Jemaah Haji Gelombang Pertama Segera Bergerak ke Makkah, Ratusan Hotel Disiapkan

Persiapan utama dalam penyambutan jemaah haji di Makkah adalah menyiapkan petugas terlebih dahulu.

Diterbitkan 24 April 2026, 19:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makkah - Pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah bersiap menyambut kedatangan kedatangan jemaah gelombang pertama yang akan bergerak dari Madinah menuju Makkah.

Selain Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengerahkan personel lebih awal ke Makkah yang sudah tiba secara bertahap sejak Kamis 23 April 2026, juga telah menyiapkan 171 hotel untuk para jamaah haji Indonesia.

"Persiapan utama adalah menyiapkan petugas terlebih dahulu. Mereka sudah mulai berdatangan sesuai jadwal," kata Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, di Kantor Daker Makkah, Jumat (24/4/2026).

Menurut dia, tim advance, telah melakukan pemeriksaan terhadap akomodasi. Seluruh fasilitas hotel dicek, mulai dari kamar, tempat tidur, kamar mandi, hingga area pendukung, seperti ruang makan dan musala.

"Kami instruksikan petugas untuk memeriksa seluruh bagian hotel, bahkan hingga setiap kamar. Tidak boleh ada yang terlewat," tegasnya.

Selain akomodasi, PPIH juga memprioritaskan kesiapan layanan konsumsi. Tim advance melakukan inspeksi harian ke dapur katering yang akan memasok makanan bagi jemaah.

"Konsumsi menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan dan stamina jemaah. Karena itu, dapur-dapur kami cek setiap hari sejak tim advance tiba," ujarnya.

Untuk mendukung mobilitas, layanan transportasi bus shalawat disiapkan selama 24 jam. Bus ini akan mengangkut jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya melalui titik-titik halte yang telah ditentukan.

"Layanan bus shalawat beroperasi penuh sepanjang hari untuk memudahkan jemaah beribadah ke Masjidil Haram," kata Faisal.

 

Fasilitas Hotel Jemaah Haji di Makkah

Diketahui, Jemaah haji gelombang pertama dijadwalkan mulai bergerak dari Madinah ke Makkah pada 28─29 April 2026. Pergerakan ini menjadi tahap awal konsentrasi jemaah di Makkah menjelang puncak ibadah haji.

Secara keseluruhan, akomodasi jemaah tersebar di lima kawasan utama, yakni Shisha, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Selain hotel utama, pemerintah juga menyiapkan hotel cadangan sebagai langkah antisipasi.

"Hotel cadangan kami siapkan sekitar 1 persen dari total kapasitas, jadi sekitar 2.000 (tempat tidur), sesuai ketentuan otoritas Arab Saudi," kata Faisal.

Setiap hotel dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang makan, tempat ibadah, area laundry, serta ruang bersama.

"Kemudian, ada tempat cuci. Jemaah kita dikenal rajin mencuci pakaian, jadi kebutuhan sehari-hari, disediakan mesin cuci, bahkan tempat jemuran," jelas Faisal.