Liputan6.com, Jakarta - Silalahi (50) tewas mengenaskan setelah ditusuk rekannya saat tengah nongkrong dan minum tuak bersama. Peristiwa itu terjadi di depan rumah korban, kawasan Campang Jaya, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Ir Sutami KM 7, Kampung Cikondang, Lingkungan II, RT 08, Kelurahan Campang Jaya, pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB.
Polisi menduga penusukan tersebut tidak semata-mata dipicu pengaruh minuman keras. Penyelidikan sementara mengarah pada dugaan adanya dendam lama antara korban dan pelaku.
Advertisement
Kapolsek Sukarame, Kompol Henry Dunan Pandiangan mengatakan, pihaknya masih berupaya menggali keterangan dari pelaku yang diketahui bernama Deni. Saat ini, Deni masih menjalani perawatan di rumah sakit setelah sempat diamuk massa.
"Dugaan kami ada dendam. Karena dari hasil penyelidikan, pelaku ini memang membawa senjata tajam saat nongkrong bersama korban sembari minum tuak," kata Pandiangan, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, keterangan pelaku sangat dibutuhkan untuk mengungkap secara utuh penyebab hingga akhirnya terjadi penusukan yang menewaskan M. Silalahi.
"Pelaku masih dirawat di rumah sakit. Pelaku sempat diamuk massa hingga mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya. Tim masih mencoba meminta keterangan yang bersangkutan untuk mengetahui pasti apa motif penusukan tersebut," jelasnya.
Jenazah Diautopsi
Pandiangan menambahkan, jenazah M. Silalahi saat ini masih menjalani proses autopsi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
Setelah proses autopsi selesai, keluarga berencana membawa jenazah korban ke Sumatera Utara untuk dimakamkan.
"Saat ini masih menjalani proses autopsi untuk mengetahui penyebab pasti korban meninggal. Kemudian rencananya pihak keluarga memakamkan korban ke Sumatera Utara," tandasnya.
Kasus penusukan tersebut kini masih dalam penanganan Polsek Sukarame. Polisi juga masih mendalami hubungan antara korban dan pelaku serta dugaan dendam lama yang menjadi pemicu terjadinya perkelahian hingga berujung maut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9319977/original/049006600_1786330518-1001541280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316098/original/087305400_1785912641-Lokasi_penganiyaan_di_Bali.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311612/original/013217600_1785410535-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__06_20_06_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304930/original/083634000_1784777243-401976.jpg)