Doa Buka Puasa Rajab: Arab, Latin, dan Artinya untuk Ibadah Sempurna

Pahami bacaan doa buka puasa Rajab lengkap dengan Arab, Latin, dan artinya. Sempurnakan ibadah puasa sunnah Anda di bulan mulia ini dan raih keberkahan.

Diterbitkan 22 Desember 2025, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Islam yang sering dimanfaatkan umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa sunnah. Ketika waktu berbuka tiba setelah seharian menahan lapar dan dahaga, doa buka puasa Rajab menjadi amalan penting yang perlu dipahami dengan baik.

Banyak umat Muslim yang bertanya-tanya apakah doa buka puasa Rajab memiliki kekhususan tertentu atau sama dengan doa berbuka puasa pada umumnya. Berdasarkan rujukan dari para ulama dan hadits-hadits shahih, doa buka puasa Rajab menggunakan bacaan yang sama dengan doa berbuka puasa sunnah lainnya.

Berikut ini telah Liputan6 rangkum secara lengkap tentang doa buka puasa Rajab beserta tulisan Arab, transliterasi Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia, pada Senin (22/12). Selain itu, akan dibahas pula keutamaan puasa Rajab, waktu yang tepat untuk membaca doa berbuka, serta berbagai pilihan doa yang bisa diamalkan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW dan para sahabat.

Kumpulan Doa Buka Puasa Rajab Lengkap dengan Artinya

Doa buka puasa Rajab adalah bacaan dzikir dan permohonan kepada Allah SWT yang dibaca ketika berbuka puasa di bulan Rajab. Bulan Rajab termasuk dalam kategori Al-Asyhur Al-Hurum (empat bulan haram) yang dimuliakan dalam Islam, yaitu Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Puasa yang dilakukan di bulan ini termasuk puasa sunnah yang memiliki keutamaan tersendiri. Secara prinsip, doa buka puasa Rajab tidak berbeda dengan doa berbuka puasa pada bulan Ramadan atau puasa sunnah lainnya.

Hal ini berdasarkan pada hadits-hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW dan para sahabat yang menunjukkan konsistensi dalam bacaan doa berbuka puasa, tanpa membedakan bulan atau jenis puasa yang dilakukan. Dasar hukum membaca doa ketika berbuka puasa bersumber dari praktik Rasulullah SAW dan para sahabat.

Meskipun tidak ada hadits khusus yang menyebutkan doa berbuka puasa Rajab, namun prinsip umum tentang membaca doa ketika berbuka tetap berlaku berdasarkan hadits-hadits shahih yang ada. Imam Abu Dawud dan An-Nasa'i telah meriwayatkan berbagai doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.

Doa Buka Puasa Pertama

Berikut adalah doa buka puasa pertama yang bisa diamalkan:

Arabic: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Transliterasi: Allāhumma laka ṣumtu, wa 'alā rizqika afṭartu

Artinya: "Ya Allah, hanya karena-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Doa ini diriwayatkan oleh Mu'adz bin Zuhrah secara mursal dan tercantum dalam Sunan Abu Dawud serta kitab Ibnu Sinni. Meskipun sanadnya mursal, doa ini memiliki penguat dari riwayat lain dan tetap layak diamalkan.

Doa Buka Puasa Kedua

Pilihan doa kedua yang sering diamalkan saat berbuka puasa:

Arabic: ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Transliterasi: Dzahabaz zhama'u, wabtallatil 'urūq, wa tsabatal ajru in syā'a Allāh

Artinya: "Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah."

Doa ini berasal dari riwayat Abdullah bin 'Umar RA dan tercantum dalam Sunan Abu Dawud serta Sunan an-Nasa'i. Hadits ini dinilai hasan dan sering dijadikan rujukan utama dalam doa berbuka, khususnya ketika berbuka dengan air.

Doa Buka Puasa Ketiga

Doa ketiga ini mengungkapkan rasa syukur atas kemampuan berpuasa:

Arabic: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ

Transliterasi: Al-ḥamdu lillāhil-ladzī a'ānani faṣumtu, wa razaqanī fa afṭartu

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menolongku hingga aku dapat berpuasa, dan telah memberiku rezeki hingga aku dapat berbuka."

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinni melalui jalur Mu'adz bin Zuhrah. Meskipun sanadnya dinilai mursal dan dhaif, maknanya dikuatkan oleh riwayat doa berbuka sebelumnya, sehingga tetap dapat diamalkan sebagai bentuk syukur.

Doa Buka Puasa Keempat

Doa keempat ini sering dibaca sebagai pelengkap permohonan agar puasa diterima:

Arabic: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنَا، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْنَا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا، إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Transliterasi: Allāhumma laka ṣumnā, wa 'alā rizqika afṭarnā, fataqabbal minnā, innaka anta as-samī'ul-'alīm

Artinya: "Ya Allah, karena Engkaulah kami berpuasa, dan dengan rezeki-Mu kami berbuka, maka terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Doa ini diriwayatkan dalam kitab Ibnu Sinni dari Ibnu Abbas RA. Meskipun sanadnya tergolong dhaif, bagian awalnya memiliki penguat dari riwayat sebelumnya. Doa ini memuat permohonan agar amal puasa diterima oleh Allah SWT.

Doa Buka Puasa Kelima

Terakhir, doa kelima ini berfokus pada permohonan ampunan:

Arabic: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Transliterasi: Allāhumma innī as'aluka bi-raḥmatika allatī wasi'at kulla syai'in an taghfira lī

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu melalui rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku."

Doa ini diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr RA, sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abu Mulaikah. Hadits ini berstatus hasan dan menunjukkan doa yang penuh makna, terutama sebagai permohonan ampun pada waktu berbuka puasa.

Tata Cara dan Waktu Membaca Doa Buka Puasa

Menurut Ahmad Muhaisin B Syarbaini dalam karyanya "33 Pertanyaan Populer Seputar Puasa Ramadhan", doa berbuka boleh dibaca sebelum maupun sesudah berbuka. Namun, mayoritas ulama menganjurkan agar doa berbuka dibaca setelah benar-benar berbuka, yaitu setelah makan atau minum.

Alasan utama rekomendasi ini adalah karena lafaz doa berbuka menggunakan bentuk kata kerja lampau, seperti 'ṣumtu' (aku telah berpuasa) dan 'afṭartu' (aku telah berbuka). Secara bahasa, ini menunjukkan perbuatan telah selesai dilakukan.

Praktik ini juga sesuai dengan riwayat Mu'adz bin Zuhrah yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW berdoa setelah berbuka puasa. Sebelum membaca doa berbuka puasa, ada beberapa adab yang dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah.

  • Memulai dengan Basmalah: Dianjurkan membaca "Bismillah" sebelum menyantap makanan atau minuman.
  • Memilih Makanan yang Halal dan Baik: Pastikan makanan yang dikonsumsi halal dan bergizi untuk menjaga keberkahan.
  • Berbuka dengan yang Manis: Mengikuti sunnah Rasulullah SAW yang sering berbuka dengan kurma atau air putih.
  • Berdoa dengan Khusyuk: Membaca doa dengan penuh konsentrasi dan penghayatan, merasakan kehadiran Allah SWT.

Membaca doa ketika berbuka puasa memiliki beberapa hikmah penting yang mendalam. Ini merupakan ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan setelah menahan lapar dan dahaga seharian.

  • Ungkapan Syukur: Menunjukkan rasa terima kasih kepada Allah atas nikmat yang diberikan.
  • Pengakuan Ketergantungan: Mengakui bahwa semua kekuatan dan rezeki berasal dari Allah SWT semata.
  • Permohonan Penerimaan: Memohon agar ibadah puasa yang telah dilakukan diterima oleh Allah.
  • Pembersihan Jiwa: Menjaga jiwa tetap terhubung dengan Allah meskipun sedang menikmati makanan.

Keutamaan Puasa Rajab dalam Islam

Bulan Rajab memiliki kedudukan istimewa dalam Islam sebagai salah satu dari empat bulan haram (Al-Asyhur Al-Hurum). Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah At-Taubah ayat 36 yang menegaskan kemuliaan bulan-bulan ini.

Puasa yang dilakukan di bulan Rajab memiliki keutamaan yang sama dengan puasa sunnah di bulan-bulan mulia lainnya. Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid menjelaskan bahwa tidak terdapat larangan untuk melaksanakan puasa pada bulan Rajab.

Sebaliknya, amal ibadah yang dilakukan di bulan ini, termasuk puasa, bernilai kebaikan sebagaimana puasa sunnah di bulan-bulan lainnya. Berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW memiliki kebiasaan berpuasa di bulan Rajab namun tidak secara kontinyu sepanjang bulan.

Ibnu Abbas berkata: "Nabi berpuasa (di bulan Rajab) sampai kami berkata, 'Tampaknya beliau akan berpuasa (di bulan Rajab) seluruhnya.' Lalu, beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, 'Tampaknya beliau tidak akan berpuasa (di bulan Rajab) seluruhnya.'"

Riwayat ini menunjukkan bahwa puasa Rajab bersifat fleksibel dan dapat dijalankan sesuai kemampuan. Umat Islam dapat memilih hari-hari tertentu seperti puasa Senin Kamis, puasa Ayyamul Bidh, maupun puasa Dawud.

Terdapat riwayat yang menyebutkan keutamaan khusus puasa di awal bulan Rajab. Dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas disebutkan:

"Puasa di awal bulan Rajab dapat menghapus dosa (kafarat) selama 3 tahun, di hari kedua menjadi kafarat selama 2 tahun, di hari ketiga menjadi kafarat selama 1 tahun, kemudian di setiap hari sesudah itu menjadi kafarat selama 1 bulan."

Meskipun hadits ini perlu dikaji lebih lanjut dari segi sanadnya, semangat untuk memperbanyak ibadah di bulan-bulan mulia tetap sangat dianjurkan dalam Islam.

Doa Khusus Awal Bulan Rajab dan Dzikir

Selain doa buka puasa, terdapat juga doa khusus yang diamalkan Rasulullah SAW saat melihat hilal bulan Rajab. Doa ini memohon keberkahan dan kemampuan untuk menjalani ibadah di bulan-bulan mulia.

Latin: Allhumma brik lan fi rajabin wa sya'bna wa ballighn syahra ramadhna wa a'inna 'alash-shiymi wal-qiymi wa hifzhil-lisni wa ghadhdhil-bashari wal taj'al hazhzhan minhul-j'a wal-'athasy.

Artinya: "Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, dan tolonglah kami untuk melakukan puasa, ibadah di waktu malam, menjaga lisan, dan menundukkan pandangan, dan janganlah Engkau jadikan bagian kami darinya (dari Ramadhan) hanya lapar dan haus."

Sepanjang bulan Rajab, umat Muslim juga dianjurkan untuk memperbanyak dzikir. Salah satu dzikir singkat yang baik diamalkan adalah:

Latin: Allhumma brik lan fi rajabin wa sya'bna wa ballighna Ramadhn

Artinya: "Ya Allah, berilah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."

Bulan Rajab sering disebut sebagai bulan Istighfar, sehingga memperbanyak permohonan ampunan juga sangat dianjurkan.

 

Tanya Jawab Seputar Doa Buka Puasa Rajab

T: Apakah doa buka puasa Rajab berbeda dengan doa buka puasa Ramadan?

J: Tidak, doa buka puasa Rajab sama dengan doa buka puasa Ramadan dan puasa sunnah lainnya. Islam memberikan konsistensi dalam tata cara ibadah, sehingga doa yang dibaca tetap sama tanpa membedakan jenis puasa yang dilakukan.

T: Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa buka puasa?

J: Mayoritas ulama menganjurkan doa berbuka dibaca setelah benar-benar berbuka (setelah makan atau minum). Hal ini karena lafaz doa menggunakan kata kerja lampau yang menunjukkan perbuatan telah selesai. Namun, ada juga pendapat yang membolehkan dibaca sebelum berbuka.

T: Apakah semua doa buka puasa yang disebutkan harus dibaca semua?

J: Tidak wajib membaca semua doa. Anda dapat memilih salah satu atau beberapa doa sesuai kemampuan dan preferensi. Yang terpenting adalah membacanya dengan khusyuk dan penuh penghayatan.