Terungkap Awal Mula Ratusan Senjata Tersembunyi di Sekolah Jaksel

Pemeriksaan dilakukan di tiga ruangan, yakni ruang kerja eks ketua pengurus, ruang kerja eks sekretaris, serta ruang sarana dan prasarana.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 13:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi selidiki ratusan senjata di Yayasan Harapan Ibu, Jakarta Selatan.
  • Keberadaan senjata terkait kerja sama yayasan dengan PT Lokta untuk olahraga menembak.
  • Legalitas dan kepemilikan seluruh senjata masih didalami polisi.

Liputan6.com, Jakarta - Jejak keberadaan ratusan senjata di Yayasan Harapan Ibu, Pondok Pinang, Jakarta Selatan, mulai menemukan titik terang.

Polisi menyebut keberadaan senjata tersebut berawal dari kerja sama yayasan dengan PT Lokta untuk kegiatan olahraga menembak air rifle.

Meski demikian, kerja sama tersebut belum menjawab legalitas seluruh senjata yang ditemukan. Polisi masih mendalami kepemilikan, penyimpanan, dan penggunaannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan informasi tersebut diperoleh dari pemeriksaan sejumlah saksi.

“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, keberadaan senjata angin tersebut diawali dari adanya perjanjian kerja sama antara yayasan dengan PT Lokta terkait kerja sama olahraga menembak air rifle,” kata Budi dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).

Budi menegaskan penyidik belum memastikan seluruh senjata yang ditemukan berkaitan dengan kegiatan tersebut. Legalitas dan penguasaan barang masih didalami.

“Namun demikian, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap legalitas, kepemilikan, penyimpanan, serta penggunaan barang-barang tersebut,” ujarnya.

 

Penemuan Ratusan Senjata

Pengusutan dilakukan setelah polisi menemukan barang menyerupai senjata di lingkungan Yayasan Harapan Ibu. Pada Senin (10/8), penyidik bersama Puslabfor Bareskrim Polri kembali melakukan pemeriksaan sekitar pukul 14.00 WIB.

Pemeriksaan dilakukan di tiga ruangan, yakni ruang kerja eks ketua pengurus, ruang kerja eks sekretaris, serta ruang sarana dan prasarana.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi kembali menemukan satu airsoft gun, 117 butir peluru berbagai kaliber, dan 166 selongsong kaliber 22.

Selain itu, penyidik menemukan lima magazen kaliber 9 mm, dua recoil spring, dua botol green gas, dua tabung gas CO2, serta dua wadah peluru mimis. Sejumlah suku cadang dan aksesori senjata turut ditemukan.

“Untuk total keseluruhan barang masih dilakukan pendataan dan pencocokan oleh penyidik,” kata Budi.

Seluruh barang temuan kemudian dikoordinasikan dengan Wasendak Polda Metro Jaya untuk dititipkan dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6