Liputan6.com, Jakarta - Pagi hari adalah awal lembaran baru, momentum menata niat, serta kesempatan memperbarui komitmen sebagai hamba Allah. Kebiasaan Rasulullah di pagi hari yang membawa keberkahan menjadi teladan aktivitas seorang muslim.
Keberkahan pagi ini ditegaskan Nabi melalui doanya: "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya" (HR. Abu Dawud).
Dalil sahih tersebut menegaskan bahwa setiap aktivitas positif yang dimulai sejak fajar memiliki nilai spiritual dan limpahan energi yang jauh lebih besar dibandingkan waktu lainnya.
Advertisement
Meneladani rutinitas fajar Rasulullah membimbing kita pada manajemen hidup yang lebih berkah dan sistematis. Melalui ulasan ini, kita akan mendalami langkah-langkah praktis menghidupkan sunnah pagi demi meraih kesuksesan yang selaras dengan tuntunan syariat di era modern ini.
Artikel ini akan mengulas kebiasaan Rasulullah di pagi hari, merangkum dari buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dan Ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari, karya Abdullah Hamud al Furaij, serta literatur kredibel lainnya.
1. Bangun Sebelum Waktu Subuh
Islam menganjurkan umatnya untuk bangun pagi sebelum waktu Subuh atau paling lambat ketika mendengar azan Subuh. Dalam hadits Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam.
Kebiasaan ini memberi kesempatan tubuh untuk mengirup udara pagi yang segar, sekaligus memanfaatkan waktu penuh keberkahan.
Syekh Al-Syinqiti dalam kitab Syarah Zad al-Mustaqna’ (1/16) menegaskan bahwa ulama salaf membenci tidur setelah shalat Subuh, karena waktu setelah shalat Subuh adalah waktu penuh berkah (sa’atul barakah).
Beliau menyatakan bahwa jika seseorang memiliki kegiatan seperti menuntut ilmu atau pekerjaan duniawi dan menyegerakannya di pagi hari, maka ia akan mendapatkan keberkahan yang banyak.
2. Mengusap Wajah untuk Menghilangkan Rasa Kantuk
Setelah bangun tidur, Rasulullah SAW mengusapkan kedua tangan ke wajah untuk menghilangkan sisa-sisa kantuk. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas RA, dikisahkan: “Rasulullah bangun, lalu beliau duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya, kemudian membaca sepuluh ayat terakhir surah Ali Imran” (HR Bukhari no. 183, Muslim no. 763).
Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dijelaskan bahwa menyeka wajah dari rasa kantuk dilakukan dengan mengusap kedua mata untuk menghilangkan bekas-bekas tidur menggunakan kedua tangan.
Pada riwayat Imam Muslim, disebutkan pula bahwa setelah itu Nabi keluar rumah dan menatap ke langit seraya membaca ayat, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal” (QS Ali Imran: 190).
Advertisement
3. Membaca Doa Bangun Tidur
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus saat bangun tidur. Dari Hudzaifah RA, ia menuturkan: “Jika Nabi SAW hendak tidur, beliau mengucapkan, ‘Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa’ (dengan nama-Mu ya Allah aku mati dan aku hidup).
Jika beliau bangun tidur, beliau membaca, ‘Alhamdulillahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur’ (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kita kembali setelah mematikan kita, dan kepada-Nya kita kembali)” (HR Bukhari no. 6324, Muslim no. 2711)【33†L17-L24】.
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar (hal. 63) mengutip doa pagi lainnya yang diajarkan Rasulullah SAW: “Allāhumma bika ashbahnā, wa bika amsainā, wa bika nahyā, wa bika namūtu, wa ilaikan nusyūru” (Ya Allah, dengan-Mu kami berpagi hari, dengan-Mu kami bersore hari, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami kembali) — HR Abu Dawud, At-Turmudzi, Ibnu Majah.
4. Bersiwak (Menggosok Gigi)
Setelah membaca doa bangun tidur, Rasulullah SAW bersiwak. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Hudzaifah RA: “Setiap kali Nabi SAW bangun dari tidurnya, beliau selalu membersihkan mulutnya dengan siwak” (HR Bukhari no. 245, Muslim no. 255).
Penjelasan dalam Kitab: Dalam Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW dijelaskan bahwa bersiwak dilakukan sebelum wudhu. Bersiwak membuat mulut menjadi bersih dan mendatangkan ridha Allah.
Hadits dari Aisyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Siwak dapat membersihkan mulut dan mendatangkan keridhaan Rabb” (HR Ahmad, An-Nasa’i).
5. Berwudhu
Setelah bersiwak, Rasulullah SAW berwudhu. Dalam hadits Ibnu Abbas RA, setelah membaca ayat-ayat Al-Qur’an, beliau “bangkit dan mengambil kantong air yang tergantung, lalu berwudhu menggunakan air tersebut dan memperbagus wudhunya, lalu berdiri dan shalat.” (HR Bukhari no. 183, Muslim no. 763).
Sunnah-Sunnah dalam Berwudhu (diringkas dari Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW dan Hadiah Indah):
- Bersiwak sebelum wudhu. HR Ahmad no. 9928
- Membaca basmalah. HR Ahmad no. 11371
- Membasuh telapak tangan 3 kali. HR Bukhari no. 164
- Mendahulukan anggota kanan HR Bukhari no. 168
- Berkumur dan istinsyaq. HR Bukhari no. 199
- Maksimal berkumur di luar puasa. HR Ahmad no. 17846
- Mengulang setiap pembasuhan 3 kali. HR Bukhari no. 157, 158, 164; Muslim no. 226
- Doa setelah wudhu HR Muslim. no. 234
Doa setelah wudhu: “Asyhadu anla ilaha illallah wa anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh” (Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya).
Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berwudhu dengan sempurna lalu mengucapkan doa ini, maka akan dibukakan baginya delapan pintu surga” (HR Muslim no. 234).
6. Melaksanakan Shalat Sunnah Fajar (Qabliyah Subuh) Dua Rakaat
Shalat sunnah fajar merupakan shalat sunnah mu’akkadah yang sangat dianjurkan, dikerjakan sebanyak dua rakaat sebelum shalat Subuh. Rasulullah SAW bersabda: “Dua rakaat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR Muslim).
Dalam Shahih Muslim, dari Aisyah RA, ia berkata: “Nabi SAW belum pernah dalam melakukan shalat sunnah lebih diperhatikan dari dua rakaat fajar” (HR Bukhari). Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’aad (1/473) menyatakan bahwa shalat sunnah fajar tidak pernah ditinggalkan Nabi SAW, baik dalam keadaan safar (perjalanan) maupun bermukim.
Setelah salam dari shalat sunnah fajar, disunnahkan untuk berbaring sejenak ke sisi kanan. Dari Aisyah RA: “Biasanya Nabi SAW setelah melaksanakan shalat sunnah fajar dua rakaat, beliau berbaring pada sisinya yang sebelah kanan” (HR Bukhari no. 1160).
Advertisement
7. Shalat Subuh Berjamaah
Rasulullah SAW sangat menjaga shalat Subuh berjamaah. Dalam hadits riwayat Muslim, dari Jundab bin Sufyan: “Barangsiapa yang menunaikan sholat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka, jangan coba-coba membuat Allah membuktikan jaminan-Nya” (HR Muslim).
Keutamaan tambahan: Rasulullah SAW juga mengungkapkan bahwa bila umatnya bangun dan melaksanakan sholat Subuh berjamaah di masjid, maka Allah akan melindunginya seharian penuh.
8. Duduk di Tempat Shalat, Berzikir hingga Matahari Terbit
Setelah shalat Subuh, Rasulullah SAW tidak buru-buru beranjak dari tempat shalatnya. Dalam riwayat Muslim dari Jabir bin Samurah RA: “Nabi SAW tidak bangun dari tempat shalatnya setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari” (HR Muslim).
Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menyatakan bahwa orang yang diberi taufik oleh Allah sehingga dapat membaca keseluruhan dzikir pagi akan mendapatkan nikmat dan anugerah yang tak terkira. Jika tidak sanggup, minimal mengusahakan membaca satu doa pagi saja.
9. Shalat Isyraq / Dhuha Awal
Setelah matahari terbit dan meninggi (sekitar 15-20 menit setelah terbit), Rasulullah SAW melaksanakan shalat sunnah Isyraq atau yang merupakan awal dari shalat Dhuha.
Dalam hadits riwayat Tirmidzi: “Barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna” (HR Tirmidzi).
Dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW dijelaskan bahwa shalat dhuha paling sedikit dua rakaat, dan disunnahkan dilaksanakan di akhir waktu (ketika panas matahari menyengat). Rasulullah SAW bersabda: “Setiap persendian dalam tubuhmu harus disedekahi. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah... semua itu dapat tercukupi dengan dua rakaat shalat dhuha” (HR Muslim no. 720).
10. Mengawali Pagi dengan Aktivitas Positif
Rasulullah SAW menganjurkan untuk mengisi pagi hari dengan aktivitas bermanfaat, seperti menuntut ilmu, bekerja, atau berdagang. Beliau bersabda: “Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Karena banyak keberkahan pada waktu pagi” (HR Ath-Thabrani dan Al-Bazzar).
Bahkan sahabat Shakhr bin Wada’ah dikenal memiliki kebiasaan berdagang di pagi hari sebagai bentuk mengamalkan doa Rasulullah untuk keberkahan umatnya di waktu pagi.
Advertisement
Hikmah Meneladani Kebiasaan Rasulullah di Pagi Hari
1. Mendapat Keberkahan dalam Rezeki
Rasulullah SAW mendoakan keberkahan untuk umatnya di waktu pagi. Menyegerakan aktivitas di pagi hari membuka pintu rezeki yang luas dan penuh berkah. Sebagaimana dikatakan ulama salaf: waktu setelah shalat Subuh adalah waktu penuh berkah (sa’atul barakah).
2. Mendapat Perlindungan dan Jaminan Allah
Barangsiapa shalat Subuh berjamaah, ia berada dalam jaminan Allah sepanjang hari. Zikir pagi juga menjadi benteng perlindungan dari gangguan setan. Doa “Bismillahil ladzi la yadhurru ma’as-mihi syai’un” yang dibaca tiga kali di pagi hari membuat seseorang terlindungi dari bahaya hingga sore【94†L14-L20】.
3. Memperoleh Pahala Setara Haji dan Umrah
Duduk berzikir dari shalat Subuh hingga matahari terbit lalu shalat dua rakaat setara pahalanya dengan haji dan umrah sempurna (HR Tirmidzi). Subhanallah, pahala besar dari amalan yang ringan!
4. Mendapat Ketenangan Hati dan Kesehatan Fisik
Bangun pagi memberi kesempatan mengirup udara segar dengan tingkat polusi rendah, memaksimalkan kerja otak, memperlancar peredaran darah, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Zikir di pagi hari juga menenangkan jiwa dan memacu semangat. Ilmu yang bermanfaat (yang dipanjatkan dalam doa pagi) akan menuntun kepada ketaatan dan memperbaiki akhlak.
5. Mendapat Kedekatan dengan Allah dan Surga
Melaksanakan shalat sunnah fajar yang lebih baik dari dunia dan seisinya (HR Muslim) menjadi salah satu amalan yang mendekatkan diri kepada Allah dan membangun rumah di surga. Sayyidul istighfar yang dibaca di pagi hari dengan penuh keyakinan menjadikan seseorang termasuk penghuni surga jika meninggal sebelum sore.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5419009/original/039780700_1763634806-Dzikir_Pagi_Petang_Sesuai_Sunnah.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824122/original/040369300_1715055236-ekrem-osmanoglu-WRbNWOMA-Xk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5665479/original/095333400_1778345632-WhatsApp_Image_2026-05-09_at_20.27.44.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564849/original/002322100_1777002140-20260423_094337.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5105694/original/040260200_1737546428-sfdsgdgdhfhj.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5561824/original/094267400_1776761768-haji1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5640306/original/068350000_1778244673-komisi-viii-minta-kemenag-transparan-soal-dana-haji.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5253148/original/029233700_1750011370-WhatsApp_Image_2025-06-14_at_16.52.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5230999/original/080913900_1748060207-WhatsApp_Image_2025-05-24_at_10.24.51.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4770150/original/051663000_1710247846-20240312-Berbuka_Puasa_di_Istiqlal-HER_2.jpg)