Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban dan Urutan Ibadahnya, Amalan Penting di Malam Penuh Rahmat

Doa setelah sholat Nisfu Syaban diamalkan untuk memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Simak bacaan doa serta keutamaan malam Nisfu Syaban.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 06:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Sya’ban menempati posisi penting dalam kalender Islam karena menjadi pengantar menuju Ramadan, sehingga setiap amal ibadah di dalamnya memiliki nilai spiritual tinggi. Salah satu malam yang paling dinantikan adalah malam Nisfu Syaban, yang diyakini sebagai waktu dibukanya pintu ampunan dan rahmat Allah SWT. Pada momen ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak sholat sunnah, dzikir, serta doa sebagai bentuk penghambaan diri. doa setelah sholat Nisfu Syaban menjadi amalan yang banyak diamalkan karena diyakini memiliki keutamaan khusus. 

Keutamaan malam Nisfu Syaban juga diperkuat oleh riwayat hadits yang menjelaskan bagaimana Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya. Rasulullah Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah melihat pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani). 

Hadits ini menjadi dasar mengapa malam Nisfu Syaban sering dijadikan momentum untuk bermuhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia. Doa setelah sholat Nisfu Syaban pun dipahami sebagai sebab spiritual agar seorang muslim termasuk golongan yang memperoleh ampunan tersebut. 

Kapan Malam Nisfu Syaban 2026?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia, awal bulan Syaban 1447 H diperkirakan bertepatan dengan Selasa, 20 Januari 2026. Perhitungan ini menjadi dasar untuk menentukan waktu datangnya malam Nisfu Syaban pada tahun 2026. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban diperkirakan jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026. Sementara itu, hari Nisfu Syaban diperkirakan berlangsung pada Selasa, 3 Februari 2026. Meski demikian, penetapan resmi tetap menunggu pengumuman dari pemerintah atau otoritas keagamaan yang berwenang.

Perkiraan waktu ini penting diketahui agar umat Islam dapat mempersiapkan diri secara spiritual sejak jauh hari. Malam Nisfu Syaban sering dimanfaatkan sebagai momen untuk meningkatkan kualitas ibadah menjelang Ramadan. Walaupun tidak ada dalil yang mewajibkan amalan tertentu secara khusus pada malam tersebut, para ulama sepakat bahwa malam Nisfu Syaban termasuk malam yang mulia. 

Sholat Sunnah Nisfu Syaban sebagai Pintu Pembuka Doa

Sholat sunnah Nisfu Syaban menjadi amalan pembuka sebelum memanjatkan doa. Sholat ini dikerjakan sebagaimana sholat sunnah pada umumnya, dengan jumlah rakaat menyesuaikan kemampuan masing-masing. Sebagian umat Islam mengerjakannya dua rakaat, sementara yang lain menambah menjadi empat rakaat atau lebih. Tujuan utama sholat ini adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan penuh keikhlasan. Dari sholat inilah doa setelahnya diyakini memiliki kekuatan spiritual yang lebih besar.

Pelaksanaan sholat sunnah Nisfu Syaban biasanya dilakukan setelah sholat Isya. Pada tahap ini, ketenangan hati dan kekhusyukan menjadi kunci utama. Sholat yang dikerjakan dengan niat yang benar akan menjadi sebab diterimanya doa yang dipanjatkan setelahnya. Oleh karena itu, sholat sunnah ini tidak hanya dipahami sebagai ritual, tetapi sebagai proses penyucian diri. 

Membaca Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban Secara Khusyuk

Setelah sholat sunnah selesai dilaksanakan, langkah berikutnya adalah membaca doa setelah sholat Nisfu Syaban. Doa ini dibaca dengan penuh pengharapan agar Allah SWT memberikan ampunan dan keberkahan hidup. Salah satu doa yang banyak diamalkan adalah doa panjang yang memuat permohonan penghapusan catatan buruk dan penetapan takdir kebaikan. Doa tersebut mengajarkan seorang muslim untuk berserah diri sepenuhnya kepada ketetapan Allah. 

Doa setelah sholat Nisfu Syaban juga menekankan pentingnya kesadaran akan keterbatasan manusia. Setiap kalimat dalam doa mengandung pengakuan bahwa hanya Allah yang berkuasa menghapus dan menetapkan takdir. Proses membaca doa ini tidak sekadar melafalkan teks, tetapi juga memahami maknanya. 

Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban

اللَّهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا ذَا الطَّوْلِ وَالْإِنْعَامِ، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، ظَهْرَ اللَّاجِئِينَ، وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِينَ، وَمَأْمَنَ الْخَائِفِينَ.

اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا، أَوْ مَحْرُومًا، أَوْ مَطْرُودًا، أَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فِي الرِّزْقِ، فَامْحُ اللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ مِنْ أُمِّ الْكِتَابِ شَقَاوَتِي، وَحِرْمَانِي، وَطَرْدِي، وَاقْتِتَارَ رِزْقِي.

وَأَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فِي أُمِّ الْكِتَابِ سَعِيدًا، مَرْزُوقًا، مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ، فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِي كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ عَلَى نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ:

﴿يَمْحُو اللَّهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ﴾

إِلٰهِي بِالتَّجَلِّي الْأَعْظَمِ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّمِ، الَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ وَيُبْرَمُ، اصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلَاءِ مَا أَعْلَمُ وَمَا لَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.

بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

آمِيْنَ.

Latin:

Allaahumma yaa dzal manni wa laa yumannu ‘alaika, yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa dzath-thauli wal in‘aam, laa ilaaha illaa anta, zhahr al-laaji’iina, wa jaar al-mustajiiriina, wa ma’man al-khaa’ifiin.

Allaahumma in kunta katabtanii ‘indaka fii ummil kitaabi syaqiyyan, aw mahruuman, aw mathruudan, aw muqattaran ‘alayya fir rizqi, famhu Allaahumma bi fadhlika min ummil kitaabi syaqaawatii, wa hirmaanii, wa thardii, waqtitaara rizqii.

Wa atsbitnii ‘indaka fii ummil kitaabi sa‘iidan, marzuuqan, muwaffaqan lil khairaat. Fa innaka qulta wa qaulukal haqqu fii kitaabikal munzali ‘alaa nabiyyikal mursali:

Yamhullaahu maa yasyaa’u wa yutsbitu wa ‘indahuu ummul kitaab.

Ilaahii bittajallil a‘zhami fii lailatin nishfi min syahri Sya‘baanal mukarrami, allatii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiimin wa yubram, ishrif ‘annii minal balaa’i maa a‘lamu wa maa laa a‘lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub.

Birahmatika yaa arhamar raahimiin, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihii wa sallama. Aamiin.

Terjemahan:

“Ya Allah, wahai Dzat yang Maha Memberi dan tidak diberi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Wahai Dzat yang memiliki kekuasaan dan anugerah. Tiada Tuhan selain Engkau. Engkaulah tempat berlindung orang-orang yang meminta perlindungan, pelindung orang-orang yang mencari perlindungan, dan pemberi rasa aman bagi orang-orang yang takut.

Ya Allah, jika Engkau telah menetapkanku di dalam Ummul Kitab sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir, atau disempitkan rezekinya, maka hapuskanlah dengan karunia-Mu segala kecelakaanku, keterhalanganku, keterusiranku, dan kesempitan rezekiku.

Tetapkanlah aku di sisi-Mu dalam Ummul Kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rezeki, dan diberi taufik untuk berbuat kebaikan. Sesungguhnya Engkau telah berfirman, dan firman-Mu adalah benar, dalam Kitab-Mu yang diturunkan kepada Nabi-Mu: Allah menghapus apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.

Wahai Tuhanku, dengan tajalli-Mu yang paling agung pada malam pertengahan bulan Syaban yang mulia, malam di mana ditetapkan segala urusan yang penuh hikmah, palingkanlah dariku segala bala yang aku ketahui maupun yang tidak aku ketahui. Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.

Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Aamiin.”

Menghidupkan Malam Nisfu Syaban dengan Amalan Pendukung

Doa setelah sholat Nisfu Syaban menjadi lebih sempurna jika disertai amalan pendukung lainnya. Banyak ulama menganjurkan membaca Al-Qur’an, terutama surat Yasin, sebagai bagian dari ibadah malam ini. Selain itu, memperbanyak istighfar dan shalawat juga dianjurkan untuk membersihkan hati. Amalan-amalan ini menjadi sebab bertambahnya pahala dan kedekatan spiritual. Dengan demikian, malam Nisfu Syaban tidak diisi dengan satu ibadah saja.

Sedekah juga termasuk amalan yang dianjurkan pada malam Nisfu Syaban. Memberi kepada sesama diyakini menjadi sebab turunnya keberkahan rezeki. Selain itu, memperbaiki hubungan dengan orang lain juga sangat ditekankan. Hal ini selaras dengan hadits yang menyebutkan bahwa ampunan tidak diberikan kepada orang yang masih bermusuhan. Oleh karena itu, menghidupkan malam Nisfu Syaban harus dilakukan secara menyeluruh.

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Sholat Nisfu Syaban

Apakah doa setelah sholat Nisfu Syaban wajib dibaca

Doa setelah sholat Nisfu Syaban tidak bersifat wajib, tetapi sangat dianjurkan sebagai amalan sunnah. Doa ini menjadi sarana memohon ampunan dan keberkahan pada malam istimewa.

Kapan waktu terbaik membaca doa Nisfu Syaban

Waktu terbaik adalah setelah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam Nisfu Syaban, yaitu setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh.

Apakah doa Nisfu Syaban harus menggunakan teks tertentu

Tidak harus, umat Islam boleh membaca doa yang diajarkan ulama atau memanjatkan doa sesuai kebutuhan masing-masing.

Bolehkah doa Nisfu Syaban dibaca sendiri di rumah

Boleh, doa dan sholat Nisfu Syaban dapat dilakukan secara munfarid maupun berjamaah sesuai kondisi.