Jemaah Haji Kini Wajib Bawa Kartu Nusuk, Ini Alasannya

Tahun ini, jemaah haji menerima kartu nusuk di embarkasi masing-masing.

Diterbitkan 24 April 2026, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal mengatakan, kartu Nusuk kini menjadi dokumen penting yang harus selalu dibawa jemaah saat beraktivitas di luar hotel, di mana kartu itulah menjadi syarat utama untuk mengakses berbagai fasilitas dan kawasan ibadah.

Menurut dia, hal ini didasari pemerintah Arab Saudi yang mewajibkan seluruh jemaah haji membawa kartu Nusuk selama menjalankan ibadah.

"Bisa dikatakan, (kartu) Nusuk adalah nyawa kedua setelah paspor. Seluruh jemaah wajib memilikinya dan membawanya ke mana pun," kata Ihsan di Kantor Daker Makkah, Jumat (24/4/2026).

Dia menuturkan, pemeriksaan terhadap kartu Nusuk dilakukan secara acak oleh otoritas setempat. Jemaah yang tidak dapat menunjukkan kartu tersebut berisiko mengalami kendala saat memasuki area tertentu.

"Untuk masuk ke Masjidil Haram atau ke Raudhah, sekarang harus menunjukkan kartu Nusuk. Ini menjadi akses utama," ungkap Ihsan.

 

Sudah Diterapkan Sejak Lama

Ihsan mengimbau jemaah agar selalu mengenakan kartu tersebut, terutama saat berada di luar penginapan. Kebijakan ini berlaku di seluruh wilayah Tanah Suci, baik di Makkah maupun Madinah.

Aturan penggunaan kartu Nusuk sebenarnya telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir, namun pengawasannya kini semakin diperketat. Pemerintah Arab Saudi meningkatkan sistem kontrol guna memastikan hanya jemaah resmi yang dapat mengakses layanan haji.

Untuk memastikan kelancaran, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menyiapkan distribusi kartu Nusuk sebelum keberangkatan. Seluruh jemaah menerima kartu tersebut di embarkasi dan dipastikan sudah dalam kondisi aktif.