Turnamen Voli Ramadan Hidupkan Malam di Islamabad hingga Menjelang Sahur

Di Pakistan, permainan voli jadi salah satu olahraga tim paling populer sekaligus murah untuk dimainkan.

Diterbitkan 10 Maret 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Islamabad - Setiap malam selama bulan Ramadan, suasana di sebuah lapangan bermain di sektor D-17, Islamabad, berubah menjadi pusat keramaian. Begitu salat Tarawih usai, lampu sorot dinyalakan dan pertandingan bola voli mulai berlangsung hingga larut malam.

Lapangan yang biasanya tenang itu dipenuhi suara bola yang melayang di atas net, diiringi sorakan penonton yang berjejer di sekitar lapangan. Para pemain melompat melakukan smash sementara penonton bersorak dan bertepuk tangan. Tidak jarang pertandingan berlangsung hingga pukul 03.00 dini hari, hanya beberapa jam sebelum waktu sahur.

Di Pakistan, bola voli telah lama menjadi salah satu olahraga tim paling populer sekaligus murah untuk dimainkan, terutama di kota-kota kecil dan desa. Tim nasional Pakistan saat ini menempati peringkat ke-44 dari 101 negara dalam peringkat dunia senior yang dirilis Fédération Internationale de Volleyball, serta berada di posisi ketujuh di tingkat Asia.

Namun selama Ramadan, pertandingan voli malam hari bukan sekadar kompetisi olahraga. Bagi banyak warga, kegiatan ini menjadi ajang berkumpul, bersosialisasi, dan tetap aktif di tengah rutinitas puasa yang membuat aktivitas siang hari lebih terbatas.

Ismail Khan, pemain yang berasal dari Waziristan Utara di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan tradisi pertandingan malam Ramadan sudah berlangsung beberapa tahun, dikutip dari laman Arab News, Selasa (10/3/2026).

“Sudah empat tahun saya bermain di sini. Di siang hari kami berpuasa dan sibuk bekerja, jadi malam hari adalah waktu semua orang bisa berkumpul,” katanya. Khan juga pernah mewakili Pakistan di level U-19.

Tahun ini, Klub Voli D-17 menggelar turnamen Ramadan yang diikuti tim dari berbagai wilayah ibu kota serta kota dan desa di sekitarnya. Bagi banyak peserta, turnamen ini lebih dari sekadar perebutan kemenangan.

“Suasananya berbeda di bulan Ramadan,” kata Khan kepada Arab News. “Energinya terasa lebih besar.”

Daya tarik pertandingan bahkan menarik pemain dari luar negeri. Seorang pemain voli asal Filipina bernama Whyn Whyn, yang sedang berkunjung ke Pakistan, sesekali ikut bermain di lapangan tersebut.

“Ini olahraga saya. Melalui olahraga saya bisa bertemu banyak orang,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia sering berpindah dari satu lapangan ke lapangan lain di Islamabad pada malam hari.

 

Ramai Penonton

Di sekitar lapangan, ratusan penonton berkumpul di atas sepeda motor atau berdiri rapat di dekat garis pinggir lapangan. Setiap servis keras atau blok yang tepat waktu selalu disambut sorakan meriah.

“Jumlah orang jauh lebih banyak selama Ramadan dibanding bulan-bulan lain,” kata Naveed Mahmood, salah satu penonton setia. “Kami biasanya tinggal di sini sampai sahur.”

Anak-anak juga kerap datang bersama keluarga mereka. Sebagian menyelinap di antara kerumunan, sementara yang lain duduk di samping orang tua sambil menyaksikan pertandingan.

Muhammad Haroon, 13 tahun, mengatakan dirinya datang dua hingga tiga kali seminggu untuk menonton.

“Ayah saya juga bermain di sini. Melihatnya membuat saya ingin ikut bermain,” katanya.

Turnamen ini pertama kali digagas lima tahun lalu oleh Munawar Khan, seorang dokter yang juga menjadi penyelenggara acara. Tujuannya sederhana: menjaga masyarakat tetap aktif selama Ramadan.

“Pada siang hari orang berpuasa dan bekerja, sehingga tidak banyak aktivitas,” kata Munawar. “Di malam hari mereka merasa lebih bebas, jadi kami memasang lampu sorot dan mulai mengadakan pertandingan.”

Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi tradisi tahunan yang dinantikan warga.

Kini, ketika malam semakin larut dan kerumunan masih memenuhi tepi lapangan, bola terus melayang di bawah cahaya lampu sorot. Pertandingan voli Ramadan di D-17 pun menjadi ritual khas yang memadukan olahraga, kebersamaan, dan energi komunitas hingga menjelang fajar.

“Orang-orang dari berbagai latar belakang datang untuk bermain,” kata Munawar. “Ini benar-benar menyatukan komunitas.”

  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa
  • Voli
  • Turnamen Voli
  • Pakistan