Cara Berpakaian Selama Ibadah Haji agar Ihram Sah dan Tetap Nyaman

Cara berpakaian selama ibadah haji perlu dipahami jemaah agar sesuai sunnah, nyaman dipakai, dan terhindar dari larangan ihram saat haji.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 13:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga ibadah fisik yang membutuhkan kesiapan matang, termasuk dalam memilih pakaian. Banyak jemaah masih bingung mengenai aturan berpakaian saat ihram, terutama perbedaan ketentuan untuk pria dan wanita. Padahal, kesalahan kecil dalam berpakaian bisa membuat jemaah melanggar larangan ihram dan wajib membayar dam atau denda.

Dalam Islam, pakaian haji bukan sekadar busana biasa, melainkan simbol kesederhanaan, kesucian, dan kepatuhan kepada Allah SWT. Karena itu, jemaah perlu memahami tata cara berpakaian selama haji sesuai sunnah agar ibadah berjalan lebih khusyuk dan nyaman. Berikut panduan lengkap cara berpakaian selama ibadah haji yang penting diketahui jemaah, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (8/5/2026). 

Apa Itu Ihram dalam Ibadah Haji?

Ihram adalah niat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah yang disertai kepatuhan terhadap seluruh aturan syariat selama berada di Tanah Suci. Secara bahasa, ihram berarti menahan diri atau melarang diri dari hal-hal tertentu yang sebelumnya diperbolehkan.

Saat seseorang sudah berniat ihram, maka ia wajib menjaga diri dari berbagai larangan seperti memakai wewangian, memotong rambut, hingga mengenakan pakaian tertentu. Ihram menjadi salah satu rukun haji yang wajib dipenuhi agar ibadah sah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ

Latin: Faman faradha fīhinna al-ḥajja falā rafatsa walā fusūqa walā jidāla fil-ḥajj.

Artinya: “Siapa saja yang menetapkan niatnya untuk melaksanakan haji pada bulan-bulan itu, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan dalam masa pelaksanaan haji.” (QS Al-Baqarah: 197)

7 Cara Berpakaian Selama Ibadah Haji yang Benar

1. Gunakan Pakaian Longgar dan Tidak Membentuk Tubuh

Jemaah wanita diwajibkan mengenakan pakaian yang longgar dan tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Aturan ini sesuai dengan adab berpakaian dalam Islam agar tetap menjaga kesopanan selama beribadah.

Pakaian ketat atau terlalu tipis sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi kenyamanan dan tidak sesuai syariat. Pilih bahan yang ringan serta menyerap keringat agar tetap nyaman dipakai dalam cuaca panas di Arab Saudi. Selain itu, pakaian longgar juga memudahkan jemaah bergerak saat menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup padat dan melelahkan.

2. Jemaah Pria Wajib Memakai Dua Lembar Kain Ihram

Jemaah pria diwajibkan memakai dua lembar kain ihram putih yang tidak dijahit. Satu kain digunakan sebagai bawahan seperti sarung, sedangkan kain lainnya diselempangkan di bahu. Pakaian ihram pria tidak boleh berupa pakaian berjahit seperti kaos, celana, atau gamis karena bertentangan dengan aturan ihram.

3. Wanita Harus Menutup Aurat Secara Sempurna

Jemaah wanita wajib menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Namun selama ihram, wanita tidak diperbolehkan memakai cadar dan sarung tangan.

Allah SWT berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَـٰبِيبِهِنَّ

Latin: Yā ayyuhan-nabiyyu qul li-azwājika wa banātika wa nisā’il-mu’minīna yudnīna ‘alaihinna min jalābībihinna.

Artinya: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan perempuan-perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (QS Al-Ahzab: 59)

4. Hindari Pakaian Mencolok dan Transparan

Pakaian yang terlalu mencolok atau menerawang tidak dianjurkan selama ibadah haji. Selain mengganggu kekhusyukan, pakaian seperti ini juga bertentangan dengan prinsip kesederhanaan dalam ihram.

Warna-warna netral seperti putih, hitam, krem, atau pastel menjadi pilihan yang paling aman dan nyaman digunakan. Jemaah juga disarankan menghindari busana dengan banyak payet atau aksesoris berlebihan. Kesederhanaan berpakaian saat haji menjadi simbol bahwa seluruh manusia setara di hadapan Allah SWT tanpa memandang status sosial.

5. Jangan Menggunakan Wewangian Setelah Ihram

Setelah niat ihram dilakukan, jemaah tidak diperbolehkan menggunakan parfum atau pakaian yang mengandung wewangian. Jika ingin memakai parfum, sebaiknya dilakukan sebelum niat ihram dimulai.

6. Pilih Bahan Pakaian yang Nyaman dan Menyerap Keringat

Cuaca di Arab Saudi cenderung panas sehingga jemaah perlu memilih pakaian berbahan nyaman seperti katun. Bahan yang ringan dan mudah menyerap keringat akan membantu jemaah tetap fokus beribadah. Bagi pria, pilih kain ihram yang tidak terlalu tipis agar aman digunakan saat beraktivitas. Sedangkan wanita disarankan memakai gamis longgar yang tidak berat agar mudah bergerak. Pemilihan bahan pakaian yang tepat dapat membantu mengurangi risiko iritasi kulit dan rasa gerah selama menjalani ibadah haji.

7. Gunakan Sandal yang Sesuai Aturan Ihram

Jemaah pria tidak diperbolehkan memakai alas kaki yang menutupi mata kaki dan punggung kaki selama ihram. Karena itu, sandal terbuka menjadi pilihan utama yang sesuai sunnah. Sementara wanita diperbolehkan menggunakan alas kaki tertutup selama tetap nyaman dipakai berjalan jauh. Pilih sandal yang empuk dan tidak licin untuk menghindari cedera saat ibadah. Kenyamanan alas kaki sangat penting karena jemaah akan berjalan cukup jauh selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

Tata Cara Memulai Ihram Sebelum Berangkat ke Makkah

Sebelum memakai pakaian ihram, jemaah dianjurkan mandi dan membersihkan diri terlebih dahulu. Hal ini termasuk sunnah dalam mempersiapkan diri memasuki keadaan ihram.

Setelah mengenakan pakaian ihram, jemaah dianjurkan salat sunnah dua rakaat sebelum membaca niat haji atau umrah. Berikut bacaan niat ihram:

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِمَا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul-ḥajja wal-‘umrata wa aḥramtu bihimā lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan haji dan umrah, dan aku berihram karena Allah Ta’ala.”

Setelah itu jemaah membaca talbiyah sebagai tanda resmi memasuki ihram:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Latin: Labbaika Allāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik. Innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.

Artinya: “Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu. Ya Allah tidak ada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu.” (HR Bukhari)

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Berpakaian saat Haji

Apakah wanita harus memakai kain ihram seperti pria?

Tidak. Wanita boleh memakai pakaian muslim biasa yang longgar, menutup aurat, dan tidak mencolok.

Apakah pria boleh memakai pakaian berjahit saat ihram?

Tidak boleh. Jemaah pria wajib memakai dua lembar kain ihram yang tidak dijahit.

Kapan jemaah tidak boleh memakai parfum?

Larangan memakai parfum berlaku setelah jemaah berniat ihram.

Apakah wanita boleh memakai cadar saat ihram?

Tidak diperbolehkan memakai cadar dan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.

Kenapa pakaian haji harus sederhana?

Ihram melambangkan kesetaraan, kesederhanaan, dan fokus beribadah kepada Allah SWT.