Rutan Muntok Gelar Bukber Ratusan Narapidana dengan Keluarga, Menyemai Benih Empati

Narapidana warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Muntok diberikan kesempatan untuk berbuka puasa bersama keluarganya.

Diterbitkan 14 Maret 2026, 01:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lorong sel Rutan atau Rumah Tahanan Kelas IIB Muntok, Bangka Barat sore itu, Jumat 13 Maret 2026 beraroma kolak. Sambil menunggu azan Magrib berkumandang, ratusan penghuni sel itupun dikumpulan di sebuah aula melalui arahan petugas sipir yang berjaga.

Gurat kebahagiaan pun tampak dari wajah para warga binaan pemasyarakatan (WBP) saat diberikan kesempatan untuk berbuka puasa bersama keluarganya. Mereka tersebut duduk bersila, beralaskan karpet tanpa sekat jeruji besi.

AM, seorang penghuni rutan, menuturkan momen buka puasa bersama itu jauh lebih bermakna daripada sekadar urusan mengisi perut. Ia menjelaskan kesempatan langka ini menjadi pelepas rindu akan kehangatan meja makan di rumahnya.

Ia mengaku sangat merindukan suasana berbuka puasa bersama keluarga. Baginya, sebutir kurma dan segelas kolak terasa jauh lebih mewah, jika disantap bersama keluarga tercinta.

"Makan bersama seperti ini membuat kami merasa masih dianggap sebagai manusia. Ini momen yang sangat mahal dan kami dirindukan," kata AM.

Kerinduan itu pun membuncah saat azan Magrib berkumandang. Suasana aula seketika berubah menjadi riuh oleh denting sendok. Para narapidana melontarkan senyuman manis dengan keluarga mereka.

 

Penguatan Mental WBP

Kepala Rutan Muntok Andri Ferly menegaskan, kegiatan ini adalah bagian dari terapi psikologis untuk menguatkan mental WBP agar tidak kehilangan arah. Ia percaya bahwa dukungan keluarga merupakan faktor kunci dalam keberhasilan proses reintegrasi sosial setelah mereka bebas nanti.

"Negara hadir sebagai upaya untuk memanusiakan manusia. Kami berharap kegiatan ini mampu memantik semangat pertobatan mereka, agar setelah kembali ke masyarakat membawa semangat baru," ucap dia.

Tak hanya narapidana, para sipir pun larut dalam suasana hangat berbuka puasa saat mereka memboyong keluarga ke dalam lingkungan Rutan. Ferly menjelaskan bahwa kebersamaan ini sengaja diciptakan untuk menghilangkan wajah kaku penjara menjadi lebih manusiawi melalui balutan silaturahmi.

"Dengan menghadirkan keluarg, kami sedang menyemai benih empati di Rutan. Kami ingin tumbuh bersama menjadi manusia yang lebih baik," kata dia.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung Gunawan Sutrisnadi mengapresiasi kegiatan itu. Ia menilai, langkah ini adalah bagian dari upaya mengetuk kesadaran WBP untuk menebus masa lalu.

Ia juga mewanti wanti para petugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para WBP. Ia memandang bahwa integritas petugas adalah cermin dari keberhasilan reformasi di balik jeruji besi.

"Bagi para petugas, teruslah berikan pelayanan terbaik bagi WBP dan keluarganya. Jadikan semua ini ladang ibadah," kata Gunawan.

Usai berbuka puasa, ruang pertemuan itu berubah menjadi tempat sujud bersama. Doa-doa dipanjatkan agar Ramadan kali ini menjadi titik balik bagi para penghuni rutan untuk meninggalkan masa lalu yang kelam.