melalui kultum dan tausiah tentang bahaya iri dan dengki, umat diingatkan untuk belajar menerima ketetapan Allah, mensyukuri nikmat yang dimiliki, serta mendoakan kebaikan bagi sesama. Dengan hati yang lebih bersih, hubungan sosial pun dapat terjaga dan kehidupan bersama menjadi lebih harmonis.

Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah kumpulan contoh teks kultum singkat tentang menjaga hati dari iri dan dengki.

1. Kultum Singkat: Bahaya Hasad Memakan Amal

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat sehat dan iman kepada kita semua.

Selawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada teladan agung kita, baginda Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Jamaah sekalian yang senantiasa mengharapkan rida dan rahmat dari Allah SWT.

Pada kesempatan kultum kali ini, kita akan merenungkan betapa berbahayanya penyakit batin yang bernama iri dan dengki dalam kehidupan sehari-hari.

Hasad adalah penyakit hati yang paling cepat menghancurkan nilai ibadah yang telah bersusah payah kita kumpulkan selama ini.

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

Artinya: "Jauhilah oleh kalian sifat hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Daud).

Hadis ini mengibaratkan dengki seperti api yang sangat rakus membakar ranting kering, di mana amal ibadah kita habis tanpa sisa hanya karena kebencian.

Perasaan tidak senang atas kebahagiaan orang lain justru akan membuat batin kita sendiri tersiksa dan menjauhkan kita dari ketenangan.

Marilah kita melatih hati untuk selalu rida dengan ketentuan Allah agar amal saleh kita tetap utuh dan menjadi bekal di akhirat.

Ya Allah, bersihkanlah hati kami dari sifat iri dan dengki, serta karuniakanlah kepada kami kelapangan dada menerima segala takdir-Mu.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Kultum Singkat: Dengki Merusak Persaudaraan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji milik Allah SWT, Tuhan semesta alam yang senantiasa menuntun hati kita menuju jalan kebaikan dan persaudaraan.

Selawat dan salam tak henti-hentinya kita sampaikan kepada pembawa risalah kedamaian, Nabi Muhammad SAW, beserta seluruh pengikutnya.

Kaum muslimin dan muslimat yang insyaallah senantiasa dirahmati oleh Allah.

Tema pertemuan kita hari ini menyoroti bagaimana sifat iri hati dapat memotong tali persaudaraan atau ukhuwah islamiah di tengah masyarakat.

Islam sangat menjunjung tinggi rasa saling mencintai antar sesama dan melarang keras umatnya untuk saling mendengki dan memusuhi.

لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا

Artinya: "Janganlah kalian saling mendengki, saling menipu, saling membenci, dan saling membelakangi." (HR. Muslim).

Kedengkian adalah akar dari segala perpecahan, karena bermula dari iri hati akan muncul fitnah, permusuhan, dan pemutusan silaturahmi.

Ketika kita membiarkan penyakit ini bersarang, tanpa sadar kita telah merobohkan bangunan persaudaraan yang telah susah payah kita bangun.

Mari kita biasakan diri untuk turut merasa bahagia ketika saudara kita mendapatkan nikmat, karena itulah ciri mukmin sejati.

Ya Allah, satukanlah hati-hati kami dalam ikatan ukhuwah islamiah, dan jauhkanlah kami dari kebencian antar sesama muslim.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

3. Kultum Singkat: Iri Hati Pertanda Kurang Bersyukur

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur tiada putusnya kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rezeki yang telah digariskan-Nya untuk kita.

Untaian selawat beriring doa senantiasa kita haturkan kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, sebaik-baik teladan bagi umat manusia.

Bapak dan Ibu sekalian yang sangat saya hormati dan dimuliakan oleh Allah.

Pernahkah kita menyadari bahwa benih iri dan dengki sejatinya tumbuh dari rasa kurang syukur kita terhadap karunia yang ada di genggaman.

Mata yang selalu melihat ke atas dan membandingkan nasib dengan orang lain akan selalu merasa kekurangan.

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Artinya: "Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atasmu, karena hal itu lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah atasmu." (HR. Muslim).

Rasulullah mengajarkan kita sebuah metode terapi jiwa, yaitu membiasakan diri melihat mereka yang kurang beruntung dalam hal duniawi.

Dengan menerapkan sikap tersebut, hati kita akan menjadi lebih kaya, qanaah, dan rasa iri tidak akan memiliki ruang untuk berkembang.

Jadikanlah syukur sebagai perisai utama untuk menangkis segala bisikan setan yang ingin merusak kedamaian batin kita melalui sifat dengki.

Ya Allah, jadikanlah kami hamba-Mu yang senantiasa bersyukur, merasa cukup atas rezeki-Mu, dan terhindar dari ketamakan duniawi.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Kultum Singkat: Dengki Memprotes Ketentuan Takdir

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puja dan puji syukur senantiasa kita persembahkan ke hadirat Ilahi Rabbi, Zat pembagi rezeki yang paling adil bagi hamba-hamba-Nya.

Selawat dan salam mari bersama kita lantunkan kepada utusan teragung, Nabi Muhammad SAW, yang selalu mengajarkan keikhlasan batin.

Hadirin wal hadirat jamaah sekalian yang berbahagia dan dirahmati Allah.

Dalam kajian tasawuf dan penyucian jiwa, para ulama menyebutkan bahwa hakikat dengki adalah bentuk ketidakrelaan terhadap pembagian takdir Allah.

Saat kita iri melihat keberhasilan orang lain, secara tidak langsung kita sedang menggugat dan memprotes kebijaksanaan Sang Pencipta.

أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

Artinya: "Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya?" (QS. An-Nisa: 54).

Ayat suci ini menegaskan bahwa segala bentuk kelebihan yang dimiliki oleh seseorang pada dasarnya adalah murni karunia mutlak dari Allah SWT.

Mendengki orang lain berarti kita menentang keputusan Allah, padahal Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi masing-masing hamba-Nya.

Sadarilah bahwa pembagian rezeki telah tertulis rapi di Lauhul Mahfuz, sehingga tugas kita hanyalah berikhtiar tanpa perlu saling menjatuhkan.

Ya Allah, bimbinglah sanubari kami agar senantiasa rida menerima segala ketetapan-Mu, dan bersihkan pikiran kami dari niat yang buruk.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

5. Kultum Singkat: Mendoakan Orang yang Didengki

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, puji dan syukur kita ucapkan kepada Allah Yang Maha Pengasih, yang senantiasa menutupi segala aib dan kekurangan kita.

Teriring selawat dan salam penuh kerinduan kepada teladan umat, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang istikamah.

Jemaah sekalian yang budiman dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Mengelola hati agar bersih dari kotoran dengki memang bukan perkara mudah, apalagi ketika iblis terus membisikkan prasangka buruk di telinga kita.

Salah satu resep paling ampuh untuk melawan gejolak iri hati di dalam dada adalah dengan memaksakan lisan mendoakan kebaikan bagi orang tersebut.

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ

Artinya: "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang tidak hadir (tanpa diketahui olehnya) adalah doa yang mustajab." (HR. Muslim).

Ketika hati terasa panas melihat tetangga atau kawan meraih kesuksesan, segera ubah rasa tersebut menjadi doa keberkahan untuk mereka.

Menariknya, malaikat akan mengaminkan doa tersebut dan mendoakan hal serupa untuk kita, sehingga kita justru mendapatkan kebaikan yang sama.

Jangan biarkan setan memenangkan pertarungan di hati kita; balaslah setiap getaran dengki dengan lantunan doa kebaikan yang tulus.

Ya Allah, jadikanlah kami pribadi yang berjiwa besar, gemar mendoakan saudara kami, dan jauhkan kami dari sifat picik dan egois.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

6. Kultum Singkat: Penawar Dengki Adalah Menyebarkan Salam

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kita masih diberi waktu untuk bermuhasabah.

Selawat dan salam semoga abadi tercurah kepada penunjuk jalan kebenaran, baginda Nabi Muhammad SAW, yang selalu memancarkan kasih sayang.

Saudara-saudara seiman yang insyaallah diampuni dosa-dosanya oleh Allah.

Penyakit iri hati bermula dari dinginnya komunikasi dan hilangnya rasa cinta di antara sesama warga dalam sebuah komunitas masyarakat.

Rasulullah SAW memberikan sebuah praktik sosial yang sangat sederhana namun berdampak luar biasa untuk meluluhkan hati yang kaku dan dengki.

أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

Artinya: "Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim).

Membudayakan senyum, sapa, dan salam adalah obat pelebur tembok pembatas kebencian, karena hal itu menumbuhkan rasa saling menghargai.

Sulit bagi seseorang untuk menyimpan rasa iri kepada orang yang selalu menyapanya dengan senyum tulus dan mendoakan keselamatan baginya.

Mari kita budayakan menyebarkan salam perdamaian di lingkungan kita, agar suasana keakraban tumbuh subur dan penyakit hati perlahan mati.

Ya Allah, tebarkanlah kedamaian di antara kami, lembutkanlah hati kami yang keras, dan pautkanlah jiwa kami dalam ikatan iman.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

7. Kultum Singkat: Kebahagiaan Hakiki Hati yang Bersih (Qalbun Salim)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Segala puji bagi Allah Yang Maha Mengetahui segala isi hati, yang selalu memberikan kesempatan bagi hamba-Nya untuk membersihkan diri.

Selawat dan doa keselamatan mari kita sanjungkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, pemilik hati yang paling suci dan bersih dari kedengkian.

Jemaah sekalian yang senantiasa berharap meraih kemuliaan di sisi Allah SWT.

Kebahagiaan sejati di dunia ini tidak terletak pada seberapa banyak harta yang dikumpulkan, melainkan seberapa bersih hati yang kita miliki.

Hati yang bebas dari iri dan dengki, atau yang disebut dengan 'Qalbun Salim', adalah satu-satunya harta yang berharga saat kita menghadap Allah kelak.

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ ۝ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya: "(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'ara: 88-89).

Hati yang bersih adalah hati yang tidak pernah memendam dendam, tidak merasa tersaingi oleh rezeki orang lain, dan selalu berserah diri pada takdir.

Orang yang memiliki Qalbun Salim hidupnya akan terasa sangat ringan, bebas dari stres duniawi, dan senantiasa merasakan surga sebelum surga yang sesungguhnya.

Mari kita bersihkan cermin hati kita setiap hari melalui zikir dan istigfar, agar pantulan ketenangan batin selalu memancar dalam hidup kita.

Ya Allah, karuniakanlah kepada kami qalbun salim, hati yang bersih tanpa noda dengki, dan terimalah amal ibadah kami di akhirat kelak.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertanyaan Seputar Sifat Iri dan Dengki

1. Apa ciri-ciri orang yang memiliki sifat iri dan dengki?

Ciri utamanya adalah merasa cemas dan tidak senang saat melihat orang lain meraih kesuksesan, serta merasa bahagia saat melihat orang lain tertimpa musibah atau kegagalan.

2. Bagaimana cara mengobati hati dari penyakit dengki?

Cara paling efektif adalah dengan memperbanyak rasa syukur (qanaah), melatih rida terhadap takdir pembagian rezeki dari Allah, dan memaksakan diri mendoakan kebaikan bagi orang yang didengki tersebut.

3. Mengapa hasad disebut dapat memakan amal kebaikan?

Karena energi dan fokus pelaku hasad habis digunakan untuk merencanakan keburukan atau membenci, sehingga niat ibadahnya rusak dan pahalanya gugur karena hatinya dipenuhi ketidakikhlasan.

4. Apakah ada jenis iri hati yang diperbolehkan dalam pandangan Islam?

Ada, yang disebut 'Ghibtah'. Yaitu iri hati terhadap dua hal: iri kepada orang yang diberi ilmu lalu mengamalkannya, dan iri kepada orang yang diberi harta lalu ia sedekahkan di jalan Allah, tanpa berharap nikmat pada orang tersebut hilang.

5. Berapa lama durasi penyampaian yang tepat untuk kultum tentang iri dan dengki ini?

Durasi ideal untuk membawakan kultum (kuliah tujuh menit) ini adalah sekitar 5 hingga 7 menit, waktu yang sangat mencukupi untuk menyampaikan mukadimah, satu dalil utama, penjelasan singkat, hingga doa penutup.