Panduan Amalan Harian Menjelang Keberangkatan Haji, Lengkap Dalil dan Penjelasannya

Panduan amalan harian menjelang keberangkatan haji dan mengamalkan secara konsisten akan membantu jemaah siap lahir dan batin untuk mencapai derajat mabrur

Diterbitkan 09 Mei 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci bukan sekadar keberangkatan fisik, melainkan perjalanan panjang yang dimulai dari rumah, dari hati, dan dari kebiasaan sehari-hari yang ditata jauh sebelum pesawat lepas landas. Untuk itu, penting bagi calon jemaah untuk memahami panduan amalan harian menjelang keberangkatan haji.

Waktu menjelang haji adalah masa krusial untuk mempersiapkan diri secara bertahap, sebuah proses tadrij, yang jika dilakukan dengan konsisten akan melahirkan kesiapan lahir dan batin yang paripurna. Sayangnya, banyak jemaah yang begitu fokus pada urusan administrasi dan logistik hingga mengabaikan amalan harian yang justru menjadi fondasi spiritual keberangkatan.

Sebagai pengingat, Allah berfirman: "Dan hajilah karena Allah, serta berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah [2]: 197).

Artikel ini menyajikan panduan amalan harian menjelang keberangkatan haji secara lengkap, dari H-3 bulan hingga H-1 jam, merujuk Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag, Buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah Kemenag, serta Manasik Haji dan Umrah Rasulullah SAW karya Dr. KH. Imam Ghazali Said.

Pembagian Waktu Amalan Harian Menjelang Haji

Merujuk pada Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag Edisi 1444 H/2023 M, persiapan haji idealnya dilakukan bertahap per periode:

  • H-3 bulan: Bertaubat, melunasi utang, memperbanyak istighfar, olahraga rutin
  • H-2 bulan: Belajar manasik intensif, memperbanyak puasa sunah, sedekah
  • H-1 bulan: Shalat sunah safar berulang, berperilaku seperti dalam ihram
  • H-3 hari: Membersihkan hati (halālan billāh), berpamitan
  • H-1 jam: Shalat sunah safar dua rakaat terakhir, membaca doa walimatussafar.

Persiapan rohani dan mental, seperti memantapkan niat, memperbanyak istighfar, dzikir, dan doa, adalah langkah pertama yang tidak boleh ditinggalkan.

Amalan Harian H-3 Bulan: Peletakan Fondasi Spiritual

1. Taubatan Nasuha Setiap Hari

Amalan: Memperbanyak istighfar, membiasakan membaca "Astaghfirullahal ‘azhīm alladzī lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūmu wa atūbu ilaih", diselingi puasa sunah sebagai bentuk penyesalan dan tekad tidak mengulangi dosa.

Dalilnya adalah QS. At-Taḥrīm [66]: 8 — "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha, mudah-mudahan Tuhanmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai."

Dalam Tafsīr al- Munīr, Syekh Wahbah az‑Zuhailī menjelaskan, tubatan nasuha menuntut tiga syarat: (1) meninggalkan dosa, (2) menyesal mendalam, (3) bertekad tidak mengulang, serta (4) mengembalikan hak orang lain jika dosa menyangkut hak adami.

Setiap Muslim yang akan berhaji dianjurkan memperbanyak istighfar, memohon ampun kepada Allah SWT, sembari merutinkan dzikir dan doa untuk bertaubat kepada Allah SWT dan meminta bimbingan dari-Nya.

2. Melunasi Utang dan Mengembalikan Hak Adami

Amalan: Membayar seluruh utang materi, meminta maaf kepada setiap orang yang pernah dizalimi, mengembalikan barang atau hak yang diambil tanpa izin.

Dalilnya adalah Hadis riwayat Muslim: "Barang siapa yang berhaji tanpa melunasi hak orang lain seperti utang, maka hajinya tidak diterima hingga hak itu dilunasi."

Dalam Al-Fiqh al- Islāmī wa Adillatuhu, Syekh Wahbah az‑Zuhailī menjelaskan, haji seorang Muslim yang masih memiliki tanggungan utang hukumnya sah secara formal, tetapi pelakunya berdosa karena menunda-nunda pembayaran utang; sedang menurut ijmā ulama, kewajiban membayar utang tidak gugur dengan haji.

3. Membiasakan Dzikir Pagi dan Petang

Membaca dzikir pagi setelah salat Subuh dan dzikir petang setelah salat Asar, terutama kalimat tasbīḥ, taḥmīd, tahlīl, takbīr.

Dalilnya adalah QS. Al-Aḥzāb [33]: 41-42: "Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang."

Dalam Al-Ażkār, Imām an‑Nawawī menjelaskan zikir pagi-petang adalah pagar perlindungan dari godaan setan dan pengingat akan kehadiran Allah dalam setiap langkah. Calon jemaah dianjurkan memperbanyak istighfar, zikir, dan doa sebagai proses pembersihan diri dari dosa dan kesalahan masa lalu.

Amalan Harian H-2 Bulan: Penguatan Ilmu dan Ketaatan

4. Belajar dan Mengulang Manasik Secara Sistematis

Membaca ulang materi manasik secara bertahap, mengikuti bimbingan di KUA, mempraktikkan gerakan tawaf dan sa'i di rumah, menghafal doa-doa kunci.

Dalilnya adalah Sabda Nabi ﷺ: "Ambillah manasik (tata cara ibadah) hajimu dariku" (HR. Muslim, an‑Nasā’ī, Aḥmad).

Dalam Buku Manasik Haji wa Umrah Rasulullāh, Dr. KH. Imam Ghazali Said menjelaskan, ilmu manasik adalah bekal terpenting sebelum harta; seseorang yang tidak mempelajari manasik dikhawatirkan terjerumus dalam kesalahan yang membatalkan ibadah.

Para ulama sepakat bahwa haji tidak sah jika meninggalkan rukun karena ketidaktahuan yang dapat dihindari dengan belajar.

5. Memperbanyak Puasa Sunnah

Amalan: Puasa Senin-Kamis, puasa Ayyāmul Bīḍ (tanggal 13,14,15 setiap bulan Hijriah), serta puasa sunah lainnya.

Dalilnya adalah Hadis riwayat Muslim dari Abū Hurairah: "Puasa Ayyāmul Bīḍ pahalanya seperti puasa sepanjang tahun."

Membiasakan puasa sunah jauh sebelum haji melatih pengendalian hawa nafsu, yang langsung bermanfaat saat dalam kondisi ihram. Disunahkan juga memperbanyak puasa pada bulan-bulan haram, terutama Dzulqa‛dah dan Dzulḥijjah sebagai persiapan spiritual.

Amalan Harian H-1 Bulan: Mendekati Pola Ibadah di Tanah Suci

6. Mengatur Pola Tidur untuk Salat Malam

Membiasakan bangun sepertiga malam terakhir untuk salat Tahajud, Witir, dan berdoa dengan penuh penghayatan.

Dalilnya adalah QS. Al-Isrā’ [17]: 79 — "Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke derajat yang terpuji."

Tahajud adalah ma ’dūbah al‑ muhibbīn (tempat berpijaknya para muḥibbīn), amalan yang paling mendekatkan hamba kepada Allah. Menukil ucapan Ḥasan al‑Baṣrī: "Bukanlah seorang mukmin yang tidak memiliki wirid di malam hari."

7. Berperilaku Seperti dalam Keadaan Ihram

Melatih diri untuk tidak berkata kotor, tidak menggunjing, tidak marah berlebihan, mengurangi perdebatan yang tidak perlu, dan menjaga pandangan.

Dalilnya adalah QS. Al-Baqarah [2]: 197 — "…Maka barang siapa yang menetapkan niatnya untuk melaksanakan haji, maka tidak boleh rafats (ucapan keji), berbuat fusuq (kefasikan), dan bertengkar dalam (masa) mengerjakan haji."

Meniru suasana ihram di rumah, dengan menahan amarah, mengurangi sentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, dan tidak memotong kuku secara berlebihan, adalah latihan terbaik agar tidak tergelincir saat benar-benar dalam keadaan ihram."

Amalan Harian H-7 Hingga H-1: Puncak Persiapan Spiritual

8. Membaca Doa Setelah Salat Fardu untuk Kelancaran Haji

Menyisipkan doa khusus setiap selesai salat fardu: Allāhumma a  innī as’aluka ḥajjan mabrūran wa sa  yan masykūran wa dza nban maghfūran."

Merangkum kumpulan doa yang dianjurkan Nabi kepada para ḥujjāj, termasuk doa setelah salat fardu. Nabi Muhammad saw. setiap selesai salat fardu tidak langsung berdiri tetapi lebih dulu memanjatkan istigfar tiga kali.

9. Mempererat Silaturahmi dan Berpamitan

Mengunjungi orang tua secara rutin (minimal seminggu sekali), menelepon sanak saudara, memohon maaf secara khusus jika sebelumnya pernah berselisih.

Dalilnya adalah Hadis riwayat Bukhari: "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya, menyambung tali silaturahmi, dan berkata baik atau diam."

Dalam Syarḥ Shahīḥ Muslim, Imām an‑Nawawī menjelaskan silaturahmi adalah salah satu amalan yang paling utama di dunia karena dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki, di samping menjadi penebus dosa-dosa yang mungkin belum sempat dimaafkan.

10. Membaca Surat Al-Kahfi Setiap Malam Jumat

Membaca Surat Al‑Kahfi setiap malam Jumat atau hari Jumat sebagai bekal cahaya spiritual.

Dalilnya adalah Hadis riwayat al‑Ḥākim, dari Abū Sa ‛īd al‑Khudrī: "Barang siapa membaca Surat Al‑Kahfi pada hari Jumat, maka ia akan disinari cahaya di antara dua Jumat."

Dalam Kitab Al‑Tafsīr al‑Kabīr, Fakhr ad‑Dīn ar‑Rāzī menjelaskan, andungan keutamaan membaca Al‑Kahfi menjadi penguat iman dari fitnah Dajjal dan simbol keteguhan hati, bekal utama bagi calon tamu Allah.

Amalan pada H-1 Jam Sebelum Keberangkatan

11. Shalat Sunnah Safar Dua Rakaat

Amalan: Di rumah, sebelum berangkat ke asrama haji embarkasi, salat sunah safar dua rakaat.

Tata Cara dari Shahih Muslim, Sunan Abi Daud, Sunan at-Tirmidzi:

  • Rakaat pertama: setelah Al‑Fātiḥah membaca Surat Al‑Kāfirūn
  • Rakaat kedua: setelah Al‑Fātiḥah membaca Surat Al‑Ikhlaṣ
  • Setelah salam, membaca Ayat Kursī dan doa safar yang masyhur.

Boleh pula melakukan shalat sunah safar di dalam bus atau di pesawat jika waktu sempit, yang terpenting niat dan pelaksanaannya tetap terjaga.

Shalat sunah sebelum bepergian termasuk sunan as‑safar yang sangat dianjurkan, karena di dalamnya terkandung permohonan perlindungan dari bahaya perjalanan dan kemudahan dalam setiap langkah.

12. Doa Saat Keluar Rumah

Amalan: Saat melangkahkan kaki keluar rumah, membaca doa:

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

"Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."

Hadis riwayat Tirmidzi: "Barang siapa yang ketika keluar dari rumahnya membaca: 'Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāhi lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh', maka dikatakan kepadanya: 'Kamu telah dicukupkan dan terlindungi, dan setan pun akan menjauh darimu'."

13. Doa Saat Mulai Menaiki Kendaraan (Pesawat/Bus)

Amalan: Setelah duduk di kendaraan, membaca:

بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَاۗ اِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dengan nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dalil: QS. Hūd [11]: 41 — Doa yang diucapkan Nabi Nūḥ as. saat menaiki kapal, disunnahkan juga dibaca saat menaiki kendaraan modern.

Mengajarkan bahwa mendoakan keselamatan di awal perjalanan adalah sunah para nabi; kelalaian membacanya sama saja dengan melupakan ketergantungan mutlak kepada Allah.

14. Doa Saat Kendaraan Mulai Berjalan

Amalan: Doa dari Buku Doa dan Dzikir Manasik Haji dan Umrah (Kemenag):

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

"Maha Suci Allah Yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami, padahal sebelumnya kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya hanya kepada Tuhan kami-lah kami akan kembali."

Dalil: QS. Az‑Zukhruf [43]: 13-14 — Menggabungkan pengakuan kelemahan manusia dengan kepasrahan penuh kepada Allah.

Para hujjāj dianjurkan untuk tetap mengumandangkan talbiah di dalam bus dari Makkah ke Arafah, karena suasana hati yang diselimuti bacaan labbayk akan membuat fisik terasa lebih ringan dan jiwa lebih terangkat.

15. Walimatus Safar (Selamatan Perjalanan)

Mengundang keluarga dan tetangga untuk mendoakan keberangkatan, ditutup dengan makan bersama secara sederhana.

Dalil al‑Qur’an: QS. Al‑Baqarah [2]: 15: "Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu; dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." Menggelar walimatus safar termasuk wujud syukur nikmat, karena nikmat kuasa Allah yang memanggil hamba-Nya ke tanah suci.

Membuat naqī ‛ah (makanan untuk menyambut musāfir) hukumnya sunah. Dengan menganalogikannya, walimatus safar berarti mendapat nilai sunah pula, apalagi substansi acaranya sama sekali tidak melenceng dari syariat Islam.

Doa yang dibaca: "Zawwadakallāhut taqwā, wa ghafara dzanbaka, wa yassara lakal khaira haitsumā kunta" — "Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosamu, dan memudahkanmu dalam kebaikan di mana pun engkau berada".

People Also Ask:

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum berangkat haji?

Melansir dari CNN Indonesia, berikut adalah daftar dokumen yang harus disiapkan sebelum berangkat Haji.Paspor. ...Visa haji. ...Buku kesehatan jamaah haji (Kartu Kuning). ...Kartu identitas jamaah haji (ID Card). ...Tiket pesawat pulang-pergi. ...Buku manasik haji. ...Salinan dokumen pribadi. ...Surat mahram.

Berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk haji?

BPKH menyiapkan total SAR 152.490.000 untuk kebutuhan biaya hidup jemaah haji reguler. Dana tersebut akan disalurkan kepada 203.320 jemaah melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI). Setiap jemaah akan menerima uang saku sebesar SAR 750 atau sekitar Rp3,4 juta.

Apa saja yang terjadi dalam 10 hari sebelum ibadah Haji?

“Alasan paling nyata mengapa sepuluh hari di bulan Dzul Hijjah diistimewakan adalah karena terkumpulnya amalan-amalan ibadah terbesar pada periode ini - salat, siyam (puasa), sedekah (amal), dan haji (ziarah) .”

Syukuran sebelum berangkat haji namanya apa?

Walimatus Safar Haji adalah sebuah acara syukuran atau doa bersama yang diselenggarakan oleh calon jemaah haji sebelum mereka resmi berangkat menuju Tanah Suci.